
Ratu bergumam kesal saat mendengar jawaban dari tuan Randi tadi, dia merasa heran dan tak habis pikir bagaimana bisa dirinya harus bekerja seperti itu, apalagi dia takut kalau nanti tuan Randi justru akan meminta atau menyuruhnya melakukan hal yang berbahaya dan menakutkan untuknya.
"Hah?, bagaimana bisa saya harus melakukan semuanya bagaimana kalau tuan meminta saya bunuh diri atau membunuh orang lain, saya tidak mau melakukannya," ucap Ratu yang malah berpikiran kemana mana dan membuat tuan Randi tak bisa menahan tawanya lagi.
"Ahahaha....kau bego atau polos sih, saya tidak mungkin menyuruhmu hal semacam itu, jadi kau tenang saja saya bukan penjahat," ucap tuan Randi di iringi tawanya.
Ratu pun mengusap dadanya merasa lega dan tersenyum malu pada tuan Randi sedangkan Randi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ratu yang menggemaskan untuknya.
Lalu beberapa menit berlalu Randi melihat ke arah jam tangan yang melingkar di tangannya yang sudah menunjukkan waktunya istirahat makan siang, dia pun bergegas pergi hendak keluar dari ruangan itu namun saat dia berbalik karena merasa aneh Ratu tak mengikutinya.
"Hey, sedang apa kau malah tetap duduk di sana dan menatapku saja?," tanya tuan Randi.
"Loh bukannya ini tugas saya yah tuan?, tadi tuan bilang saya harus menatap tuan terus," ucap Ratu yang benar benar polosnya.
"Astaga kau ini benar benar, ayo ikut aku, ingat kau harus berada di sisiku selalu saat bekerja," ucap tuan Randi memperingatkan yang dibalas anggukan oleh Ratu.
Ratu dan tuan Randi pun keluar dari ruangan dan berjalan menuju ke luar kantor, sebenarnya Ratu ingin sekali bertanya kemana tujuan tuan Randi saat ini namun dia terlalu segan dan takut untuk bertanya akan hal itu pada tuan Randi sampai tak lama datang sekretaris Han menyapa dan memberi hormat lalu ikut berjalan di samping belakang tuan Randi sejajar dengan Ratu, saking penasarannya Ratu, dia sampai berani bertanya dengan berbisik pada sekretaris Han untuk menanyakan kemana tujuan mereka.
"Syuttttt..sekretaris Han,...heyy...sekretaris Han, apa kau mendengarku, aku mau tanya kita akan kemana sekarang.....sekretaris Han...," ucap Ratu berbicara berbisik sambil berjalan namun sekretaris Han sama sekali tak melirik atau menjawab pertanyaan Ratu.
Sekretaris Han hanya terus berjalan mengabaikan semua yang Ratu ucapkan padahal sudah jelas dia pasti mendengarnya, Ratu pun merasa kesal dan berdecak sendiri, sedangkan tuan Randi hanya meliriknya dengan ujung mata lalu tersenyum karena dia sebenarnya mendengar ucapan Ratu tadi di belakangnya.
__ADS_1
"Hey...jangan bertanya hal tidak penting pada sekretaris Han, dia tidak akan mendengarkanmu, dia sangat setia padaku bukankah begitu sekretaris Han," ucap tuan Randi sambil menatap sekretaris Han.
"Benar tuan," jawab sekretaris Han sangat sopan pada tuan Randi.
"Hah?, setia apanya kau justru malah terlihat seperti budak," ucap Ratu tak sengaja keceplosan dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari sekretaris han.
namun tidak dengan tuan Randi yang justru malah tersenyum lebar mendengar ucapan Ratu yang ceplas ceplos.
"Ehhhh...biasa saja kali melihatku, aku hanya bercanda sekretaris Han," ucap Ratu langsung memperbaiki ucapannya karena takut.
