PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MEMPERKENALKAN RATU


__ADS_3

Saat Ratu membuka tasnya dan dia melihat lagi isi tasnya yang berantakan juga semua buku buku referensi pembelajaran yang baru saja dia beli kini sudah rusak dan sudah sulit untuk dipahami tulisannya, banyak juga halaman yang sobek namun setidaknya tidak hilang, Ratu berusaha sabar saat mengingat semua hal yang dilakukan Astrid padanya, Ratu melirik ke arah tuan Randi dan dia meminta izin untuk meminjam gunting juga selotip yang ada dilaci dekat rak sepatu tuan Randi. Tuan Randi yang saat itu tengah fokus menatap layar laptopnya dan mengetik sesuatu di sana sehingga dia tidak terlalu memperdulika Ratu dan hanya menjawab ucapan Ratu dengan anggukan saja.


Ratu merasa senang karena tuan Rqndi mengijinkannya dan dia pun buru buru mengambil gunting juga selotip itu lalu dia mengeluarkan semua buku bukunya yabg sobek dan rusak, Ratu menatanya kembali dan menyatukan semua bagian yang rovek menggunakan selotip tadi, beberapa menit berlalu buku buku yang sudah selesai Ratu perbaiki berserakan diatas meja tepat di depan sofa dia pun langsung membereskannya sebelum ketahuan oleh tuan Randi namun ternyata Raty terlambat sebab tuan Randi sudah melihatnya dari tadi.


Saat melihat ke arah tuan Randi, Ratu pun hanya bisa tersenyum garing dan bingung harus menjelaskannya bagaimana.


"Untuk apa semua buku rusak itu?," tanya tuan Randi tiba tiba.


"Maaf tuan saya tidak bermaksud mengotori ruangan anda, tapi saya harus memperbaiki buku buku ini untuk saya pelajari nanti malam," jawab Ratu menunduk.


"Bagaimana kau bisa belajar dengan buku seperti itu?, apa kau tidak bisa membeli yang baru?," tanya tuan Randi lagi.


"Sebenarnya bisa saja saya membeli yang baru tapi ini juga baru saya beli tuan," jawab Ratu lagi.


"Yah....terserah kau saja, dan cepat bereskan semuanya, kita akan pulang sebentar lagi," ucap tuan Randi yang nampak kurang peduli.


Ratu pun mengangguk dan segera membereskan semuanya lagi hingga setelah selesai tuan Randi langsung menyuruhnya untuk iku keluar bersama dirinya juga sekretaris Han, Ratu pun hanya mengikuti saja, sampai ternyata mereka malah pergi ke kediaman tuan Randi yang mewah, Ratu memang tidak terlalu terpukau dengan kediaman tuan Randi sebab dia dulunya juga sudah terbiasa dengan hal hal mewah dan Ratu juga paham bagaimana caranya bersikap dengan orang kaya raya di sekitarnya, walaupun semenjak dia jatuh miskin Ratu lebih nyaman menjadi dirinya sendiri yang sekarang dan apa adanya.

__ADS_1


Mereka semua masuk ke dalam kediaman tuan Randi dan tuan Randi menyuruh Ratu juga sekretaris Han untuk menunggu di ruang tamu, sedangkan dirinya pergi ke dalam rumah.


Saat menatap sekeliling rumah itu Ratu mulai menyadari sesuatu yang aneh, karena setelah dia perhatikan baik baik ternyata rumah itu berbeda dengan rumah mewah mewah yang sebelumnya dia datangi bersama tuan Randi.


Saat Ratu hendak bertanya pada sekretaris Han tiba tiba saja 2 orang tua berjalan ke arahnya dan refleks Ratu juga sekretaris Han langsung menunduk dan Ratu sudah mengira kedua orang tuan itu pasti anggota keluarga tuan Randi.


"Sekretaris Han silahkan duduk kembali," ucap seorang wanita tua itu.


