
Setelah akal akalannyang dia lakukan ketahuan oleh Ratu alhasil Zidan akhirnya melajukan mobil dengan kecepatan normal karena dia tidak mau membuat Ratu semakin curiga dan berpikiran atau menduga yang aneh aneh akan dirinya.
Akhirnya setelah cukup lama diperjalanan mereka sampai juga, Ratu keluar dari mobil dan dia juga mengajak Zidan untuk masuk dulu ke dalam rumah.
"Zidan ayo masuk dulu, Mala sudah masak banyak kita makan malam bersama" ajak Ratu menawarkan,
"Ahh ... Tidak perlu repot-repot Ratu, aku sudah ada janji dengan orang lain, sepertinya aku harus segera kembali" ucap Zidan menolak dengan halus,
"Ya sudah kalau begitu, terimakasih yah sudah mau mengantarku dan menghiburku tadi aku sangat menikmatinya" jawab Ratu berterimakasih.
Zidan tersipu mendengar ucapan dari Ratu dan dia segera pergi berpamitan pada Ratu, saat mobil Zidan sudah pergi jauh hingga tak terlihat di pandang mata barulah Ratu masuk ke dalam rumah dan menemui Mala.
Saat Ratu masuk ternyata apa yang dikatakan oleh Mala sebelumnya benar di atas meja sudah banyak sekali makanan yang tersaji, dan semuanya nampak lezat.
"Wahhh.....dalam rangka apa kamu sungguh menyiapkan banyak makanan seperti ini, kita kan hanya tinggal berdua Mala" ucap Ratu sambil duduk di kursi,
"Tidak papa kak sekali kali kan juga bagus kita sedikit menikmati makanan lezat" jawab Mala sambil mengambilkan beberapa lauk juga nasi pada piring Ratu.
Ratu sangat senang malam itu dan mereka menikmati semua makanan di atas meja hingga kenyang lalu, saat selesai makan Mala menanyakan kabar apa yang ingin Ratu sampaikan padanya.
"Kak sebelumnya tadi di telpon kakak bilang ingin memberitahu ku kabar bahagia, memangnya kabar apa aku sudah sangat penasaran menunggunya sejak tadi" ucap Mala antusias,
"Oh sebenarnya ada dua kabar yang satu kabar baik dan satunya kabar buruk kamu mau kakak memberitahumu yang mana lebih dulu?" Jawab Ratu dan kembali bertanya,
"Aku mau kabar buruk dulu deh" jawab Mala,
"Ayah tuan Randi meninggal dunia siang tadi, kakak juga sempat datang ke pemakamannya namun sepertinya ibu Wulan masih sangat membenci kakak" jawab Ratu kembali sedih ketika mengingat kejadian itu,
"Innailaihi, kenapa tiba tiba kak?, Padahal tuan Atmaja kan masih cukup kuat bahkan dia masih sanggup berpergian ke luar negeri" ucap Mala yang juga tidak menyangka,
__ADS_1
"Ya...begitulah hidup kita tidak pernah tau kapan kita akan menghadap sang pencipta, makanya kakak mau kamu kuliah dengan benar dan sukses di masa depan agar kelak jika kakak pergi kamu sudah bisa menghidupi dirimu sendiri dan tidak akan kekurangan apapun untuk hidupmu" jawab Ratu memberikan petuah,
"Iya kak, Mala janji akan selalu belajar dengan tekun dan baik, lalu kabar bahagianya apa kak?" Ucap Mala bertanya lagi,
"Kabar bahagianya kakak sudah mendapatkan pekerjaan dan kamu tau dengan siapa kakak bekerja sekarang" ucap Ratu sengaja membuat Mala semakin penasaran,
"Siapa kak?, Cepat katakan!" Ucap Mala tak sabar,
"Dengan Zidan, dia adalah orang baik dan pria yang selalu membantu kakak sejak dulu, dia juga pria pertama yang menemukan keberadaan kakak, kakak sangat senang bisa bekerja dengan dia" jawab Ratu sambil tersenyum merekah,
"Wahh.....bagus lah kak, menurutku juga kak Zidan jauh lebih baik dari pada kakak harus bekerja bersama tuan Randi, mungkin tuan Randi baik namun ada sekretaris Han dan ibunya yang seperti nenek lampir aku akan banyak khawatir jika kakak masih di sana" jawab Mala turut bahagia ketika mendengar kabar tersebut.
Ratu hanya menanggapinya dengan tawa kecil karena melihat reaksi Mala ketika membicarakan sekretaris Han yang begitu dia benci.
"Lagian kenapa sih kakak gak bilang sama aku dari dulu kalau bekerja bersama tuan Randi ada sekretaris Han yang selalu mengganggu kakak, kalau aku tau dari dulu aku pasti sudah memberikan banyak pelajaran untuk orang menjengkelkan itu!" Ucap Mala penuh kebencian.
