OJO NGONO MAS'E

OJO NGONO MAS'E
Cetak KTP Sekalian


__ADS_3

Dasar mesum, Lucky tidak memberi kesempatan Sri untuk menghindar. Sebelum menemui mami Melani, Lucky menyempatkan satu ronde pelepasan. Dan menuntut untuk jatah ronde kedua malam nanti.


Sri hanya tersipu malu akibat kemesuman suaminya. Mengiyakan saja apa kemauan suaminya. Mereka keluar dari kamar di saat waktu makan malam.


Mami Melani mencerca keduanya. Memberondong dengan banyak pertanyaan di meja makan.


"Kamu tidak apa-apa sayang? suami mu ini berbuat sesuatu yang kejam? Atau ada yang terluka?"


"Mami.. Tidak ada yang terluka, mi" Lucky seakan protes di katakan kejam.


Mami Melani memeriksa keadaan Sri dengan seksama. Banyak pertanyaan yang belum terjawab. Tapi mami Melani sudah menyerbu Sri dengan memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Meyakinkan kalau Sri masih dalam keadaan baik-baik saja.


Tapi begitu melihat hasil ciptaan terindah dari Lucky di bagian bahu dekat leher Sri, Mami Melani langsung berhenti memeriksa. Menatap Sri dan Lucky bergantian. Dan Sri menyadari ibu mertuanya telah melihat kemesuman putranya. Itu membuat Sri sangat merasa malu dan tertunduk tidak berani menatap mata ibu mertuanya.


Mami Melani membiarkan Sri duduk di samping putranya. Lalu dia menjewer daun telinga Lucky dengan keras.


"Awwh.. mami.. aduh! sakit mi!" teriak Lucky kencang.


"Lain kali, jangan membuatku jantungan hanya karena kau ingin bermesum ria dengan istri mu!" geram melani. Melepaskan jeeerannya dan duduk di depan mereka berdua sambil tersenyum penuh arti pada menantunya.


Dengan kesal, Lucky menatap maminya sambil mengusap-usap telinganya yang merah akibat jeweran keras Melani. Sri hanya tersenyum malu.


Mereka makan dengan cerita mami Melani panjang lebar. Dia membawakan banyak oleh-oleh untuk menantunya. Sampai selesai makan malam pun mami Melani masih asik mengobrol dengan Sri. Lucky mendengus kesal karena merasa maminya sudah merebut istrinya malam ini.


"Mami.. kenapa cerewet sekali? Beri aku waktu dengan istriku, mi" rengek Lucky frustasi.


"Ah.. diam lah Luck. Lelaki tidak mengerti soal ini. Pergi lah. Jangan ganggu aku dan istrimu"


Melani mengusir putranya tanpa rasa belas kasihan. Ia rindu pada menantunya ini. Dan ingin menghabiskan waktu berlama-lama mengobrol.


Lucky tertawa mendengar ocehan ibunya. Mendekati Sri dan mengecup pelipisnya.


"Aku di ruang kerja sayang. Cepatlah datang setelah selesai dengan mami. Hmm?"


Sri mengangguk. Membiarkan suaminya menjauh pergi keruang kerjanya. Melanjutkan mengobrol dengan ibu mertuanya dan membuka semua bungkusan hadiah dari mami Melani.


šŸ’–


šŸ’–


šŸ’–


"Kau tidak cerita pada ku tentang gosip itu" protes Lucky pada Noah dalam video call.


"Apa gosip juga jadi kesukaan mu?" Noah tampak jengah.


"Tapi istri ku jadi bahan gosip di kantor"


"Kau tidak pernah bertanya, Luck"


"Ck.. kau menyebalkan" Lucky memutar bola matanya malas. Noah terkekeh melihat itu.


"Istriku bilang, ada yang mengecek cctv di seberang jalan. Kau sudah periksa?"


"Hem" Noah mengangguk.


"Apa?!" Lucky melotot marah. "Jadi kau sudah tau semuanya?!"


"Selama ini kau tidak percaya apa yang aku katakan Luck. Jadi aku harus bagaimana?"


"Amira?"


"Hem" Noah mengangguk lagi. "Kau terlalu menahan itu. Selalu memberi kesempatan padanya"

__ADS_1


Lucky menghela napas berat. Mengusap rambutnya kebelakang seraya menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Menatapi layar laptop yang menampilkan wajah Noah di sana. Amira lagi. Kenapa gadis itu masih belum menyerah? Dia harus mengambil tindakan tegas untuk Amira.


"Kita harus membicarakan ini besok"


"Oke" jawab Noah singkat. Ingin mematikan panggilan video call Lucky. Tapi Lucky segera mencegah.


"Hey.. mau kemana kau?"


"Bukannya sudah selesai?"


"Bagaimana urusan Levi? paman baik-baik saja?"


Noah kembali membetulkan duduknya. Serius menatap pada Lucky.


"Sejauh ini belum ada pergerakan yang masive. Aku masih bisa mengatasinya"


"Apa perlu aku tinggal di sana?"


"Ah.. tolong lah Luck. Kalau kau tinggal di sini, pasti bersama Sri bukan? menjauhlah dari ku" Noah terlihat jengkel.


"Hahaa.. kau cemburu"


"Brengsek kau!"


"Haha.. sudah. Tutup panggilan ini. Aku mau bersama istriku sekarang"


"Menjijikkan!"


