OJO NGONO MAS'E

OJO NGONO MAS'E
Ojol


__ADS_3

Sri tergesa masuk ke kantor. Dia terlambat pagi ini. Takut Noah akan marah padanya. Lucky mencoba menghalanginya untuk tidak berangkat kerja. Untung saja Sri bisa menolak dan memberi alasan, dia harus menyiapkan pekerjaan secepatnya. Dan Lucky dengan berat hati membiarkannya pergi.


Masuk ke ruangan, Sri di sambut dengan pandangan tajam dan tak mengenakkan. Sri mengaku salah. Terlambat sampai satu jam itu bukan hal yang baik. Dila, Niar dan Agnes menatapnya cemberut. Ada tatapan sinis di mata mereka.


Sri kebingungan. Hanya terlambat satu jam, tapi tatapan mengintimidasi mengarah telak padanya. Lagipula, bukan mereka semua yang harus marah. Tapi pak Noah lah yang seharusnya berhak untuk marah pada Sri. Tapi alih-alih Noah, bahkan pria tampan itu tidak terlihat batang hidungnya.


Wajah-wajah cemberut itu masih berlanjut sampai jam istirahat makan siang. Sri mengintil di belakang ketiga orang temannya pergi ke kantin. Tidak menolak, tapi juga mendiamkan Sri sekaligus. Itu lebih menyakitkan. Sri tidak tahu apa kesalahan terbesarnya sehingga ketiga temannya ini sampai tahan cemberut seharian.


"Mbak Dila.. udah dong. Jangan marah lagi. Sri kan tanggung jawab sama semua kerjaan yang tertunda" rengek Sri memelas di jam makan siang.


Dila hanya mencebik. Membuang muka tak mau melihat Sri. Menyedot jus mangga di depannya. Sri menghela napas panjang. Dila tidak mempan di bujuk. Sri menoleh pada Agnes. Gadis ini pasti bisa di luluhkan.


"Mbak Agnes. Apa harus semarah itu sama Sri?"


Agnes malah hanya melirik skeptis. Sri lemas. Kenapa mereka bertiga bersikap lebay begini? Apa masalahnya? Sri menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Niar, kamu juga marah? memangnya kalian ini marah apa sama Sri?" akhirnya Sri tidak tahan juga melihat sikap ketiga temannya ini.


"hiss.. kamu ini.. masih pura-pura gak tau aja salahnya?" Niar menjawab dengan sinis. Sri mengernyitkan dahi. Apa salahnya?


"Salah Sri terlambat sampai satu jam toh?" tanya Sri penasaran.


"Hmmpp.. Ngaco kamu!" Agnes semakin sewot mencebik.


"Loh? habis itu opo mbak?" Sri gusar.


"Dasar ya kamu ini.. Masih anak baru udah ngelunjak. Kamu itu ngedate kan sama pak Noah?" Sewot Dila.


"Hah? ngedate?" Sri tercekat. Dari mana mereka dapat informasi ini? Ada yang melihatnya semalam?


"Ya iya lah.. Bener kan?" Niar mendongakkan dagunya sombong.


"Aduuhh.. dapet dari mana sih berita ini?"


"Kamu gak usah ngeles lagi Sri. Semalem si Sofi lihat kamu di kafe sama pak Noah. Kalian ngedate!" Agnes bicara seperti ingin menangis.

__ADS_1


Sri merasa kerongkongannya kering kerontang. Sulit untuk mengeluarkan suara dan menjelaskan pada mereka bertiga. Bagaimana menjelaskan pada para fans clubnya Noah? Bakalan kena gantung nih Sri.


"Kamu curang Sri. Diem-diem kamu khianati kita. Kita itu udah lama pingin pak Noah ngelihat kita. Eehh.. malah kamu yang nikung" Niar nyerocos gemas.


"Mbak.. Bukan gitu. Sri itu Ndak ada apa-apa sama pak Noah loh" Sri mencoba membela diri.


"Kamu ganjen Sri!" tuding Agnes.


"Iya, aku aja yang udah punya suami tuh ngerasa di khianati sama kamu Sri. Tega bener kamu ih" Dila ikut menuding Sri.


Harus menjelaskan apa? ketiga wanita ini ibaratkan macam betina yang terluka. Siap bertempur kapan saja demi Noah. Gila ya! Segitu tergila-gila sama Noah.