Sekretari Han pun membuang pandangannya ke arah lain lalu dia segera membukakan pintu untuk tuan Randi dan tidak untuk Ratu sehingga Ratu agak kesusahan membuka pintu mobil yang berat itu, sedangkan sekretaris Han sudah masuk lebih dulu ke kursi kemudi, tuan Randi yang melihat Ratu masih di luar dan kesusahan membuka pintu mobil diapun membantunya dengan membukakan pintu itu dari dalam dan Ratu langsung masuk lalu duduk tepat di jok belakang bersampingan denga tuan Randi.
"Lain kali kau jangan mencari masalah dengan sekretaris Han kalau tidak mau kesulitan sendiri," jawab tuan Randi datar.
"Baiklah maafkan aku sekretaris Han, aku sungguh tidak berniat bicara seperti itu," ucap Ratu meminta maaf dan menyesal.
"Saya sudah memaafkan anda," jawab sekretaris Han datar.
"Wahhh benarkah?, terimakaih sekretaris Han, berarti lain kali kau akan membantuku jika kesulitan iya kan?," ucap Ratu yang kesenengan sendiri.
Sekretaris Han tidak menjawabnya lagi dan dia fokus mengemudikan mobil, jika dia membalas terus ucapan Ratu pasti tidak akan ada habisnya karena Ratu selalu banyak bicara.
__ADS_1
"Kalau kau tidak menjawabnya aku anggap jawabanmu iya," ucap Ratu lagi yang menyimpulkan sendiri.
"Kalian memang akan saling membantu sekarang kalian fartner kerja jadi harus akur," ucap tuan Randi.
Ratu pun mengangguk dan tersenyum manis menanggapi ucapan dari tuan Randi.
Setelah beberapa saat lebih mengenal sekretaris Han dan tuan Randi Ratu pun mulai menyadari bahwa sebenarnya orang yang terlihat sangar dan jahat juga menakutkan tapi kenyataannya tak se kejam itu, memang menilai manusia tidak bisa hanya dilihat dari luarnya saja, dan baru saja saat ini Ratu mengenal mereka sebentar tapi rasanya dia jauh lebih nyaman bersama sekretaris Han yang dingin namun selalu bicara apa adanya dan tidak ada kebohongan dalam dirinya walaupun kadang ucapannya itu menyakitkan namun dia mengatakannya dengan jujur jadi itu tidak terlalu mengganggu orang lain dan menimbulkan masalah lebih panjang.
Benar apa yang disebutkan peribahasa bahwa lebih baik berkata jujur walaupun menyakitkan dari pada berbohong dan justru akan semakin melukai hati orang lain lebih lama.
Beberapa saat di perjalanan mobil yang ditumpangi Ratu berhenti di sebuah restoran dan mereka semua turun dari mobil itu bersamaan lalu masuk ke dalam resto tersebut dan dengan polosnya Ratu ikut duduk berhadapan dengan tuan Randi di salah satu meja di sana sedangkan sekretaris Han berdiri di samping tuan Randi dan tidak duduk di kursi yang tersedia di sana, karena merasa heran Ratu menyuruh sekretaris Han untuk duduk.
"Sekretaris Han kenapa kau malah berdiri saja, ayo duduk mamahku bilang jika ada orang lain duduk di hadapanmu kau juga harus ikut duduk jangan hanya beridiri itu tidak sopan, ayo duduk," ucap Ratu yang lagi lagi menuai senyum merekah dari tuan Randi sedangkan sekretaris Han hanya menatap datar saja.
"Ahhhh dasar gadis ini benar benar otak dengkul," gumam sekretaris Han.
Sekretaris Han tetap tak mendengarkan ucapan Ratu yang menyuruhnya terus untuk duduk sampai akhirnya tuan Randi mengedipkan kedua matanya memberi kode pada sekretaris Han agar dia duduk, sekretaris Han pun segera duduk setelah mendapatkan kode itu.
"Nah begitu dong baru bagus," ucap Ratu sambil menunjukkan kedua jempol tangannya pada sekretaris Han.
"Hah...bagaimana bisa tuan Randi tahan dan diam saja dekat dekat dengan gadis ini," gumam sekretaris Han yang tak habis pikir.
__ADS_1