OJO NGONO MAS'E

OJO NGONO MAS'E
Jebakan


__ADS_3

Suasana kafe yang di kunjungi Noah sore ini tampak tidak terlalu ramai. Dia duduk seorang diri setelah puas makan sebanyak yang ia mau. Baru kali ini dia merasakan bebas tugas di jam makan siang sampai sore hari. Biasanya dia masih sibuk mengurusi pekerjaan.


Noah tak mempermasalahkan pemecatannya. Yang ia pikirkan adalah, mengapa pak Bayu sungguh tega memfitnahnya dengan rekening bodong itu. Padahal dia tidak pernah meminta pak Bayu untuk mentransfer dana apapun.


Noah mengecek ponselnya. Menggulirkan layar ponsel memeriksa pesan chating di akun chatnya. Tampak raut sedih mengetahui Lucky tidak ada mengirim pesan apapun padanya. Mungkin Lucky sudah terlalu kecewa.


Hanya group kantor yang santer membicarakan pemecatan Noah hari ini. Dan Erwin sekretarisnya yang masih menanyakan kabarnya, dan juga menginfokan keadaan kantor.


Noah bosan. Meletakkan ponselnya di meja. Menarik napas panjang lalu mengedarkan pandangannya berkeliling kafe. Tampak pengunjung asik dengan pembicaraan mereka masing-masing. Jika di perhatikan, hanya dia yang duduk seorang diri.


"Hhh.. Miris sekali. Baru saja di pecat, dan kini aku hanya duduk sendiri" gumam Noah menertawai dirinya sendiri. Menggeleng-gelengkan kepalanya. Prihatin melihat keadaan dirinya.


Banyak kejadian akhir-akhir ini. Semua momen seakan ingin meruntuhkan Lucky. Noah sudah mencoba membantu sebisanya. Tapi sayang, tetap saja imbas buruk mengarah padanya. Pembenci Lucky menyingkirkan orang-orang yang mendukung Lucky.


Perusahaan sedang di ujung tanduk. Jika Lucky tidak bisa menguasai keadaan, pastilah keruntuhan akan terjadi tak lama lagi. Apalagi Levi dan paman Fardo sudah mengumumkan akan membuka perusahaan baru mereka. Semua perhatian investor mengarah pada mereka. Lucky sudah tertinggal jauh.


"Ahh.. Sial!!" Noah mengusap wajahnya kasar. Penampilannya kusut. Tapi ia tidak peduli. Terserah apa pandangan orang padanya. "Semoga saja Lucky tau apa yang ia lakukan"


Mendesis geram seraya membereskan barang-barangnya di meja. Beranjak pergi meninggalkan kafe. Ia ingin istirahat di apartemennya. Meninggalkan semua beban kerja yang telah lepas dari pundaknya.


Menjalankan mobilnya menuju apartemen. Dia tidak mau pulang ke mansion. Itu akan membuatnya semakin geram jika mendengar ocehan bibinya. Apalagi jika sampai bertemu Levi? Ah.. Pastilah Noah tidak bisa menahan diri jika Levi mengolok-oloknya.


Memarkirkan mobilnya di Basement apartemen. Langsung menuju lift untuk naik ke lantai unit apartemennya. Membuka pintu dan masuk dengan tergesa. Ingin segera merebahkan tubuhnya di ranjang.


Tapi belum sempat Noah berbaring, ponselnya bergetar. Semula Noah malas melihatnya. Tapi siapa tahu ada yang penting dari Lucky. Noah berhenti melangkah. Merogoh sakunya dan menyalakan ponselnya. Ada notifikasi pesan chat. Yang membuat Noah kaget, itu dari Sri. Segera Noah membukanya.


"Pak Noah. Sedang sibuk?"


Noah tertegun. Jarang sekali Sri mengirim pesan lebih dulu padanya jika bukan hal yang mendesak. Ada apa? Apa Sri ada masalah dengan Lucky hingga mengirim pesan padanya?


"Tidak juga. Ada apa Sri?"


Noah mengetik balasan pada Sri. Tak menunggu lama, pesannya di balas lagi.


"Segera temui saya di hotel xxx kamar nomor 103. Segera. Penting. Saya tunggu pak"


"Apa maksudnya?" Noah memiringkan kepalanya mencoba menerka apa yang terjadi pada Sri.


Sri tidak pernah seperti ini. Sri memang suka becanda dengannya. Tapi tidak pernah memintanya dengan tiba-tiba jika tidak ada hal penting. Sekalipun Sri sedang bertengkar dengan Lucky, wanita itu tidak pernah tiba-tiba mengiriminya pesan meminta bertemu. Selalu saja Noah yang tahu lebih dulu apa yang terjadi.


"Ada apa ini?" gumam Noah.

__ADS_1


Dalam keadaan bimbang, Noah mencoba menerka-nerka. Jika ada masalah, pasti Beni yang tahu lebih dulu. Tapi beni juga diam saja. Ingin memberitahu Lucky, tapi Noah meragu.


"Apa Lucky akan percaya? Bagaimana jika dia semakin marah?"


Noah mengecek ponselnya lagi. Semua pesan Sri di screenshoot. Mengirim pesan itu pada seseorang. Lalu Noah segera pergi lagi. Mungkin Sri sedang ada masalah. Nanti saja memikirkan bagaimana mengabari Lucky. Yang terpenting dia tahu keadaan Sri lebih dulu.


