PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
KETIDURAN DI KAMPUS


__ADS_3

Pagi itu walaupun bangun kesiangan dan Ratu memakai pakaian yang mana saja dia tetap senang karena dibuatkan bekal oleh ibunya hingga sesampainya di kampus Ratu langsung pergi menuju kelasnya dan melanjutkan pekerjaan rumahnya di kelas, Ratu terus berusaha menghafal lebih cepat semua materi yang hendak dia presentasikan di depan dosen nanti, jika orang lain yang memiliki ponsel ata laptop canggih mungkin mereka tidak perlu memiliki banyak buku reperensi dan menghapal semua bagian sebab mereka bisa saja membawa laptopnya itu ke depan menunjukkan hasil kerjanya pada dosen dengan mudah tapi bagi Ratu yang kini tak punya apa apa semuanya menjadi lebih sulit, walau begitu Ratu tidak pernah menyerah, sampai saat dosen datang dan pelajaran di mulai, perlahan satu kelompok mulai ke depan mempresentasikan proyek hasil kerja mereka satu perasatu, dan semuanya nampak bagus. hingga akhirnya giliran Ratu pun tiba, dia berusaha menenangkan dirinya saat berada di depan dosen dan mulai mempresentasikan semuanya dengan tangan kosong, Ratu sungguh mengingat semua materi yang dia kumpulkan dan dia pelajari semalam tadi dengan baik bahkan teman teman dan dosen yang ada di sana merasa takjum juga bertepuk tangan setelah Ratu baru selesai mempresentasikannya, Ratu merasa puas atas hasil kerja kerasnya karena semua yang dia lakukan ternyata tidak sia sia.


Dosen menepuk pundak Ratu dan mengatakan.


"Kamu hebat Ratu, dari banyaknya mahasiswa di angkatan ini hanya kamulah yang bisa mempresentasikan materi panjang ini seorang diri dan dengan tangan kosong, kamu memang penghafal yang baik," ucap dosen yang sangat puas pada hasil kerja Ratu.


"Alhamdulillah, terimakasih prop," jawab Ratu.


Kelas pun berakhir Ratu yang merasa lapar dia segera membuka bekal makanannya dan memakan makanan itu sendirian di dalam kelas saat semua teman temannya pergi ke kantin dan ke tempat lain sehingga hanya ada dirinya saja di sana, saat tengah menikmati dua potong roti tawar yang sudah diolesi slay stroberi kesukaannya tiba tiba Dita masuk ke dalam kelas dan duduk tepat di hadapan Ratu.


Ratu yang merasa tidak enak dan dia tidak mau melibatkan siapapun lagi dalam hidupnya agar orang lain tidak mendapatkan perlakuan tidak layak dari Astrid seperti dirinya, Ratu pun langsung membereskan wadah bekal makanannya dan kembali memasukan semua itu ke dalam tas miliknya, saat Dita menat ke arahnya Ratu langsung berpura pura tidur dengan kepala yang ditaruh diatas meja.


"Ratu aku minta maaf yah," ucap Dita pelan.


Ratu tak menjawabnya sama sekali dan dia masih tetap berpura pura tidur.

__ADS_1


"Ratu aku tau kamu tidak tidur, aku ke sini hanya ingin meminta maaf itu saja dan aku juga sudah bukan anggota geng the hits, aku rela mereka membulliyku, dari pada aku harus menghianatimu, maafkan aku Ratu," ucap Dita.


"Pergilah jangan pernah bicara lagi denganku, dan kau tidak perlu meminta maaf padaku, ketahuilah aku tidak pernah membencimu," ucap Ratu menyuruh Dita agar pergi sebelum Astrid dan gengnya melihat mereka bersama lagi.


"Baiklah kalau itu maumu, terimakasih untuk semua kebaikanmu padaku Tu," ucap Dita lalu dia pergi meninggalkan kelas.


