PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Pengakuan Mala


__ADS_3

Setelah berhasil menggertak dan membuat sekretaris Han ketakutan setengah mati, Mala segera bergegas kembali pulang ke rumahnya, saat dia tiba rupanya Ratu sudah bangun dan Ratu menatap penuh curiga kepada Mala yang pulang ke rumah sepagi itu ditambah membawa koper juga tas miliknya.


"Mala kamu dari mana saja dan ini, kenapa bisa ada padamu?" Tanya Ratu sambil membantu Mala memasukkan barang miliknya,


Mala sedikit gugup dan ragu saat ingin mengatakan semuanya pada Ratu tapi dia juga tidak bisa terus menutupinya.


"Begini kak, sebenarnya tadi pagi pagi sekali aku berangkat mengambil semua barang kakak dari seorang pria yang sangat menyebalkan, awalnya dia menelpon pada ponsel kakak dan aku yang mengangkatnya karena semalam kakak sudar tidur, maaf yah kak aku lancang menjawab telpon kakak" ucap Mala meminta maaf dan merasa tidak enak,


"Tidak papa Mala kamu kan adikku, tapi apa orang yang kau bilang menyebalkan itu tuan Randi?" Tanya Ratu pesanan,


"Bukan kak, kalau tuan Randi aku juga tau wajahnya, kalo ini dia itu bertubuh tinggi, kekar tapi sangat cerewet dan penakut, dia juga cukup tampan sih hanya saja mulutnya itu euhhh aku sangat ingin membungkam atau menyobeknya dengan kedua tanganku" ucap Mala dengan mempraktekkan kekesalannya.


Saat memperhatikan dan mendengarkan ciri ciri orang tersebut dari Mala, pikiran Ratu langsung terpusat pada sekretaris Han karena sudah pasti di dekat tuan Randi hanya ada satu orang yang seperti itu.


"Apa jangan jangan orang yang kamu maksud sekretaris Han yah" ucap Ratu menebak,


"Coba aku mau lihat potonya" ujar Mala,


Ratu pun menunjukkan foto sekretaris Han dari ponselnya dan Mala langsung mengangguk heboh.


"Nah...iya benar dia orangnya, ahaha...aku puas sekali sudah menjahilinya tadi, ahhh kalau saja kakak tau...." Ucap Mala tertahan karena dia baru sadar kalau Ratu tau dia pasti dalam masalah.


Ratu menatap curiga saat Mala tiba tiba berhenti bicara dan tidak melanjutkan ucapannya lagi, padahal awalnya dia sangat heboh serta antusias membicarakan soal sekretaris Han dan yang dia lakukan di sana pada Ratu.


"Mala kenapa kamu tiba tiba diam, apa yang sudah kamu lakukan pada sekretaris Han?" Tanya Ratu mulai cemas,


"A..ah...tidak kak, aku...itu aku....hanya" ucap Mala terbata bata dan ragu,

__ADS_1


"Apa Mala cepat katakan!" Ucap Ratu tak sabar,


"Aku memukul wajahnya sampai hidungnya berdarah dan sedikit menggertak juga mengancamnya....tapi aku melakukan itu karena mau membela kakak, aku tidak terima dia berbicara sangat kasar pada kakak di telpon apalagi saat aku tau tuan Randi memperlakukan kakak seenaknya seperti ini, aku tidak terima" jawab Mala menjelaskan semuanya,


"Astaga...Mala kamu ini ada ada saja" jawab Ratu menggelengkan kepala sambil memijat keningnya,


"Maaf kan aku yah kak, aku juga berkata pada sekretaris Han kalau kakak tidak akan bekerja lagi dengan tuan Randi" tambah Mala yang membuat Ratu kembali kaget.


"APA?, ya ampun Mala, kalau kakak tidak bekerja pada tuan Randi darimana kakak membiayai hidup kita" ucap Ratu yang sudah kebingungan dan tak tahu harus berbuat apa lagi.


Mala terus tertunduk dan meminta maaf dia sungguh merasa bersalah pada kakaknya namun dia sudah terlanjur mengancam dan mengatakannya dengan lantang pada sekretaris Han tadi pagi, ucapan yang sudah dia lontarkan tidak akan bisa dia tarik kembali.