Ratu tidak duduk karena dia paham jika tidak di persilahkan duduk itu artinya dia tidak diterima berada di rumah itu.


Seorang wanita tua itu terus saja menatap Ratu lekat dari atas hingga bawah berkali kali dengan tatapan sinis sampai akhirnya kedatangan tuan Randi mencairkan ketegangan yang dirasakan Ratu dan tuan Randi juga segera mempersilahkan Ratu agar duduk.


"Hallo Ratu kenalkan om ayahnya Randi kamu bisa panggil om dengan om Anton, sekretaris Han juga memanggil saya seperti itu jika diluar kantor," ucap tuan Anton yang ramah dan tersenyum pada Ratu.


Ratu pun membalasnya dengan senyuman juga sambul membungkuk sedangkan satu wanita tua yang dia tunggu tunggu untuk mengenalkan namanya dia tidak bicara sama sekali dan malah berbalik badan lalu pergi dengan menarik om Anton suaminya itu, Ratu mulai merasa tidak enak karena dia tidak di sukai oleh nyonya tuan Randi, alhasil tuan Randi sendirilah yang memberitau nama mamahnya itu pada Ratu.


"Jangan berkecil hati Ratu itu mamah ku, namanya Wulan dia memang seperti itu pada orang baru dulu saja saat Han baru bekerja padaku dia juga mendapatkan perlakuan yang sama," ucap tuan Randi.

__ADS_1


Ratu pun menggangguk dan tersenyum, lagi pula Ratu juga tidak terlalu peduli apa dia akan diterima sebagai karyawan anaknya nyonya Wulan atau tidak, toh Ratu bekerja hanya untuk melunasi hutangnya pada tuan Randi setelah 4 bulan selesai sesuai kontrak Ratu boleh memilih tetap bekerja atau pun keluar dari perusahaan itu.


Setelah menemui kedua orang tuan Randi yang sering di sebut nyonya besar di kediamannya itu, Ratu dan sekretaris Han memilih pergi berpamitan lebih dulu karena hari mulai senja dan sepertinya sebentar lagi matahari akan digantikan tugasnya oleh bulan untuk menerangi bumi ini, sekretaris Han menawarkan tumpangan pada Ratu dan Ratu sangat senang saat mendengarnya dia pun langsung hendak masuk ke mobil, tapi saat sudah di dalam sekretaris Han malah menyuruhnya turun dan pindah duduk ke jok depan.


"Turun dan pindah ke depan kau pikir aku ini supirmu?," ucap sekretaris Han judes.


"Ishhh...iya iya," jawab Ratu kesal dan segera berpindah.


"Kenapa gak dari awal aja sih suruh aku duduk di depan," ucap Ratu yang uring uringan.


"Diam aku tidak fokus menyetir jika kau terus bicara," ucap sekretaris Han datar.


"Hah, apa hubungannya lagi pula ini kan mulutku jadi aku bebas mau berbicara kapanpun dan di manapun," jawab Ratu yang terus ngeyel dan tidak mau kalah dengan sekretaris Han.


"Sekali lagi kau bicara akan ku turunkan kau segera," ancam sekretaris Han yang mulai membuat Ratu takut.


Karena sudah mendapatkan ancaman itu Ratu pun diam dan tidak menjawab lagi, dia hanya memonyongkan bibirnya karena kesal dan memalingkan pandangan keluar jendela sambil hatinya yang menggerutu kesal.

__ADS_1


"Haiss....menyebalkan sekali, aku menyesal menerima tumpangannya, tau akan begini lebih baik tadi aku naik taxi aja," gumam Ratu yang menyesali keputusannya.


Beberapa menit di perjalanan dan tidak ada perbincangan diantara mereka hingga saat tiba di depan rumah, Ratu langsung turun dan masuk ke dalam rumahnya tanpa melirik ke belakang atau berterimakasih pada sekretaris Han yang sudah mengantarnya, sekretaris Han pun hanya berdecak kesal dan segera melajukan mobilnya lagi.


__ADS_2