
Mamah Diva merasa bingung dan heran dia pun langsung masuk ke kamar Ratu dan membangunkan putrinya itu perlahan.
"Ratu...sayang bangun di luar ada temanmu," ucap mamah Diva.
"Eumm......siapa sih mah, Ratu kan gak punya teman," jawab Ratu sambil mengubah posisi tidurnya.
"Ish....sayang jangan ngomong gitu cepat temui dia kasihan sepertinya dia tengah mencemaskanmu," ucap mamah Diva.
Ratu pun bangun dengan terpaksa dan dia segera mencuci matanya dengan rambut yang dia ikat sembarang lalu segera menemui orang yang mamahnya bilang tadi.
Saat Ratu melihat ternyata kak Zidan yang duduk di kursi rumahnya, Ratu langsung berlari dan menghampiri kak Zidan dengan kaget.
"Astaga...kak...kenapa kau kemari?," ucap Ratu dengan panik dan melirik ke arah dapur karena takut mamahnya melihat atau menguping pembicaraan mereka.
Baru juga Zidan hendak menjawab ucapan Ratu tadi, Ratu justru malah menarik tangan Zidan dan membawanya keluar sambil dia berteriak berpamitan pada sang ibu yang tengah membuat makanan untuk di sajikan.
"Mah tak usah membuat cemilan aku sudah mau pergi ke luar sebentar," teriak Ratu lalu segera membawa ka Zidan masuk ke dalam mobil.
Saat sudah berada di dalam mobil Ratu buru buru langsung menyuruh kak Zidan agar menyalakan mesin mobilnya dan secepatnya pergi dari sana.
"Kak...ayo berangkat, cepetan nanti mamahku keburu keluar," ucap Ratu dengan paniknya.
Zidan yang kebingungan dan heran kenapa malah sekarang Ratu yang jadi panik tak karuan dan mempelototinya juga menyuruh nyuruhnya seperti supir saja, namun mau bagaimana lagi karena Ratu terus memaksanya seperti itu Zidan pun menurutinya dan segera melajukan mobilnya.
Hingga beberapa menit setelah di perjalanan Zidan mulai menanyakan keheranannya tadi pada Ratu dengan nada yang sedikit kesal.
"Heh, kenapa kau tadi panik setengah mati seperti itu, memangnya apa salahnya jika aku mengunjungimu ke rumah?," ucap Zidan.
"Aishhh...dasar menyebalkan, jika aku menjelaskannya kau tidak akan paham kak Zidan yang terhormat," ucap Ratu sinis.
"Ya sudah terserah kau saja yang pasti aku akan selalu datang ke rumahmu jika kau tidak mengangkat telpon dariku," jawab Zidan.
__ADS_1
"Apa?, tidak tidak....awas saja kalau kakak berani datang lagi ke rumahku," ucap Ratu memperingatkan.
Zidan pun hanya menatapnya sinis sekilas karena dia sendiri pun merasa bingung kenapa dia sangat tidak di ijinkan untuk datang ke kediaman Ratu padahal diakan juga tidak akan melakukan apapun atau melakukan hal jahat pada dia dan ibunya.
"Kalau begitu kau harus pastika mengangkat telponku setiap aku memanggilnya," jawab Zidan dengan mudah nya.
"Masalahnya aku tak punya ponsel lagi kak," jawab Ratu meninggikan suaranya.
Zidan pun menatap Ratu dengan mengerutkan kedua alisnya lalu tak lama setelah itu Zidan menghentikan mobilnya tepat di sebuah konter dan dia membawa Ratu turun lalu menyuruh Ratu untuk memilih salah satu ponsel yang dijual di sana, Ratu menolaknya karena dia tidak mau membeli ponsel.
"Tidak, untuk apa aku memilih akukan tidak mau membeli ponsel," jawab Ratu judes.
"Ya sudah, mas tolong berikan ponsel keluaran terbaru dan saya beli ponsel itu," ucap Zidan.
Pelayan itupun membungkus ponsel yang dibeli Zidan tadi lalu Ratu dan Zidan kembali ke mobil mereka, saat sudah di dalam mobil Zidan memberikan ponsel itu pada Ratu begitu saja tanpa basa basi sedikitpun.
