
Lama Ratu berbaring di sofa ruangan sekretaris Han dan sudah hampir 2 jam lebih berlalu namun sekretaris Han belum kembali juga, sampai akhirnya karena bosan Ratu pun bangkit dan berjalan melihat pemandangan dari jendela ruangan sekretaris Han dan menatap ke arah jalanan yang ramai oleh lalu lalang kendaraan.
"Wahh....aku baru tau ternyata pemandangan kota bisa secantik ini jika dilihat dari ketinggian," ucap Ratu sambil tersenyum dan terpukau dengan pemandangan di depannya.
Tiba tiba saja saat tengah mengamati keramaian kota dan lalu lintas seseorang memegang tangannya dan membalikan batannya tiba tiba.
"Apa kau baik baik saja?," tanya tuab Randi dengan wajah cemas memegang kedua pundak Ratu.
"Memangnya aku kenapa?, aku baik baik saja," jawab Ratu dengan memasang wajah bingung dan polosnya.
Tuan Randi menghirup udara lega dan berkacak pinggang lalu menatap wajah sekretaris Han dengan kedua alisnya yang hampir menyatu, Ratu bisa memahami eksfresinya bahwa saat itu pasti tuan Randi sedang kesal dan hendak memarahi sekretaris Han saat tuan Randi membalikan badannya menatap tajam ke arah sekretaris Han, Ratu langsung berjalan ke hadapan tuan Randi dan menghalangi sekretaris Han dengan cara menghalangi tubuh sekretaris Han dengan tubuh kecilnya.
"Tuan memangnya ada apa, kenapa tiba tiba menanyakan keadaan saya?," tanya Ratu sengaja mengalihkan pandangan tuan Randi.
"Minggir!," titah tuan Randi dengan wajah datarnya yang menyeramkan.
Ratu pikir dengan dia bertanya seperti itu tuan Randi akan mengalihan tatapannya namun ternyata tidak bahkan dia malah menyuruhnya menyingkir tanpa menatap dirinya sedikitpun dan fokus pada sekretaris Han sebagai targetnya.
"Ahh...bagaimana ini, pasti terjadi sesuatu diantara mereka aku harus memisahkannya tapi bagaimana?," gumam Ratu merasa bingung.
Tuan Randi yang melihat Ratu malah menunduk dan tetap diam di tempat bukannya menyingkir dia pun menarik lengan Ratu dan menyingkirkannya sendiri dengan kasar.
"E...e..ehhh...tuan Randi tunggu jangan memarahi sekretaris Bay," ucap Ratu mencoba menghalangi tuan Randi sebisanya.
__ADS_1
Mendengar Ratu yang membela sekretaris Han dan dengan beraninya memerintah dirinya, Randi pun membalikan badannya dan menatap pada Ratu sambil berjalan mendekatinya.
Ratu ketakutan dan sangat tegang dia hendak mundur namun sudah terpentok di dinding.
"Dari mana kau tau aku akan memarahinya?," ucap tuan Randi.
"I..itu karena aku tau dari eksfresimu, dan aku memisahkannya karena aku tidak mau melihat sekretaris Han berkelahi dengan tuan Randi sebab kalian adalah fartner kerja," ucap Ratu berkata jujur dan mengungkapkan alasannya.
Randi pun menghenbuskan nafas kasar dan mengontrol emosinya setelah mendengar ucapan Ratu tadi dia pun mencoba menahan diri untuk tidak memarahi sekretaris Han saat ini dan memaafkannya untuk yang pertama dan terakhir kalinya.
"Kau beruntung hari ini Han, lain kali jangan pernah memberikan hukuman pada Ratu tanpa izin dariku, apa kau paham!," ucap sekretaris Han.
"Baik tuan," jawab sekretaris Han sambil menunduk memberi hormat.
"Kau adalah pengecualian dari semua orang yang dekat dengaku, jadi kau tidak perlu menunduk seperti yang lain apa kau paham?," ucap tuan Randi berkata lembut namun eksfresinya tetap dingin.