Ratu masuk ke dalam kamarnya dan dia mengambil tas juga amplot coklat ditangannya, Mala menahan Ratu sebelum dia sempat keluar dari rumah.


"Kak, kakak mau kemana?" Tanya Mala,


"Kakak mau mencari pekerjaan di tempat lain, bukankah tidak mungkin untuk kakak bekerja lagi di perusahaan tuan Randi" jawab Ratu lesu,


"Tidak papa Mala, lagi pula kakak juga memang sudah tidak ingin bekerja bersama tuan Randi lagi, dan kakak juga tidak menyukai sekretaris Han" jawab Ratu sambil tersenyum,


"Kalau begitu kenapa kakak tadi terlihat putus asa dan kesal?" Tanya Mala heran,


"Kakak kesal karena kamu melakukan kekerasan pada sekretaris Han, dan sebaiknya kamu meminta maaf padanya kakak tidak mau meninggalkan jejak buruk meski kakak dan dia selalu bermusuhan, tapi bukan berarti kejahatan harus dibalas dengan kejahatan juga, kamu pahamkan maksud kakak" ucap Ratu memberikan nasehat pada Mala.


Mala pun mengangguk mengerti.


"Baik kak, nanti Mala akan meminta maaf pada pria menyebalkan itu" ucap Mala bersungguh sungguh.

__ADS_1


Ratu senang Mala anak yang baik dan selalu menuruti ucapannya, Ratu pun berpamitan pada Mala dan pergi mencari pekerjaan di tempat lain.


Sebenarnya Ratu merasa sedikit sedih karena harus kehilangan pekerjaan yang memiliki upah besar namun mengingat kejadian tadi malam, Ratu menjadi enggan untuk kembali bekerja dengan orang orang seperti mereka, dia juga sudah bertekad di dalam hatinya tidak akan tergiur lagi dengan tawaran dari tuan Randi.


Seperti dugaannya mencari pekerjaan di akhir bulan dan di jaman seperti sekarang sangatlah sulit ditambah dia hanya memiliki ijazah SMA karena kuliahnya saat itu berhenti di tengah jalan, itu semakin menyulitkan Ratu untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan tepat baginya.


Sudah seharian Ratu kesana kemari memasukkan berkas lamaran ke beberapa perusahaan, toko toko juga tempat lainnya namun belum ada satupun dari mereka yang langsung menerimanya padahal Ratu sangat membutuhkan pekerjaan.


Hingga tengah beristirahat di pinggir jalan tak sengaja Ratu bertemu dengan Zidan, saat itu Zidan tengah mengemudi mobil hendak pergi ke tempat proyek yang tengah dia jalankan namun saat berhenti di lampu merah dia melihat Ratu duduk seorang diri di tepi jalan dia pun segera mengesampingkan mobil yang dia kemudikan dan dia segera menghampiri Ratu.


"Ratu...." Teriak Zidan menyapanya,


"Zidan kenapa kau ada di sini?" Tanya Ratu heran,


"Tadi aku hanya kebetulan lewat dan melihatmu di sini sendiri makanya aku menghampirimu" jawab Zidan,


"Oh begitu" balas Ratu dengan senyum tipis,


"Tapi kenapa kamu di sini seorang diri ini kan masih jam kerja, bukankah seharusnya kamu di kantor Randi?" Tanya Zidan penasaran,


"Aku berhenti, dan tidak akan pernah bekerja bersama dia lagi" jawab Ratu sambil menunduk sedih,


Zidan kaget saat mendengar kabar tersebut dari Ratu dia juga penasaran kenapa Ratu sampai melakukan itu namun melihat wajah Ratu yang murung Zidan pun tidak sampai hati untuk menanyakan semua ke penasarannya lebih dalam lagi.


"Ratu apa kamu sedang mencari pekerjaan sekarang?" tanya Zidan,


"Iya aku baru saja selesai memasukkan semua lamaran ke berbagai tempat" jawab Ratu berusaha tegar,

__ADS_1


"kenapa kamu tidak bilang padaku lebih dulu, kamu bisa bekerja denganku sebagai sekretaris ku, kebetulan aku tidak ada sekretaris sekarang" ucap Zidan menawarkan pekerjaan,


Ratu langsung terlihat berenergi dan dia menatap lekat ke arah Zidan seakan tidak percaya dengan ucapan yang dilontarkan oleh Zidan sebelumnya.


__ADS_2