PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Bertengkar


__ADS_3

Ratu membelalakkan matanya sempurna dia sangat kaget dan tidak menyangka tuan Randi tiba tiba muncul di hadapannya padahal yang dia tahu selama ini tuan Randi masih berada di luar negeri bahkan dia belum mendapatkan informasi apapun mengenai kedatangannya.


"Tu..tuan..kenapa anda ada di sini, bukankah..." Ucap Ratu bertanya dan tertahan karena tuan Randi langsung menahan ucapan Ratu,


"Apa kenapa kau harus sekaget itu melihat kedatanganku bukannya senang aku sudah kembali dengan cepat kau malah seperti tidak senang aku datang" ucap tuan Randi dengan wajah kesalnya karena terbakar api cemburu,


Ratu semakin merasa heran karena baginya wajar saja jika dia merasa kaget pasalnya tuan Randi tiba tiba muncul dan merampas box barangnya yang di bawa oleh Steven, belum lagi kemunculannya itu sudah seperti hantu yang membuat syok semua orang.


Untuk menahan kemarahan tuan Randi Ratu pun segera menahannya karena melihat dari soro matanya Ratu sudah mengetahui bahwa tuan Randi akan marah besar terhadapnya juga Steven yang ada di sampingnya.


"E..eh...tuan maksudku bukan begitu tapi kau datang terlalu tiba tiba dan membentak begitu keras tentu saja aku merasa kaget bukankah itu wajah" ucap Ratu menjelaskan.


Ratu berharap tuan Randi bisa menerima penjelasan darinya meski pun perasaannya sangat gundah gulana dan hatinya tak karuan merasa takut dan gemetar.


Tuan Randi yang masih merasa kesal dia tidak bisa melepaskan kekesalan dan emosi di dalam dirinya begitu saja meski wajah Ratu cukup membuatnya tak tega namun saat kembali melihat keberadaan Steven dan mengingat perlakuan yang dilakukan oleh mereka berdua saat dia tidak ada barusan, tuan Randi kembali merasa kesal dan jengkel.


"Tidak...pokoknya aku tidak boleh bersikap lembut dan lemah karena dia, aku harus tetap menyingkirkan pria sainganku ini" gumam tuan Randi masih dengan keteguhan hatinya.


"Tuan...apa kau baik baik saja, kau tidak akan memarahiku dan kak Steven kan?" Ucap Ratu yang membicarakan Steven dengan sebutan yang paling tuan Randi benci.


"Apa?, Apa kau bilang barusan?, Kau memanggil pria sialan ini kakak dengan begitu lembut dan manis?, Aku tidak bisa menerimanya. Pokoknya sebagai jaminan kau harus ikut denganku saat ini juga atau aku tidak akan mengembalikan semua barangmu ini!" Bentak tuan Randi membuat Steven terpancing emosi.


Tentu saja Steven terpancing emosi sebab niat awalnya Ratu akan pergi bersama dia namun tiba tiba saja tuan Randi datang dan menghancurkan rencana yang sudah dia buat dengan susah payah untuk membujuk Ratu agar dia mau diantarkan pulang olehnya.


Alhasil Steven pun dengan cepat merebut kembali box barang yang ada di tangan tuan Randi dengan paksa. Hingga membuat mereka berdua saling berebut satu sama lain dan tarik menarik dengan sekuat tenaga.


"Tidak bisa Ratu akan pulang denganku!" Bentak Steven sambil merebut box tersebut,

__ADS_1


"Seenaknya saja, kau pikir kau siapa. Ratu akan bersamaku serakhan barangnya padaku!" Balas tuan Randi tak kalah membentak dengan keras,


"Kau..." Teriak Steven dengan tatapan mata tajam dan bibir yang dikerutkan dengan kuat,


"Apa, kau pikir aku akan takut dengan wajah sangarmu itu?, Ingat perusahaanmu jauh di bawah perusahaanku apa kau ingin aku menghancurkan semuanya hah?" Bentak tuan Randi mulai mengeluarkan ancaman yang membuat Steven seketika mundur dan melepaskan genggaman tangannya dari box yang di bawa oleh tuan Randi saat itu.


"Aishh...dasar kau pemimpin kejam bagaimana bisa kau membawa urusan bisnis pada urusan pribadi seperti ini, dasar lic*k!" ungkap Steven dengan kesal dan terpaksa melepaskan pegangannya.


Steven harus mengalah jika itu bersangkutan dengan perusahaan karena dia tahu semua hal mengenai bisnis ada dalam kendali tuan Randi meski pun mereka dulu adalah teman kecil yang sangat dekat tapi kedekatan itu tetaplah tidak berlangsung hingga mereka dewasa dan justru kini mereka sudah seperti musuh bebuyutan serta saling membenci satu sama lain.


"Hah...dasar lemah, Ratu ayo cepat iku aku!" Ucap tuan Randi sambil berjalan pergi menghampiri mobilnya.


Di saat tuan Randi tengah memasukkan semua barang Ratu ke dalam mobil, Ratu justru masih berdiri mematung di samping Steven saat itu Ratu berdiam diri bukan karena dia tidak ingin meninggalkan Steven namun dia merasa sakit hati karena Steven lagi lagi lebih memilih urusan bisnis dibandingkan dirinya.


