PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Taman Hiburan


__ADS_3

"Jangan kak, kalau kakak membukanya atau mengintip sedikit saja ini tidak akan jadi kejutan, dan aku akan merasa sedih, apa kakak mau membuatku sedih" ucap Mala dengan wajah yang memelas.


Akhirnya Ratu pun mengangguk menuruti keinginan Mala dan tidak memberontak lagi, sampai ketika mereka keluar dari taxi dan Mala terus menuntun Ratu hingga sampai di sebuah tempat yang begitu ramai.


"Mala kita di mana sekarang, kenapa sepertinya ramai sekali?" Tanya Ratu dengan perasaan cemas,


"Tenang saja, ayo kak melangkah sedikit lagi ke depan" jawab Mala meyakinkan Ratu.


Ratu pun melangkah ke depan dengan perlahan dan Mala mulai menghitung mundur dari hitungan tiga sampai satu, lalu penutup mata itu pun dibuka.


"Tiga...dua...satu...jeng jeng jeng...." Ucap Mala membuka penutup mata Ratu,


Ratu langsung terperangah dan sangat kaget ketika melihat tiba tiba dia sudah berada di tengah tengah wahana taman hiburan, rasanya Ratu sangat merindukan tempat seperti ini, sudah sejak lama dia tidak pernah menginjakkan kaki ke tempat seramai dan se seru itu.


"Bagaimana apa kakak suka, tempat ini hanya buka di hari hari tertentu dan kebetulan aku tau jika hari ini tempatnya buka makanya aku membawa kakak ke sini untuk bersenang senang" ucap Mala menunggu respon dari kakaknya,


"Waahh....Mala ini luar biasa, tentu saja kakak sangat senang, kakak juga sudah lama tidak pernah ke taman hiburan lagi, ini sungguh mengingatkan kakak pada masa kecil" jawab Ratu sambil terus menatap kagum ke sekeliling wilayah di sana.


Mala menarik lengan Ratu dan mengajaknya untuk naik ke salah satu wahana kuda kudaan di mana di sana nampak ada beberapa remaja lain yang juga menaikinya.


"Kak ayo naik wahana itu aku sangat ingin mencobanya" ucap Mala sambil menarik lengan Ratu.


Ratu hanya bisa terus menuruti setiap keinginan Mala, mereka bermain dengan puas dan begitu gembira, semua beban dan pikiran yang sempat membuat Ratu gundah gulana tiba tiba saja menghilang seketika.


Ratu nampak begitu ceria dan tersenyum dengan lepas, begitu pula dengan Mala yang bersorak kegirangan dan begitu aktif saat itu.


Kebahagiaan diantara mereka berdua begitu terpancar jelas, bahkan Mala terus mengajak Ratu untuk mencoba beberapa wahana lainnya, sampai ketika Mala mengajak Ratu menaiki bianglala untuk menyaksikan matahari terbenam dari atas sana, Ratu menolaknya karena dia takut dengan ketinggian.

__ADS_1


"Kak...ayo naik itu, ayoo sebentar lagi matahari akan tenggelam pasti akan sangat indah jika di lihat dari atas sana" ucap Mala menarik lengan Ratu namun Ratu tidak bergerak sedikitpun.


Ratu menelan salivanya dengan susah payah dan dia menatap ke arah bianglala yang begitu tinggi di atas sana, dia terus membayangkan posisinya ketika berada di puncak, dan Ratu langsung kaget menyadarkan dirinya.


"Kak, kakak kenapa?, Ayo aku ingin naik itu kak" tambah Mala yang belum mengetahui bahwa Ratu fobia ketinggian,


"A..ahh..Mala maafkan kakak sebaiknya kakak menunggu di bawah saja, jika kamu ingin naik, sudah kamu naik saja sendiri kakak sudah lelah" jawab Ratu berusaha menolak dengan halus,


Wajah Mala langsung berubah drastis dia menunduk lesu dan menekuk wajahnya dengan murung, Ratu yang melihat perubahan ekspresi Mala dia pun merasa tidak enak dan tidak tega ketika melihatnya.


"Ayo dong kak, aku sangat ingin menaikinya, anggap saja ini terakhir kalinya aku meminta sesuatu pada kakak" ujar Mala sambil memohon dan memegangi lengan Ratu,


Ratu pun terpaksa berusaha memberanikan dirinya dan dia mengangguk menyetujui keinginan Ratu, Mala begitu senang dan dia langsung berlari lebih dulu seperti anak kecil yang kegirangan.