Ratu menelan salivanya karena dia bingung dia hanya bisa menatap tuan Randi penuh tanya lalu dia mengangguk dan dia mengikuti tuan Randi ke ruangannya, seperti biasa lagi lagi Ratu harus duduk di hadapan tuan Randi dan menatapnya sepanjang mengerjakan pekerjaan di kantor.
Randi yang ditatap oleh Ratu lama kelamaan dia pun menjadi salah tingkah sendiri dan merasa gugup tak karuan sehingga dia malah bersikap aneh dan menyuruh Ratu agar tidak menatapnya lagi dan melakukan pekerjaan lain.
"Heh!, berhentilah menatapku seperti itu, kerjakan pekerjaan lain," ucap tuan Randi.
Ratu pun bangkit dan mencoba untuk melakukan pekerjaan lain dengan membereskan buku buku ke rak dan menatanya dengan rapih lalu membantu tuan Randi menata dokumen yang baru selesai di print hingga setelah semuanya sudah rapih dan pekerjaan tuan Randi akhirnya bisa selesai lebih cepat dari biasanya, karena haus Randi menyuruh Ratu untuk membuatkannya kopi di dapur, Ratu pun pergi ke dapur dan saat tengah menyeduh kopi temannya Cici berjalan ke arah Ratu dan mengamatinya dengan seksama dari atas sampai bawah sampai Cici berteriak keras dan menutup mulutnya yang menganga dengan mata yang melotot sempurna.
__ADS_1
"Haaaaaaahhhhhhh.....Ratu?, apa ini beneran Ratu teman opice grils ku?," teriak Cici sangat keras.
Ratu tersenyuk dan mengangguk mengiyakan apa yang ditanyakan oleh Cici padanya.
"Wahhhh....hebat, bagaimana bisa kamu bekerja sebagai cleaning service memakai pakaian serapih ini, apa kau mau menggoda para staf yah hahahaha....ayo ngaku....," ucap Cici menggoda Ratu.
Cici mengira Ratu masih bekerja sebagai cleaning service sama sepertinya makanya dia malah tertawa dan menggoda Ratu seperti itu.
"Haha...kamu ini ada ada saja tentu saja tidak aku sekarang sudah naik jabatan,........jadi asisten pribadi CEO Randi," ucap Ratu dan berbisik pelan saat mengatakan jabatannya di perusahaan saat ini.
Cici benar benar melohok dan membuka mulutnya semakin besar sambil memegangi dadanya yang syok dan hampir pingsan mendengar ucapan Ratu tadi.
"Astaga....astaga...bagaimana bisa secepat itu dan jabatanmu tinggi sekali bahkan melebihi sekretaris Han, bagaimana bisa Ratu?," tanya Cici yang tak habis pikir dan kagum dengan Ratu.
"Ceritanya panjang, sudah yah aku harus bawa ini ke ruangan tuan Randi, bye Cici," ucap Ratu dan berlalu pergi.
"Wahhh........dia benar benar hebat, bagaimana bisa begitu aku harus menanyakan caranya agar aku juga bisa cepet naik jabatan, masa terus jadi ob sih," ucap Cici sambil memegangi pel lan di lengannya.
Sedangkan Ratu terus saja tersenyum sendiri dan merasa geli saat mengingat wajah Cici tadi yang begitu syok dan nampak sulit mempercayai apa yang terjadi padanya, Ratu memang sangat dekat dengan Cici dari sejak awal dia bekerja di perusahaan itu, apalagi saat ini hanya Cici lah satu satunya teman yang masih mau bicara dan dekat dengannya, walaupun Ratu masih punya Seli tapi dia sudah putus komunikasi dengan Seli apalagi ponselnya rusak parah dan tidak mungkin untuk di perbaiki bahkan hidup saja tidak.
Saat sampai di ruangan tuan Randi Ratu langsung menaruh kopi buatannya tadi di atas meja.
"Tuan ini kopimu," ucap Ratu sambil menaruhnya dengan hati hati.
__ADS_1
Saat Ratu hendak duduk di sofa dia melihat tasnya yang tergeletak di sana diapun mengambilnya dan memeriksa isi tas itu.