PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Gengsi


__ADS_3

Tuan Randi berjalan terburu buru ke kamar Ratu namun saat sudah sampai di depan pintu kamarnya dia justru malah diam membeku dan mengacak rambut belakang kepalanya dengan kasar.


"Aishhh... Tidak mungkin aku harus meminta maaf padanya, aku kan memang bos nya masa harus minta maaf pada asistenku sendiri, lagian itu kan juga masuk dalam tugasnya menyediakan makan untukku" gerutu Randi,


Tuan Randi mengurungkan niatnya untuk meminta maaf dan dia justru malah terus berjalan mondar mandir penuh kebingungan antara mengetuk pintu dan meminta maaf pada Ratu atau mengabaikannya.


Alhasil malah Ratu yang keburu keluar dari kamar tersebut dan dia menatap heran dengan kelakuan tuan Randi yang nampak kebingungan dan berjalan sambil berkacak pinggang di depan pintu kamarnya.


"Tuan sedang apa kau ini?" Tanya Ratu dengan tatapan tajam,


"Astaga... Ratu?, sejak kapan kau membuka pintu?" Tanya balik tuan Randi,


"Sejak tadi" jawab Ratu sambil berjalan pergi dari sana.


Ratu mengabaikan tuan Randi begitu saja dan dia langsung pergi keluar dari rumah, Randi yang penasaran kemana Ratu akan pergi dia mengikutinya dari belakang karena masih terlalu gengsi untuk menanyakannya secara langsung, dan tanpa Randi sadari sebenarnya Ratu sudah mengetahui kalau Randi mengikutinya diam diam.


"Orang itu benar benar menyebalkan, aishhh" gumam Ratu yang sadar bahwa dia di ikuti oleh tuan Randi.


Ratu pergi ke warung terdekat dan dia membeli beberapa bahan makanan seperti telur dan beberapa sayuran lain, karena bahan makanan yang ada di warung tersebut terbatas akhirnya Ratu hanya membeli bahan seadanya dan berniat akan mengisi lemari es di rumah Randi ke esokan paginya.


Selesai belanja Ratu langsung kembali ke rumah dan pergi ke dapur memasak mie dan ditambah telur juga potongan sosis yang banyak, rasa lapar diperutnya sudah tidak tahan lagi untuk menyantap makanan sehingga saat sudah matang Ratu langsung menyantapnya dengan lapah meski makanannya masih panas, tuan Randi masih memantaunya dari jauh sampai akhirnya Ratu yang jengkel mulai mengeluarkan suara.


"Huuuh... Tuan, sampai kapan kau akan melihatku dari jauh seperti itu, aku merasa tidak nyaman" ucap Ratu yang membuat tuan Randi kaget dan segera keluar menghampiri Ratu,

__ADS_1


"Ternyata kau tau yah, saya hanya penasaran saja kemana kau pergi malam malam begini" jawab Randi dengan gayanya yang so cool.


Sedang Ratu hanya bisa menggelengkan kepala dan lanjut menghabiskan mie miliknya hingga perutnya kenyang.


"Aku sudah kenyang, selamat malam tuan" ucap Ratu sambil melambaikan tangan dan berjalan menaiki tangga masuk ke dalam kamarnya,


Sampai Ratu masuk ke dalam kamar barulah Ranti menggerutu kesal dengan dirinya sendiri.


"Aishh... Aku malu sekali tadi, ahh sudahlah aku lupakan saja, dia juga sudah tidak marah lagi" ujar tuan Randi dan dia juga masuk ke dalam kamarnya.


Setelah perutnya kenyang barulah Ratu bisa tidur dengan nyenyak sampai saat pagi menjelang dia segera bangun dan mulai bersiap siap melaksanakan tugas pertamanya yakni membangunkan tuan Randi.


Ratu mengetuk pintu tuan Randi beberapa kali namun tak ada jawaban sampai ketika Ratu mencoba membuka pintu itu ternyata pintunya tidak di kunci.


"Apa sengaja yah biar aku bisa masuk membangunkan dia" gumam Ratu,


"Tuan bangun, ini sudah pagi kalau kau tidak bangun juga kita bisa kesiangan pergi ke kantor" ucap Ratu dengan suara yang cukup keras,


Namun hasilnya nihil, Randi bahkan tak bergerak sedikitpun, Ratu mencobanya sekali lagi dengan suara yang dia naikkan namun hasilnya masih tetap sama, terpaksa Ratu harus melakukan cara kasar.