Ratu menyusulnya dan berusaha mengoptimalkan nafas dan mengontrol rasa takut dalam dirinya, meski Ratu tau sebelumnya dia belum pernah melawan rasa takutnya sekalipun tapi demi Mala dia rela melakukan itu.


Setelah dirasanya agak tenang Ratu pun mulai naik dan masuk ke dalam bianglala tersebut dia duduk berhadapan dengan Ma sampai bianglala mulai melaju dengan perlahan, Ratu kaget saat bianglala pertama kali melaju dia langsung memegang kursi dengan erat dan wajahnya berubah menjadi tegang.


Mala mulai merasa ada yang aneh pada Ratu dia pun berpindah duduk ke samping kakaknya dan mulai memegangi pundak serta lengan Ratu, Mala juga mulai panik dan bertanya tanya mengenai kondisi Ratu karena wajah Ratu mulai berubah dan berkeringat.


Tangan Ratu juga bergetar cukup hebat sampai Mala mulai semakin panik melihatnya.


"Kak....kak....kakak ada apa denganmu, kenapa wajahmu sepucat itu, dan kenapa tangan kakak gemetar begini?" Tanya Mala bertubi tubi.


Ratu perlahan mulai menatap Mala dan dia merasa sedikit pusing di kepalanya, dia sudah tidak tahan, penglihatannya mulai kabur dan dia seketika kehilangan kesadarannya.


"Kak..kakak...bangun kak, kak ada apa denganmu..." Teriak Mala begitu panik.

__ADS_1


Saat itu bianglala yang Meraka naikki tengah berada di puncak ketinggian dan Mala berteriak dengan kencang meminta sang penjaga wahana untuk segera menurunkan mereka.


Seketika semua orang menjadi panik karena mendengar teriakkan Mala dan sang penjaga pun segera menurunkan mereka secepat mungkin, sesampainya di bawah Mala langsung meminta bantuan orang orang dan membawa Ratu ke rumah sakit terdekat.


"Kak....maafkan aku kak, hiks hiks..." Ucap Mala sambil mendorong Ratu masuk ke dalam ruang pemeriksaan.


Mala sangat panik dan ketakutan dia tidak tau harus berbuat apa dan meminta bantuan kepada siapa, dia pun duduk di luar ruangan menunggu dokter selesai memeriksa kakaknya.


Hingga beberapa saat kemudian, dokter keluar dari dan menemui Mala.


"Dok...bagaimana keadaan kakak saya, apa dia baik baik saja?" Tanya Mala dengan penasaran,


"Tenang saja, kakak anda baik baik saja dia hanya syok berlebihan sepertinya dia mengalami itu karena melawan hal yang dia takuti, sebaiknya anda memberitau dia untuk tidak memaksakan hal yang tidak bisa dia lakukan" jawab dokter menjelaskan.


Mala bingung dan dia hanya bisa mengangguk dan berterimakasih kepada dokter tersebut, Mala pun langsung masuk ke dalam ruangan rawat di sana dan menemui Ratu yang baru saja sadar dari pingsannya.


"Kak...syukurlah kakak sudah sadar, aku sangat mengkhawatirkanmu" ucap Mala sambil menggenggam lengan Ratu dengan erat,


Mata Mala juga berkaca kaca dia sungguh tidak sanggup menahan kecemasan dan kesedihan di dalam dirinya, melihat Ratu seperti tadi tentu saja Mala begitu panik dia sangat takut terjadi sesuatu pada kakaknya.


Ratu tersenyum kecil lalu mengusap lembut kepala Mala dan berkata kepadanya memberikan ketenangan.


"Sudah...jangan berlebihan seperti ini, kakak baik baik saja kamu tidak perlu khawatir sampai seperti ini" jawab Ratu dengan lembut,


"Kak, bagaimana aku tidak khawatir, kakak tidak tiba saja pingsan seperti tadi, tentu saja aku panik tak karuan" jawab Mala dengan wajah yang masih syok.


Ratu hanya tersenyum melihat wajah Mala yang begitu mengkhawatirkannya di sisi lain Ratu begitu senang karena kini dia bisa merasakan kasih sayang yang begitu besar dari Mala, namun Mala justru mulai merasa aneh karena ucapan dokter sebelumnya dan dia pun mulai menanyakannya kepada Ratu.

__ADS_1


__ADS_2