"Mala awas loh kamu jangan terlalu membenci sekretaris Han, nanti takutnya kamu justru malah menyukainya, bagaimana?" Ucap Ratu menggoda Mala,
"Iya...iya ..kakak percaya padamu, ya sudah kakak mau ke kamar dulu yah besok masih harus bangun awal dan bekerja, selamat malam Mala" ucap Ratu pergi ke kamarnya.
*****
Esokan paginya seperti biasa Ratu pergi bekerja namun bedanya kini dia bekerja di perusahaan milik Zidan dia nampak pergi dengan terburu buru karena hampir saja kesiangan, sedangkan hari ini kebetulan Mala tidak ada jadwal kuliah sehingga dia memutuskan untuk merawat dan memeriksa bunga bunga di kebun depan rumah mereka.
Ratu pergi setelah berpamitan pada Mala, dia pergi ke kantor menggunakan gojek dan untunglah bisa sampai dengan tepat waktu.
Saat tengah di kantor di berpapasan dengan Zidan yang saat itu juga nampak baru sampai di perusahaan setelah saling sapa mereka kembali bekerja di tempatnya masing masing.
Ratu sangat lihai dengan pekerjaan yang dia kerjakan dan nampak begitu semangat juga serius dalam mengerjakan semua pekerjaan yang diberikan oleh Zidan, kali ini Zidan akan mengadakan meeting bersama perusahaan pusat yang tak lain adalah perusahaan tuan Randi, karena Ratu sekarang adalah sekretaris Zidan otomatis dia juga akan pergi ke sana mendampingi Zidan.
__ADS_1
"Ratu.... Segera siapkan beberapa berkas untuk meeting di perusahaan pusat" ucap Zidan memberi perintah,
"Baik pak" jawab Ratu yang membuat Zidan menatapnya dengan kaget,
Saat Ratu hendak pergi Zidan memanggilnya lagi dan membuat Ratu kembali membalikkan badan dan bertanya.
"Tunggu!" Ucap Zidan,
"Iya, ada yang bisa saya bantu lagi pak?" Tanya Ratu nampak profesional,
"Ratu apa kamu tidak salah makan, kenapa memanggilku dengan sebutan pak?" Tanya Zidan membuat Ratu tersenyum,
"Maaf pak, tapi ini di kantor sudah sepantasnya saya memanggil anda bapak kan?" Jawab Ratu semakin menggoda Zidan,
"Ya ampun....iya iya aku paham sekarang, sudahlah kalau begitu, tapi ingat jika di luar kita teman yah dan berhenti memanggilku bapak rasanya aneh sekali" ucap Zidan.
"Iya baik pak, apapun yang anda perintahkan" jawab Ratu diakhiri dengan senyuman.
Dia pun segera kembali ke luar dari ruangan Zidan dan Ratu membereskan semua berkas yang di minta oleh Zidan, hingga selang beberapa saat Zidan, waktu untuk meeting tiba dan mereka pergi bersama menuju perusahaan tuan Randi, saat mau masuk ke dalam mobil Ratu meminta agar dia yang mengemudi karena kini dia yang menjadi sekretaris Zidan.
"Pak..mana kunci mobilnya biar saya yang menyetir" ucap Ratu sambil mengulurkan tangannya,
"Hah...kunci?, Menyetir?, Siapa yang memintamu menyetir, ayolah Ratu kamu masuk ke sebelah biar aku saja yang menyetir oke" jawab Zidan penuh pertanyaan,
"Pak...saya ini kan sekretaris anda di mana mana yang menyetir itu sekretarisnya kan bukan bosnya, lagi pula bapak tidak punya supir kan, jadi biar saya saja yang menyetir saya bisa kok pak" ucap Ratu yang masih bersih keras,
Bukannya memberikan kunci mobilnya pada Ratu, Zidan justru langsung menarik Ratu dan membawanya dengan paksa agar masuk ke dalam mobil dan berhenti meminta dia untuk terus memaksa ingin menyetorkan mobil.
"Sudah....sudah...ayo kamu cepat masuk kalau tidak kita akan terlambat, cepat masuk saja jangan aneh aneh" ucap Zidan dan terus mendorong Ratu sambil membukakan pintu mobil untuknya,
__ADS_1
"Ta..tapi...pak...pak.." ucap Ratu yang masih memaksa,
Karena Zidan tetap tidak memberikan alih kemudi padanya akhirnya Ratu juga menyerah dan dia berhenti memaksa, Ratu hanya terus fokus pada pekerjaan dan jadwal Zidan yang sudah dia siapkan di dala aipet yang dia pegang.