PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
LESU


__ADS_3

waktu terus berlalu begitu cepatnya, detik berganti menit dan menit berganti jam juga begitu seterusnya banyak penderitaan dan siksaan yang dialami ratu juga bi ina selama ini, namun apa yang bisa mereka lakukan sekalipun mereka punya bukti yang kuat astrid dan diva bisa menyewa pengacara yang handal dengan uang yang mereka miliki berbeda dengan ratu juga bi ina yang kini tak punya apa apa, keseharian merekapun hanya diberi makanan sisa astrid dan diva saja bahkan kini tabungan milik ratu sudah semakin menipis hingga dia tak punya bekal untuk jajan di sekolah, sementara besok adalah hari ujian nasional dan semua siswa harus melunasi uang dsp barulah bisa mengikuti ujian, ratu hanya bisa termenung karena tidak tau apa yang harus dia lakukan esok hari, seandainya dia meminta uang pada diva untuk biaya sekolahnya jelas diva tidak akan memberinya dan jika dia bekerjapun diva tetap tak mengijinkannya keluar rumah selain sekolah itupun karena ratu dijadikan supir untuk anak kesayangannya astrid. akhirnya ratu memberanikan diri untuk meminta izin bekerja di luar pada diva.


permisi, nyonya (ucap ratu sambil menunduk dihadapan diva)


apa hah, cepat bicara aku tak punya banyak waktu bicara dengan babu sepertimu hahahaha (jawab diva sambil tertawa keras)


saya hanya ingin meminta izin, apakah boleh jika saya bekerja diluar, karena saya sangat memerlukan uang untuk biaya sekolah saya (ucap ratu dengan perasaan was was)


hahahaha....kamu ini b*** atau apa sih, masih saja meminta izin soal hal seperti ini, saya kan sudah bilang kau babu di sini dan tidak bisa keluar dari rumah ini selain ke sekolah dan mengantar astrid, paham! (ucap diva sambil melotot ke arah ratu)


saya paham nyonya diva, tapi.. (ucap ratu yang terpotong oleh diva)


sudah pergi sana sebelum saya mengusirmu dan babu tua kesayangamu itu dari rumah mewahku ini (teriak diva tanpa menatap ke arah ratu dia hanya fokus dengan ponsel di tangannya saja)


ratupun pergi meninggalkan diva tanpa sepatah katapun, karena dia juga sudah tau pasti diva dan astrid akan selalu membuat hidupnya menderita dari hari ke harinya.


saat hendak beranjak ke kamar, ratu berpapasan dengan bi ina.

__ADS_1


non ratu kenapa?


apa ada masalah ayo cerita sama bibi, siapa tau nanti bibi bisa bantu non (ucap bi ina sambil menarik tangan ratu lalu mendudukannya di kursi depan meja makan)


gak ada apa apa ko bi, ratu cuman lagi bingung aja harus cari uang ke mana sementara besok ratu harus ujian, tapi ratu belum punya uang untuk bayar dsp nya bi (ucap ratu sambil menunduk)


non ratu tenang aja bibi masih punya tabungan dan gaji dari nyonya jadi non ratu pakai uang bibi saja ya (ucap bi ina)


tidak usah bi, sebaiknya bibi kumpulin terus uang itu untuk kita pindah dari rumah ini dan untuk modal usaha kita nanti, bibi gak mau kan kita terus di jajah di sini (ucap ratu lesu)


baiklah non, kalo itu mau enon bibi ikut aja (ucap bi ina)


kasihan non ratu, padalah seharusnya sekarang dia yang mengurus perusahaan ayahnya dan hidup serba cukup, tapi justru malah menderita begini (gumam bi ina)


dunia seakan sedang menguji keimanan ratu akan yang maha kuasa, takdir sedang bermain main dengannya semua impian dan cita citanya kini harus dia pendam karena untuk melunasi dsp saja ratu tidak mampu apalagi melanjutkan sekolahnya ke universitas, jika dapat beasiswa pun tetap saja dia tidak punya uang untuk hidup kesehariannya nanti, sekarang yang ada dalam pikirannya hanya 1 yakni cara untuk terbebas dari dekapan astrid dan diva, ratu bagaikan burung yang dikurung dalam sangkar dan hanya diberi makan seadanya saja, namun tenaganya terus mereka kuras sampai habis tidak hanya itu batinnyapun tersiksa.


semenjak kepergian sang ayah tercinta ratu hanya diberi makan 1 kali sehari dan ratu lebih banyak mengurung diri di kamar sambil belajar karena hanya itulah yang dapat dia lakukan agar bisa melupakan sedikit ingatannya akan penderitaan, mungkin ini adalah jalan sekaligus ujian menuju kesuksesan untuk seorang ratu.

__ADS_1


sementara hubungan pura puranya bersama steven terus berjalan dan mengalir bagaioan air, tapi ratu tak terlalu ambil pusing dengan semua itu dan bahkan ratu tak pernah menghiraukan perlakuan steven padanya saat di sekolah.


malam terus berlalu, suasana sunyi menyelimuti malam itu tepat di kamar ratu dia sudah terbaring dan bersiao tidur sambil menutup matanya, begitupun dengan bi ina yang tidur di samping ratu.


...****************...


keesokan paginya nampak ratu sudah berpakaian rapih dan bi ina yang sudah turun kebawah untuk mulai bekerja, ratu berjalan dengan penuh beban, wajahnya begitu muram dan lesu, dia berjalan menuruni tangga dan langsung pergi ke mobil menunggu astrid yang sedang sarapan, ratu bukannya tak ingin sarapan namun memang dia hanya diijinkan makan sekali sehari itupun setelah dia pulang sekolah, saat sedang menunggu astrid tiba tiba ponselnya berbunyi, ternyata itu panggilan telpon dari steven.


hai, cantik selamat pagi (ucap steven di sebrang sana)


iya pagi, ada apa ka, tumben nelpon sepagi ini (jawab ratu jutek)


aku cuman mau ngasih tau, kalo aku gak bakal masuk sekolah selama ujian berlangsung, soalnya aku harus mempersiapkan untuk melanjutkan kuliah, jadi nanti aku tidak bisa mengantarmu pulang, tapi kau bisa pulang dengan zidan dia yang akan menggantikanku di sekolah (jelas steven panjang)


oh iya ka, gakpapa lagian mulai sekarang aku juga gak bisa pulang bareng kaka lagi, soalnya sekarang aku supir astrid ka (ucap ratu)


ya sudah, nanti aku hubungi lagi ya dahhhhh (ucap steven lalu memutuskan panggilannya)

__ADS_1


ratu kembali memasukkan ponselnya kedalam tas sekolah dan langsung membukakan pintu mobil untuk astrid, ratu segera masuk juga di kursi kemudi dan mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang menuju sekolah mereka tercinta.


tak butuh waktu lama merekapun sudah sampai di halaman sekolah dan ratu langsung memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil zidan, seperti biasa layaknya seorang supir ratu keluar dari mobil dan berlali untuk membukakan pintu bagi penumpangnya, ratu yang biasanya bisa melawan pada siapapun tapi kini dia tak bisa berkutik sedikitpun pada astrid dan diva, nampak astrid sudah berjalan beriringan dengan teman teman hitsnya sementara ratu berjalan dengan lesu karena bingung akan nasibnya untuk ujian akhir ini.


__ADS_2