"Ini ambil," ucap Zidan sambil memberikan ponsel yang tadi dia beli.
"Cepatlah ambil tanganku pegal nih," jawab Zidan meninggikan suaranya.
Ratu pun langsung mengambilnya dengan kesal.
"Apa maksudnya ini?," tanya Ratu lagi.
"Itu untukmu agar kau bisa menghubungiku maupun sebaliknya," jawab Zidan sambil mulai menyalakan mesin mobilnya.
Ratu langsung tersenyum dan menatap ponsel itu dengan wajah yang berseri seri ceria, tak lupa Ratu juga langsung mengucapkan terimakasih pada Zidan dan memujinya.
"Wahh....benarkah?, terimakasih kak Zidan yang baik hati, ahhhh kau sangat perhatian sekali," jawab Ratu sambil kesenengan sendiri.
Zidan pun hanya bisa menggelengkan kepalanya menanggapi sikap Ratu yang bisa bisanya berubah derastis saat sudah tau kalau ponsel itu untuknya.
__ADS_1
"Dikasih ponsel saja kau langsung baik dan memujiku aishhh dasar matre," ucap Zidan.
"Kak...akutuh bukan matre tapi memang sangat membutuhkan ponsel ini dan tenang saja kalau tidak ikhlas memberikannya padaku, biar aku bayar nanti saat aku punya uangnya," jawab Ratu.
"Ehh...tidak usah aku senang memberikan itu padamu, cepat buka ponsel itu di dalamnya sudah ada kartu dan kau hanya tinggal menggunakannya, aku akan mengisi pulsanya setiap minggu," ucap Zidan.
"Ehhh....kenapa begitu?," tanya Ratu heran.
"Agar kau bisa bersikap baik padaku setiap kali kita bertemu," jawab Zidan bercanda.
"Ishh...kak Zidan apaan sih, gak perlu segitunya kali," jawab Ratu merajuk.
"Haha...aku hanya bercanda sudah cepat buka dan masukkan nomorku, itu ambil ponselku masukan juga nomor mu di ponselku," ucap kak Zidan.
Ratu pun langsung menurutinya dan menaruh kembali ponsel kak Zidan setelah selesai menyimpan kontaknya di dalam sana.
Zidan pun tersenyum senang karena mulai sekarang dia tidak perlu merasa cemas dan bingung saat dia merindukan Ratu, cukup telpon dia atau datang saja ke kediamannya dan Zidan juga yakin Ratu akan selalu menjawab panggilannya karena dia tidak ingin Zidan datang menemuinya ke rumah.
Walau merasa aneh dengan semua itu, namun tetap saja semua itu bisa menjadi ancaman bagi Ratu agar terus mengangkat panggilan darinya tanpa alasan dan memudahkan dia untuk mengetahui keadaan dan keberadaan Ratu kapanpun.
"Kak sekarang kita mau kemana?," tanya Ratu.
"Kita jalan jalan saja bagaimana?," jawab Zidan.
"Jalan jalan dengan mobil itu membosankan," jawab Ratu.
"Siapa bilang menggunakan mobil," jawab Zidan.
Ratu menatap heran dan penasaran sampai tibalah mereka di sebuah tempat wisata sepeda air dimana banyak sekali sepeda air di sebuah danau dan banyak sekali orang yang berkarya wisata di sana juga memakai sepeda air itu untuk menikmati sunset di tengah danau yang tenang dan nyaman.
Melihat pemandangan indah yang membentang Ratu sampai terpukau dan matanya seakan enggan berkedip karena ingin terus menyaksikan sunset yang sebenatar lagi akan semakin hilang digantikan oleh cahaya bulan.
__ADS_1
Zidan langsung mengajak Ratu keluar dari mobil dan menariknya ke tepi danau lalu dia menyewa satu perahu sepeda kayuh, merekapun mengayuh secara bersamaan dan kompak hingga sepeda air itu bisa melaju hingga ketengah danau dengan baik, Ratu sangat menikmati apa yang dia lakukan dengan Zidan hari ini bahkan dia sampai tidak sadar rambutnya sedikit berantakan karena tadi tidak dia ikat dengan baik sebab terburu buru.