"Gak yangka aku tuh sama kamu Sri" Agnes sudah hampir meraung saking kesalnya pada Sri.


"Bukan gitu mbak. Dengerin Sri dulu.." Sri semakin serba salah. Entah apa yang harus dia katakan pada ketiga wanita ini.


"Apa? kamu mau jelasin apa sama kita? mau jelasin kalau kamu udah jadian sama pak Noah? mau jelasin kalau pak Noah lebih milih kamu? gitu?" Niar bicara judes. Sri sampai mundur saking ngerinya.


"Ndak mbak.. sebenernya.. Pak Noah itu.. hmm.. anu mbak.." Sri bicara terputus-putus. Otaknya harus berpikir keras mencari alasan.


"Apa sih?" tanya Dila tak sabar.


"HAH?? SUAMI?!"


Ketiganya tercengang. Tidak percaya dengan apa yang di katakan Sri barusan. Terpaksa Sri mengatakan itu. Mengarang cerita bohong, Kalau Noah adalah teman suaminya. Biarlah. Daripada di musuhi terus.


"I-iya mbak" Berdentum jantung Sri menciptakan cerita dusta ini.


"Jadi, kamu udah nikah ya Sri?" Agnes tampak melotot menatap Sri seksama. Sri hanya mengangguk.


Ketiga wanita itu melempar pandang satu sama lain. Masih kaget mendengar pengakuan Sri.


"Ah.. kamu pasti bohong. Aku pernah lihat data kamu. Di sana kamu belum nikah. Kamu masih lajang Sri" ujar Dila.


"Mungkin pak Noah buat itu biar Sri bisa masuk, mbak Dila"

__ADS_1


"Oohh.. gitu.." serempak mereka bergumam.


Aduuhh!! kebohongan apa lagi ini?? Mampuslah Sri. Kini malah mengikutkan nama Noah segala dengan daftar palsu. Tapi memang Noah sih yang masukkan datanya ke perusahaan.


"Eh..eh.. jadi, suami kamu siapa Sri? kok bisa sampe kenal pak Noah?" tanya Agnes antusias.


"Hah? apa?" Sri mendelik ngeri. Kalau begini ceritanya, dia bakalan masuk neraka! bohoong teroooss...


"Suami kamu siapa Sri? kenalin ke aku dong.." Agnes merengek.


"Heh.. kamu ini" Dila memukul lengan Agnes pelan. "Ngapain kamu minta di kenalin suaminya Sri?"


"Aduh! bukan gitu mbak. Biar suaminya Sri bisa nyomblangin aku sama pak Noah lah!"


"Hah??!!"


"Hehe.. usaha mbak Dila.." Agnes cengengesan.


Sri semakin mengkerut. Nyalinya di uji. Semakin dalam berbohong, maka semakin banyak efek samping yang di hasilkan.


"Suami Sri bukan siapa-siapa mbak Agnes. Cuma kerja ojol. Makanya pak Noah bantu Sri biar bisa kerja di sini" Sri memejamkan matanya berdoa agar kata-katanya barusan tidak di aminkan Malaikat. Dalam hati Sri menjerit.


Amit-amit gustiii.. Maapin Sri ya.. jangan di aminkan. Sri bohong!!


"Aku sih gak penting suami mu kerjanya apa Sri. Yang penting ntar aku di kenalin. ya?" Agnes berbinar dan wajah cemberutnya tadi sudah sirna total. Dengan berat hati, Sri mengangguk.


"Sri, jangan Agnes aja. Aku juga. Ya?"


Astaga! bisa-bisa orang sekantor meminta ini padanya. Minta di kenalin sama bang ojol biar di comblangin Sri. Hati Sri menjerit pilu.


"Iisshh.. kalian ini. Trus aku gimana?" Dila merengut kesal.


"Udah.. mbak Dila kan udah punya suami. Jadi yah ngalah aja!"


"Hahaa.."

__ADS_1


Mereka tertawa melihat Dila ingin menangis karena tidak masuk dalam daftar kandidat di comblangin ojolnya Sri. Berat beban ini. Ngapain juga harus pergi sama Noah semalam. Inilah akibatnya!


Tapi untuk saat ini Sri bisa membuat teman-temannya tidak cemberut lagi. Urusan kenal mengenal, Sri bisa sewa bang ojol untuk mengaku jadi suaminya. Beres!


__ADS_2