Segera Noah meluncur ke hotel yang Sri tunjukkan tadi di pesan. Menjalankan mobilnya sedikit ngebut. Jalanan macet di saat jam pulang kantor pun tak di hiraukan Noah. Menyalip dengan makian dan umpatan pengguna jalan, dan klakson yang bersahutan karena Noah memotong jalur.


Sekitar tiga puluh menit kemudian Noah sampai. Tergesa menanyakan keberadaan kamar satu kosong tiga di meja resepsionis.


"Ada di lantai empat, pak"


"Terima kasih"


Noah segera menuju lift. Naik ke lantai empat gedung hotel. Perasaan cemas dan gelisah mengerubuti hatinya. Apalagi Sri tidak pernah menjawab pesannya lagi. Ponselnya sudah off.


Ting!


Lift terbuka. Noah menarik napas berat lalu keluar. Melihat ke kanan dan kirinya. Lorong koridor hotel lengang. Hanya dia yang ada di situ. Tampak seorang petugas kebersihan berjalan di ujung lorong. Tapi segera menghilang di belokan koridor.


Noah melangkah sambil memperhatikan nomor kamar hotel. Berhenti tepat di depan pintu kamar satu kosong tiga. Noah menatap pintu kamar lamat. Mencoba mendengarkan suara dari dalam. Hening. Tidak ada tanda-tanda pergerakan dari dalam.


Ting..tong..


Ting.. Tong..


Ia mencoba sekali lagi. Tapi tetap saja tidak ada sahutan. Noah mengernyitkan dahi. Ini terasa aneh. Sri memintanya datang. Tapi Sri tidak menyahut dari dalam kamar.


"Apa dia tidur?" gumam Noah.


Tok.. Tok.. Tok..


"Sriii.."


Tak sabar Noah mengetik pintu dan memanggil Sri. Tapi tetap saja tidak ada sahutan. Entah dimana wanita itu.


Ceklek!!


Noah memutar kenop pintu.


Deg!

__ADS_1


Tidak terkunci. Kening Noah semakin mengernyit dalam. Kenapa Sri sangat sembrono seperti ini? Apa yang di lakukan ya sampai Sri lupa mengunci pintu kamar?


Noah meragu untuk membuka lebar. Tapi lamat-lamat dia mendengar suara gemericik air dari dalam. Noah berpikir jika Sri sedang mandi. Tapi kenapa sampai tidak mengunci pintu?


"Ah.. Kau selalu sembrono, Sri"


Gumam Noah. Mendorong pintu lebih lebar. Noah bisa melihat keadaan kamar. Tidak ada orang. Gemericik air terdengar lebih jelas. Noah masuk selangkah. Meyakinkan diri untuk masuk ke dalam kamar.


"Sriii.."


Panggilnya agak kencang. Tapi Sri tidak menyahut. Masih asik dengan mandinya. Noah melangkah lebih masuk lagi.


Blammm!!!


Noah berjingkrak kaget. Pintu tiba-tiba menutup dengan keras. Seseorang menutupnya dari balik pintu. Noah segera dapat melihat ada tiga orang lelaki di balik pintu.


Menyerangnya dengan brutal. Mendorongnya keras hingga terpental ke lantai. Noah cepat bangkit. Benar saja ini jebakan. Noah bersikap siap mengambil ancang-ancang.


Ketiga orang itu memakai penutup muka hingga tidak bisa dikenali. Noah merasa terpojok. Di keroyok tiga orang. Dan terlihat mereka terlatih bela diri.


Seorang dari mereka maju menyerbu. Memberi pukulan tepat di wajah Noah. Pria itu mengelak. Noah juga terlatih. Tapi menghadapi tiga orang sekaligus, itu harus dengan tenaga ekstra.


Seorang lagi menjegal kakinya. Noah terjatuh. Tapi cepat bangkit. Tak berapa lama setelah Noah bangkit berdiri, seorang lagi menerjangnya di bagian perut. Noah menangkap kaki itu dan memelintirnya hingga orang itu terputar dan jatuh.


"Menyerahkan!"


Sentak salah seorang dari mereka. Noah tersenyum sinis. Menatap tajam ketiga musuhnya.


"Kalian menjebakku!" geram Noah.


"Ah kau tidak bisa di kasi hati! Hiaahh!"


Seorang lagi menyerang Noah dengan tinju yang besar. Mengarah ke rahang Noah. Belum sempat Noah mengelak, pukulan lain menghantamnya dari belakang.


Bhuukk!!


Gelap. Noah tersungkur jatuh. Seorang dari mereka melumpuhkan Noah di bagian tengkuknya. Membuat Noah jatuh pingsan. Mereka bertiga menghela napas lega. Akhirnya Noah bisa di lumpuhkan.


...****************...


NB : Maaf readers.. author up nya lama yaaa... β˜ΊοΈπŸ™

__ADS_1


Tapi author janji akan menyelesaikan karya ini. Hanya ada suatu keperluan penting yang tak bisa di elakkan hingga up nya agak macet.


Tetap tungguin up selanjutnya ya Kaka readers.. Love u all ❀️❀️❀️❀️πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŒΉπŸŒΉπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2