Noah mematikan kamera. Lucky terkekeh bisa menggoda Noah. Sangat senang bisa melihat kejengkelan Noah karena cemburu. Terus tersenyum sambil memeriksa berkas lain yang harus dia pelajari lagi.


šŸ’–


šŸ’–


šŸ’–


Lucky baru saja selesai membersihkan diri. Hanya memakai celana boxer dan bertelanjang dada. Tersenyum menatap Sri sambil masih mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Sudah selesai, sayang?"


"Iya mas. Maaf lama ya?"


Sri meletakkan banyak paper bag di meja. Lalu mendekati Lucky dan meraih handuk dari tangannya. Mendudukkan Lucky di tepi ranjang, dan Sri melanjutkan mengeringkan rambut suaminya. Lucky meraih pinggang Sri dan menariknya lebih dekat.


"Cerita apa saja sayang? kenapa lama sekali?"


Lucky mendongak menatap wajah istrinya. Sri hanya tersenyum sambil masih sibuk menggosok rambut Lucky.


"Cerita keadaan di sana mas. Cerita tentang Mase juga"


"Hem? aku?" menaikkan alisnya dan menunjuk dirinya sendiri.


"He'em"


"Kamu bilang apa saja sama mami?"


"Mase mesum!"


"Hah?"


"Hihihi.. ya Ndak dong mas"


"Kamu nakal ya"

__ADS_1


Lucky menggelitik pinggang Sri. Membuat Sri terkikik menggelinjang geli. Handuk terlepas dari tangannya. Menggeliat minta Lucky menghentikan g


elitikan di pinggangnya. Tapi Lucky masih belum menyerah. Masih menggelitik hingga Sri terhempas di ranjang.


Terlentang bersama di ranjang dengan napas ngos-ngosan. sisa tawa mereka masih belum berhenti. Sama-sama menoleh ke samping saling menatap dan kembali tertawa bersama.


Lucky memeluk sri. Menopang kepalanya dengan sebelah tangan. Membelai wajah ayu istrinya. Tersenyum penuh cinta dan kehangatan. Sri balas menatap Lucky dan menyentuh rahang tegas suaminya. Saling menatap dengan senyum mengembang sempurna.


"I love you baby"


"Roso sayang iki mung kanggo sliramu Mase"


"Artinya sayang?"


"Rasa sayang ini hanya untukmu Mas Lucky "


Senyum Lucky makin lebar. Lalu tergelak senang. Mendekap istrinya gemas. Mengecupi seluruh wajah Sri. Membuat Sri tertawa geli.


"Sayang, kita cetak baby ya?"


"Hah? cetak?"


"Hem" Lucky mengangguk kencang.


"Fotocopy mas?"


"Iya. Kita cetak KTP nya sekalian"


Mengecup bibir Sri gemas. Istrinya ini selalu membuatnya gemas. Kadang jengkel kadang juga selalu membuatnya tertawa. Lucky klepek-klepek. Jatuh di tangan seorang gadis kampung yang selalu membangkang.


Sri istrinya tercinta. Mereguk manisnya kehangatan dalam buaian asmara. Membuatnya hangat dan membara setelahnya. Membangkitkan semangat bergelora. Ingin mencicipi dan mencicipi lagi. Seakan tak pernah puas.


Menanam benih dalam kehangatan hakiki. Mengayuh bersama bahtera cinta dengan manisnya. Menatap wajah istrinya yang menjerit dan mende**h hebat di atas tubuhnya.


Berkali Sri mereguk nikmat. Dan sebegitu siapnya Lucky melayani dengan semangat. Mengharapkan benih cintanya akan tumbuh subur di dalam naungan kehangatan istrinya.


"Suka baby? hmm?"


"Uughh.. massshh.. sukhhaa.."


setengah bersandar di kepala ranjang. Meremas gunung indah di depannya. Menyaksikan istrinya melenguh menjambak rambutnya sendiri. Menambah indah lukisan diri di depan mata Lucky.


Meracau penuh semangat mendayung dengan irama indah. Lucky meremas bokong sintal istrinya. Mengajak untuk lebih mempercepat temponya. Sambil menaik turunkan menghujam lebih dalam.


"Masee.. Sri Ndak kuaaatt.. emmhh.."


"Jangan.. tunggu aku"


Sri memekik ketika Lucky bangkit lalu menggigit ujung pinkynya. Meremas rambut suaminya yang sudah kusut masai. Bergetar menahan ******* yang siap menyergap.


"Enak baby?"


"Ehhhmm yeah.."


"Kamu mau setiap hari? hmm?"


"Aawwhh.. maasseee.."


"Ayo.. katakan.. sayaang"


"Yahh.. ahh.. mauuu.. Sri Ndak kuat maaass.."


Tubuh Sri melengkung dengan getaran hebat. Melu**t bibir lucky dengan ganas. Lucky juga menggeram serak. Menghujam dengan sekali hentakan keras. Menyemburkan cinta yang membasahi bagian terdalam istrinya.

__ADS_1


Hangat menyerbu di dalam ruang hangat Sri. Merasakan banyaknya kehangatan yang mengisi kedalam dirinya. Memeluk Lucky dengan erat. Keduanya terdiam dengan napas memburu. Berusaha memasok udara sebanyak-banyaknya kedalam paru.


"Aku cinta kamu Sri. Cinta kamu.." bisik Lucky mesra di telinga Sri.


__ADS_2