Ratu duduk mendekat ke tepi ranjang lalu dia memegangi hidung tuan Randi dan menjepit hidupnya dengan kedua jari yang dihimpitkan sehingga tuan Randi tidak akan bisa bernafas dengan nyaman, akhirnya dengan cara itu tuan Randi bangun dengan wajah yang merah dan langsung membentak Ratu.


"Hah.. hah.. apa apaan kau ini mau membunuhku yah?" Bentak tuan Randi sambil memegangi hidungnya yang merah mudah karena dijepit tangan Ratu,

__ADS_1


"Iya saya membunuh anda dari mimpi, saya sudah membangunkan anda tuan sekarang saya akan menyiapkan pakaian anda dan sebaiknya tuan segera membersihkan diri" ucap Ratu menjelaskan.


Tuan Randi yang masih merasa kesal dia segera bangkit dan merutuki Ratu dalam hatinya sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


"Aishh.. apa dia harus bicara formal dan menekan hidungku sekuat tadi, kalau tiap pagi begini aku bisa mati" gerutu Randi sambil memegangi hidungnya.


Ratu juga segera menyiapkan pakaian berupa setelah jas juga kemeja yang akan digunakan Randi, Ratu segera menyimpannya di ruang ganti lalu dia keluar dari sana, saat Ratu baru keluar dari ruang ganti ternyata berbarengan dengan Randi yang juga keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang hanya di lilitkan di pinggangnya.


"Aaarhhhkkk... Apa yang kau lakukan tuan, cepat pakai pakaian mu" teriak Ratu yang kaget dan sekilas tak sengaja melihat dada bidang milik Randi.


Berbeda dengan Ratu yang kaget dan merasa cemas tak karuan, Randi justru malah terlihat santai dia malah terus berjalan mendekati Ratu sambil mengeringkan rambut dengan menggosoknya menggunakan handuk kecil.


"A.. apa yang kau lakukan, sana menjauh dariku" ucap Ratu sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan,


Melihat Ratu yang nampak gugup tuan Randi justru sengaja menggoda Ratu dan dia menghentakkan tangannya ke dinding tepat di samping kepala Ratu dan jarak mereka hanya satu jengkal saja, Randi memegang tangan Ratu yang menutupi wajahnya dan dia mulai menurunkan tangan Ratu itu.


"Kau aku ijinkan untuk melihat pemandangan indah tubuhku" ucap Randi yang membuat Ratu semakin gugup,


Ratu menutup matanya dengan rapat, dia sama sekali tidak tertarik dengan bentuk tubuh pria yang menggodanya itu.


"Tuan cepat menjauh dariku atau aku tidak akan segan menghajarmu" ancam Ratu memperingati,


Bukannya menuruti ucapan Ratu, Randi justru malah semakin menjadi dan terus menggoda Ratu dengan mengusap rambut Ratu dengan lembut, Ratu yang habis kesabaran dia mendorong tubuh Randi sekuat tenaga dan dia menginjak kaki Randi sekuat kuatnya sehingga membuat Randi menjauh darinya dengan refleks dan meringis kesakitan, Ratu mengambil kesempatan itu dengan cepat dia segera berlari menjauh dan keluar dari kamar tersebut.

__ADS_1


"Saya sudah siapkan pakaianmu di ruang ganti tuan" teriak Ratu sambil berlari keluar dari kamar,


Randi hanya tersenyum kecil ketika melihat pipi Ratu yang merona saat dia menggodanya tadi, meski Randi harus merasakan sakit di kakinya tapi itu setimpal dengan perbuatannya yang menggoda Ratu habis habisan di pagi hari, dia berjalan ke ruang ganti dengan kaki yang sedikit pincang akibat di injak Ratu, setelah selesai berpakaian rapih tuan Randi segera keluar dari kamar sambil memakai dasi di kemejanya, saat dia ke meja makan nampak diatas meja sudah banyak hidangan makanan yang tersaji dan Ratu yang sudah duduk di sana sambil menyantap sarapannya.


__ADS_2