Meski Ratu sudah tak memiliki perasaan lagi kepada Steven namun setidaknya Steven tidak perlu menahan dan berebutut tentang dirinya dengan tuan Randi jika memang pada akhirnya tetap membuatnya pergi dan membiarkannya pada orang lain begitu saja, ketika melihat itu Ratu semakin sadar bahwa Steven belum berubah sepenuhnya dia masih terlalu takut untuk jadi miskin dan masih tidak bisa diandalkan olehnya.


"Eh..Ratu kenapa kau masih di sini apa kamu tidak ingin pergi dengannya?, Jika begitu ayo kamu bersamaku saja biarkan dia membawa barangmu" ucap Steven dengan penuh percaya diri.


Ratu menatapnya tanpa ekspresi dan dia semakin tidak menyukai Steven, mendapatkan tatapan datar dan tajam dari Ratu yang baru dia dapatkan lagi setelah beberapa tahun lalu Steven mulai merasa bingung dan kembali menanyakannya pada Ratu.


"Ratu...ada apa kenapa menatapku semenyeramkan itu apa ada dari kalimatku yang melukai hatimu?" Tanya Steven,


"Ada. Dan itu banyak sampai aku muak melihatmu lagi dan mulai sekarang berhentilah bersikap baik padaku!" Ucap Ratu dengan tegas lalu dia segera pergi meninggalkan Steven.


Steven hanya menatap kepergian Ratu dengan perasaan yang heran dan bingung dia menggaruk kepalanya pelan dan berteriak memanggil Ratu berusaha menghentikannya, tapi sayangnya tuan Randi sudah bergerak mengambil kesempatan itu dengan cepat.


"Ratu...tunggu...apa yang kau bicarakan?, Apa maksudnya itu... Ratu tunggu" teriak Steven berusaha mengejar Ratu dan hampir saja meraih tangan Ratu untuk menahannya.

__ADS_1


Tapi tuan Randi jauh lebih cepat dia mengandeng lengan Ratu sedetik lebih cepat dari pada Steven dan langsung membukakan pintu mobil serta mempersilahkan Ratu untuk masuk dengan lembut.


"Silahkan masuk calon istriku" ucap tuan Randi dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.


Untuk membuat Steven pergi dan berhenti mengejarnya Ratu pun ikut memanfaatkan situasi tersebut dan membalas ucapan tuan Randi dengan senyum manis yang dia buat semaksimal mungkin, tapi meski Ratu sudah berusaha keras memperlihatkan senyum senatural mungkin tetap saja tuan Randi bisa melihat dengan jelas mana senyum asli yang tulus dan mana yang hanya hiasan semata.


"Hah...dia bahkan bisa berpura pura menciptakan senyum palsu demi pria itu, sangat menjengkelkan!" Gerutu tuan Randi di dalam hatinya yang sudah sangat meledak ledak tak terkendali.


Tuan Randi langsung menutup pintu mobil dan mendorong Steven dengan bahunya sendiri cukup keras.


"Minggir kau membuat jalanku kotor!" Ucap tuan Randi dengan tatapan sinis pada Steven.


Sedangkan Steven memegang sebelah bahunya yang cukup merasa sakit serta ngilu karena di tabrak oleh tuan Randi dengan kekuatan cukup kuat.


Walau sudah di berikan peringatan oleh tuan Randi, Steven tetap tidak merasa heran sedikitpun dia tetap berusaha menahan Ratu dengan mengetuk jendela mobil dengan tangannya dan meminta penjelasan pada Ratu.


"Tok...tok...tok...Ratu buka dulu aku perlu bicara, aku mohon jelaskan apa maksud ucapanmu, maafkan aku Ratu jika aku salah...Ratu...tok..tok" teriak Steven berusaha keras.


Ratu tetap tak ingin membukanya dan tidak mau memberikan kesempatan apapun untuk Steven lagi, tuan Randi yang melihat ekspresi wajah Ratu murung dan lesu dia sangat memahaminya jika itu di sebabkan oleh Steven sehingga tuan Randi menginjak pedal gas mobilnya secara tiba tiba dan membuat Steven jatuh ke tanah karena kehilangan keseimbangan dan hampir terserempet oleh bodi mobil.


Tuan Randi tertawa puas melihatnya dan terus melajukan mobilnya diiringi tawa yang puas sedangkan Ratu langsung membalikkan badan melihat ke belakang untuk memastikan kondisi Steven di belakang sana.


"Ahaha...rasakan itu, aku senang sekali dia terjatuh cukup keras ahaha" ucap tuan Randi di sela sela tawanya,


"Ahh ..kak Steven...." Teriak Ratu yang kaget melihat Steven jatuh ke tanah dengan jelas.


Melihat tuan Randi yang begitu puas menertawakan Steven yang jatuh, Ratu pun menduga jika itu dilakukan oleh tuan Randi dengan sengaja sehingga dia terus menatap tuan Randi sambil menyipitkan matanya dan siap untuk memarahi tuan Randi saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2