
Saat mendengar suara Ratu, Randi yang tadinya tengah fokus menatap layar laptopnya kini dia menutup laptop dihadapannya itu dan menatap penampilan Ratu dengan sangat intens dari bawah sampai atas, dia mengerutkan kedua alisnya hingga sampai berdekatan karena merasa heran saat melihat penampilan Ratu yang datang ke ruangannya dengan berantakan dan membawa tas kotor di tangannya, pakaiannyapun tidak sesuai dengan seorang asisten pribadi seorang CEO ternama nomer satu di negri ini, Randi pun bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Ratu yang nampak menatapnya kebingungan lalu tiba tiba Randi merampas tas kotor Ratu dan melemparkannya ke sofa di sudut ruangan itu.
"Ehh...tuan tas ku," ucap Ratu sambil melihat tasnya yang dilempar Randi.
"Sekretaris Han......," teriak tuan Randi.
Sekretaris Han segera masuk ke dalam ruangan itu dan menghadap CEO Randi dan menanyakan apakah ada yang bisa dia lakukan.
"Sekretaris Han kau tau bukan apa yang harus dilakukan dengan gadis ini, 30 menit kalian sudah harus kembali lagi ke sini," ucap Randi lalu memberikan kode pada sekretaris Han dengan tangannya.
Sekretaris Han segera membawa Ratu keluar dari ruangan itu dan Ratu pun tidak banyak tanya saat sekretaris Han mempersilahkannya berjalan keluar walaupun kepalanya sangat kebingungan namun dia hanya bisa menuruti saja agar terhindar dari masalah, sekretaris Han membawa Ratu masuk ke dalam mobil dan Ratu semakin heran juga bertanya tanya akan dibawa kemana dirinya.
"Sekretaris Han sebenarnya kau mau membawaku ke mana?," tanya Ratu.
"Nanti anda akan tau sendiri, dan jangan banyak bertanya anda hanya perlu menurutinya saja," jawab sekretaris Han begitu formal pada Ratu.
Ratu pun cemberut kesal karena jawaban dari sekretaris Han tidak sesuai dengan apa yang ingin dia dengar, beberapa menit kemudian sekretaris Han menghentikan mobil di depan sebuah mol yang besar, Ratu turun dari mobil dan menatap mol itu, lagi lagi dia ingin bertanya namun sekretaris Han menatapnya datar dan mempersilahkannya untuk berjalan masuk ke dalam mol itu bersamanya, tak lama berjalan di dalam mol ternyata sekretaris Han membawa Ratu ke sebuah toko pakaian dan meminta pada pelayan di sana untuk mendandani Ratu layaknya seorang asisten pribadi, kedua pelayan yang menyambut tadipun langsung mengangguk dan menuntun Ratu membawanya masuk ke dalam ruang ganti dan tak lupa mereka membawa sebuah rok pendek selutut berwarna merah dengan kemeja tangan panjang berwarna putih, setelah selesai mengganti pakaian Ratu segera menghadap pada sekretaris Han dan dia langsung membawa Ratu ke sebuah salon kecantikan di sana dan sama seperti tadi sekretaris Han hanya memerintah untuk pelayan di sana mendandani Ratu tipis saja dan meminta agar mengikat rambut panjangnya, bak seperti boneka Ratu tak bisa menolak dan hanya diam saja membiarkan orang lain yang mengurusi dirinya, setelah penampilannya sudah sempurna dan bak seperti seorang asisten pribadi sungguhan, sekretaris Han pun membawanya kembali ke mobil dan mereka pergi menuju kantor lagi.
Sesampainya di sana saat Ratu berjalan masuk ke dalam kantor semua karyawan di sana menatapnya dengan heran sepertinya mereka penasaran dengan Ratu yang berpenampilan sangat rapih tidak seperti biasanya yang hanya memakai seragam ob yang lusuh, Ratu juga merasa sedikit malu saat menyadari banyak orang memperhatikannya hingga dia berjalan sambil menunduk, sekretaris Han membawa Ratu masuk ke dalam ruangan CEO Randi lalu Randi menatap penampilan Ratu dengan terpukau dan tak menyangka Ratu bisa secantik ini jika memakai pakaian yang layak untuknya apalagi jika wajahnya diberi sedikit riasan dan rambut yang ditata dengan baik, tidak memakai kacamata bulat yang membuat silau dan menguncir rambutnya.