Setelah Dita pergi barulah Ratu duduk dengan tegak dan menarik nafasnya dalam lalu membuangnya dengan kasar, sebenarnya sakit dan Ratu tidak mau melepas orang baik dan tulus seperti Dita, namun jika dia terus bersamanya maka bisa saja Dita yang akan menjadi sandra dan dimanfaatkan oleh Astrid sebagai kelemahan Ratu, dan Ratu tidak mau Dita merasakan hal yang sama dengannya, dia tidak mau membuat orang lain menderita karenanya.


"Maafkan aku Dita, aku bukan teman yang baik untuk siapapun, dan siapapun tak pantas menjadi temanku, bahkan Seli juga pergi dariku," gumam Ratu.


Lelah dengan semua permasalahan gidupnya Ratu memilih untuk tetap tinggal di kelas seorang diri dalam ketenangan sampai akhirnya dia malam tertidur di sana, cukup lama Ratu tertidur sampai seseorang membangunkannya. Saat merasakan seperti ada yang menggoyangkan tangannya Ratu pun mulai membuka matanya perlahan dan saat dia bangun hal pertama yang dia lihat adalah wajah ka Zidan yang tersenyum padanya sampai refleks Ratu membalas senyuman itu dengan setengah sadar.


Ratu pun langsung membenarkan posisi duduknya dan dia mengambil tas lalu hendak pergi dari kelas, tapi kak Zidan menahannya.


"Tunggu, ada yang mau aku bicarakan padamu," ucap kak Zidan.

__ADS_1


Ratu pun berbalik dan bertanya apa yang hendak ditanyakan oleh kak Zidan padanya.


"Oma Rika ingin bertemu denganmu dia hanya mau kau yang menemaninya makan dan berjalan jalan di taman," ucap kak Zidan tanpa basa basi.


"Hah?, kenapa aku?," tanya Ratu heran.


"Entah aku juga tidak tau dan sebaiknya kau menuruti kemauan oma Rika atau beasiswamu di kampus ini dalam bahaya," ucap kak Zidan mengingatkan.


"Biar ku perjelas apa itu ancaman?," tanya Ratu dengan sinis.


Ka Zidan tak menjawabnya dia hanya menaikan kedua alis juga pubdaknya secara bersamaan dengan senyum simpul yang menghiasi wajahnya, Ratu pun kesal melihatnya dan dia pun memilih pergi meninggalkan kak Zidan dia tidak peduli dengan semua ucapan kak Zidan tadi yangbmemintanya menemui oma Rika, pasalnya saat ini Ratu tidak punya waktu luang walau sedikit, tugas kampusnya menumpuk dan ditambah dia harus bekerja seharian penuh setelah kampus pada tuan Randi, bagaimana dia punya waktu untuk menemani oma Rika.


"Ahhhh.....sudahlah jangan pikirkan sola itu, bisa saja kan kak Zidan hanya beralasan, mana mungkin oma Rika menyuruhku datang menemuinya dia saja sepertinya kurang menyukaiku," gumam Ratu yang terus terganggu dengan permintaan Zidan tadi.


Ratu kembali masuk ke kelas keduanya dalam sehari mata kuliah Ratu memang hanya ada dua kelas atau 3, untunglah hari ini dosennya baik sekali dan tidak memberikan tugas apapun, Ratu merasa lega setelah semua kelasnya selesai namun saat hendak pergi ke perusahaan tuan Randi, Ratu lupa dia hanya memakai celana jeans dan kemeja kotak kotak merah yang depannya dia masukan kedalam sedang kedua tangannya dia lipat, bak seperti gadis tomboy ditambah rambutnya yang diikat tinggi hanya kacamata bulatnya saja yang membuat dia sedikit tidak menyeramkan.

__ADS_1


Dulu Ratu memang sempat berpura pura menjadi gadis culun, iya dulu saat Steven masih bersamanya dan mau menerima dia apa adanya, bahkan yang merubah penampilannya saat ini juga karena ka Steven, Ratu berusaha keras agar dirinya tidak terlihat kampungan, lemah dan culun supaya tidak ada orang yang mengasihani dirinya.


Kini Ratu lebih nyaman menjadi dirinya sendiri.


__ADS_2