
Melihat di depan mata orang yang pernah hampir menetap dihatinya sedekat itu Ratu sungguh tidak tahan dan ingin menangis rasanya apalagi saat mengingat penghianatan yang Steven lakukan padanya, namun Ratu selalu berusaha tegar dan menahan air matanya agar tidak jatuh, Ratu memantapkan hatinya dan berjalan melewati Steven begitu saja bahkan saat Steven hendak menyapanya dengan melambaikan tangan Ratu hanya mengabaikannya saja.
"Aku harus melupakannya," gumam Ratu memantapkan hatinya.
Ratu pun segera masuk kembali ke dalam kelas ke duanya saat ini, di sana dia lihat Dita sudah berpindah duduk dan tidak duduk di depannya lagi, rasanya sakit melihat sahabat kita justru malah tak berdaia dan ikut bergabung untuk membuli diri kita sendiri.
"Sudah cukup aku dihinati ka Steven saat itu sekarang Dita juga melakukannya padaku, apa aku tidak pantas mendapatkan kasih sayang dari siapapun di dunia ini?," gumam Ratu bertanya tanya dengan takdirnya.
Berkali kali Ratu menghembuskan nafas beratnya namun saat melihat lagi bagaimana Dita mengobrol bersama geng the hits dengan sangat dekat seperti itu lagi lagi hatinya terluka bagai teririt duri tajam berkali kali.
Saat dosen masuk ke dalam kelas Ratu mulai berusaha fokus pada pelajaran dan melupakan sejenak semua sakit hati yang dia alami hari ini, Gina sudah menekadkan pada dirinya agar fokus belajar dan tetap seorang diri menutup dirinya dari semua orang agar dia tidak mendapatkan penghianatan dari orang terdekatnya untuk kesekian kalinya.
Selesai dengan pembelajarannya di kampus Ratu langsung membereskan bukunya dan memasukannya ke dalam tas lalu dia segera pergi keluar dari kelas, saat hendak keluar kelas tiba tiba saja dari belakang ada yang melempar sebuah botol air mineral dengan keras sampai mengenai pundaknya, Gina berusaha mengabaikan itu karena dia sudah menduga itu pasti perbuatan Astrid dan anak buahnya, Ratu pun terus melanjutkan langkahnya sampai tasnya ditarik oleh seseorang dari belakang dan Ratu langsung menghempaskannya dengan cepat dan berbalik menatap tajam ke arah Astrid yang seperti dugaannya memang merekalah yang melakukan hal tersebut padanya.
"Apa lagi yang akan kalian lakukan padaku hari ini, apa belum puas setelah kalian mengambil Dita dariku?," tanya Ratu memberanikan dirinya.
"Tidak aku masih akan merebut semua orang yang berharga di dalam hidupmu satu persatu, hingga kau hanya akan kesepian dan hidup sebatang kara lalu menderita dan mati, hahahaha...," ucap Astrid dengan kejamnya.
"Kalau begitu silahkan lakukan saja apa yang membuatmu senang, aku yakin seseorang yang benar menyayangiku tidak akan berhianat meskipun dipaksa," ucap Ratu sambil menatap Dita sekuat hatinya.
__ADS_1
Dita menunduk saat mendapatkan tatapan tajam dari Ratu, dia tau dia salah karena tidak bisa berbuat apapun saat Astrid memaksanya untuk bergabung dengan gengnya dan dia juga merasa bersalah karena sudah menikmati kebersamaan dengan Astrid, dia sudah terbuai dengan ketenaran dan harta yang Astrid berikan untuknya.
Ratu enggan menanggapi mereka lagi dan dia hendak pergi namun sekuat apapun Ratu berusaha menghindar selalu saja tertahan, Astrid mengguyur kepala Ratu dengan sebotol air mineral begitu saja, dan Ratu hanya bisa membuka mulutnya dan meratapi pakaian juga rambutnya yang basah kuyup juga berantakan, setelah puas membully Ratu merekapun pergi meninggalkan kelas itu dengan menertawakan penderitaan Ratu.