__ADS_1
"Ternyata kau cantik juga," ucap tuan Randi tak sengaja keceplosan.
"Apa tuan?," tanya Ratu yang merasa tadi Randi mengatakan sesuatu padanya.
"Ahh......tidak saya tidak mengatakan apapun," jawab Randi sambil menunduk ke bawah.
Dan saat dia melihat sepatu yang dipakai oleh Ratu dia langsung menatap sekretaris Han karena tidak menyelesaikan tugasnya dengan benar, sekretaris Bay yang paham dia pun langsung meminta maaf dan buru buru hendak membelikan highils untuk Ratu tapi tuan Randi menghentikannya.
"Maafkan saya tuan, biar saya belikan sekarang," ucap sekretaris Han sambil menunduk dan hendak pergi.
"Tidak perlu, waktumu sudah habis kembali saja ke ruanganmu dan siapkan dokumen untuk meeting kita nanti sore," ucap tuan Randi memberikan perintah.
Sekretaris Han langsung mengiyakan perintah dari tuan Randi dan dia berpamitan pergi dari ruangan itu, sedangkan Ratu merasa gugup dan sangat tidak nyaman dengan pakaian yang dia pakai terutama dengan rok ketat dan mini yang dia kenakan, sebab dia tidak biasa memakai pakaian seperti itu, tuan Randi berjalan mengelilingi Ratu lalu dia duduk kembali di kursi kebesarannya dan menyuruh Ratu untuk duduk di kursi yang ada di hadapan dirinya.
Sampai beberapa saat kemudian Ratu memberanikan diri untuk bertanya pada tuan Randi mengenai apa tugasnya sebagai asisten pribadi dirinya.
"Emmmm...tuan," ucap Ratu ragu ragu.
"Iya ada apa?," jawab tuan Randi tanpa menatap ke arah Ratu.
__ADS_1
"Anu saya mau tanya apa yang harus saya lakukan sebagai asisten pribadi anda?," tanya Ratu.
"Pekerjaanmu banyak bahkan lebih banyak dari sekretaris Han," jawab tuan Randi.
"Tapi rasanya sedari tadi saya hanya melihat anda bekerja saja dan tidak melakukan apapun," jawab Ratu.
"Yah memang itu salah satu tugasmu, menatapku sepanjang hari," jawab tuan Randi yang sengaja menggoda Ratu.
"Ahhhh....apa itu benar, ini benar benar membosankan," ucap Ratu sambil menahan dagunya dengan tangan di atas meja.
Tuan Randi melirik ke arah Ratu sesaat dan kembali menatap laptopnya sambil tersenyum senyum sendiri.
"Lalu apa lagi tugas saya selain itu?," tanya Ratu yang polos dan mempercayai apa yang dikatakan tuan Randi mengenai tugasnya tadi.
"Hahaha...dasar polos dia percaya saja pada ucapanku padahal aku hanya bercanda," gumam tuan Randi.
"Pertama pekerjaanmu yang utama adalah melayaniku dan menjagaku dari para wartawan dan orang orang tidak jelas di luar sana yang selalu mencoba mengorek informasi dan menghalangi langkah saya, kedua kau harus menuruti semua ucapan saya walaupun permintaannya aneh aneh," jawab tuan Randi sambil menahan tawanya karena melihat wajah Ratu yang tampak tak terima dengan peraturan yang dia buat sendiri.
"**Aouthor"
__ADS_1
Hai hai pembaca setiaku jangan lupa like, comment yang membangun, vote dan tetaplah membaca kisah Ratu sampai selesai yah guys, author minta maaf ya jika banyak kesalahan pengejaan nama ataupun pubi dalam tulisannya dan author akan segera merevisi kesalah kesalahan itu.💜**
...****************...