"Aku benci saat aku lemah seperti ini," gumam Ratu sambil meremas pakaiannya yang basah kuyup.
Ratu pun pergi ke kamar mandi dan merapihkan rambutnya juga berusaha mengeringkan pakaiannya menggunakan tisyu namun tetap saja tak bisa kering secepat yang dia perkirakan, akhirnya Ratu pun menyerah dan memilih untuk pergi dari kamus menuju tempat pekerjaannya yang tak lain dan tak bukan adalah kantor Randi.
Sesampainya di sana Ratu langsung mengganti pakaiannya namun sayang pakaian kerjanyapun ikut basa karena terkena siraman air dari Astrid tadi, tapi untungnya hanya bagian lengan dan celananya saja yang basah sedikit, Ratupun segera mengganti pakaiannya dengan seragam ob di sana, dan saat melihat Cici berjalan ke arahnya, Ratu seperti mendapatkan payung baru setidaknya dia masih punya teman di tempat kerja dan masih ada yang mau dekat dengannya, Ratu bekerja seperti biasanya walaupun sepatunya basah Ratu tidak mengeluh dan masih tetap memakainnya karena dia tidak sempat untuk pulang dahulu dan menggantinya jadi terpaksa dia harus memakai sepatu basah itu hingga kering kembali.
Saat tengah membersihkan lantai di dekat ruangan CEO, Ratu teringat pesan dari ibunya yang meminta dia untuk meminta maaf atas ketidak sopanannya kemarin pada Randi, saat menatap ruangan tuan Randi rasanya sangat berat untuk Ratu meminta maaf tapi dia juga tau semua itu mungkin memang salahnya dan memang lebih baik mengalah untuk saat ini sebab dia bukan siapa siapa dan dia juga takut akan di pecat oleh Randi nantinya, Ratu terus saja berjalan mondar mandir di depan pintu ruangan CEO sambil mengontrol nafasnya untuk memberanikan diri masuk ke dalam ruangan itu.
"Eh...sekretaris Han, silahkan saya sedang mengepel lantainya," ucap Ratu beralibi dan berpura pura mengepel lantainya.
"Dasar aneh," ucap sekretaris Han lalu pergi dari sana.
"Uhhh ngagetin aja," ucap Ratu pelan.
Ratupun masuk ke dalam ruangan itu dan berjalan perlahan mendekati meja kebesaran tuan Randi saat sudah berada di dalam dan berhadapan dengan tuan Randi Ratu justru malah gugup dan bingung harus memuli dari mana.
__ADS_1
Sedangkan Randi yang sudah menutup laptopnya semenjak kedatangan Ratu dia mulai merasa tidak sabar dan penasaran kenapa Ratu datang menemuinya.
"Heh, mau apa kau kesini?," tanya Randi yang justru malah membuat Ratu semakin gugup dan gemetar.
"A...anu..itu..tu..tu..tuan...itu...saya...," ucap Ratu gelagapan membuat Randi geram karena sudah tidak sabar mendengar apa yang akan di sampaikan Ratu padanya.
"Saya apa?," bentak Randi.
"Saya minta maaf tuan," ucap Gina refleks dengan suara tinggi karena kaget dengan bentakan Randi sebelumnya.
Setelah mendengar permintaan maaf dari Ratu, Randi menatap lekar Ratu dengan seksama dan dia tersenyum begitu saja yang membuat Ratu heran melihatnya juga tegang.
"Ke..kenapa tuan malah tersenyum?," tanya Ratu.
"Kau ini sangat lucu, untuk apa kau meminta maaf, apa yang sudah kau lakukan memangnya?," tanya Randi sambil tersenyum.
"Ahh...apa dia sudah lupa dengan kejadian kemarin?," gumam Gina merasa bingung sendiri.
"Ahh tidak, ya sudah kalau begitu saya permisi tuan, maaf mengganggu waktu anda," ucap Ratu yang merasa malu karena ternyata Randi tidak marah padanya bahkan dia sudah lupa dengan apa yang dia lakukan kemarin.
__ADS_1