
Di pagi hari tepat pukul 09.00, Zidan yang tengah sarapan dan bersiap pergi ke kantor tiba tiba saja niatnya itu diurungkan setelah mendapatkan panggilan telpon dari sang ibunda dan dia meminta agar Zidan menjemput dirinya di bandara, awalnya Zidan sudah mengatakan agar sekretarisnya atau supir pribadinya yang akan menjemput ibunya di bandara namun ibunya menolak dengan keras sebab dia ingin secepatnya bertemu serta melihat wajah putra kesayangannya itu, sudah bertahun tahun lamanya baru saat ini dia bisa melihat wajah sang putra secara langsung bukan lagi lewat layar monitor ponsel ataupun laptop, berbeda dengan ibunya yang begitu antusias justru Zidan tak bersemangat dan sengaja menyuruh sang supir agar menjalankan mobil dengan pelan, membuat ibunya harus menunggu sekitar setengah jam di depan bandara.
Sepelan apapun menjalankan mobil ujungnya Zidan tetaplah sampai di sana dan bisa langsung mengenali postur tubuh sang ibu, dia segera mendekat dan mengajak sang ibu untuk segera pulang.
"Ibu ternyata kau di sini, ayo masuk aku masih banyak urusan yang belum selesai di kantor" ucap Zidan beralasan.
Untunglah sang ibu patuh dan meng iyakan ucapan Zidan, mereka berada di dalam satu mobil yang sama juga harus duduk bersebelahan, tentu itu sangat membuat ibu Grasela sangat bahagia sepanjang perjalanan dia terus menatap lekat wajah sang putra tampannya, ibu Grasela menatap wajah Zidan sambil tersenyum bahagia, sedangkan Zidan justru merasa risih karena tatapan ibunya sedikit mengganggu dia dan membuatnya tidak nyaman.
"Ibu ada apa denganmu, apa kau sehat, kenapa menatapku seperti itu?" ucap Zidan yang sudah tidak tahan dengan tatapan ibunya sendiri,
__ADS_1
"memangnya kenapa kalau ibu ingin melihat wajah putra kesayangan ibu ini" jawab ibu Grasela sambil tersenyum lembut,
"ya tidak papa, tapi aku merasa risih Bu, lagi pula ibu tidak perlu menatapku selama itu, nanti leher ibu akan sakit" ucap Zidan sambil bergeser sedikit menjauh untuk menghindari pandangan ibunya.
Setelah mendengar ucapan Zidan ibu Grasela akhirnya memalingkan pandangannya keluar jendela dan Zidan mulai merasa lega.
Beberapa saat di perjalanan ibu Grasela tidak sengaja melihat sebuah toko bunga palsu yang mewah dan begitu mencolok, pengunjung di toko tersebut juga terbilang ramai, karena penasaran dan sedikit tertarik melihat pajangan koleksi bunga di toko itu, akhirnya ibu Grasela meminta sang supir untuk menghentikan mobil saat itu juga.
Setelah mobil berhenti ibu Grasela langsung keluar dari mobil tanpa menghiraukan ucapan Zidan yang bertanya kepadanya.
__ADS_1
"Tunggu, ibu mau kemana?, ibu...ibu..." teriak Zidan yang sama sekali tak digubris oleh sang ibu.
Terpaksa Zidan harus ikut turun dan berlari kecil menghampiri sang ibu yang sudah masuk ke dalam toko bunga palsu, Zidan terus mengamati gerak gerik ibunya yang tengah memilih beberapa jenis bunga bersama salah satu pelayan toko di sana, Zidan sedikit heran melihat tingkah ibunya yang sedikit aneh, Zidan berpikir keras mengenai apa sebenarnya yang tengah direncanakan ibunya.
"Apa sebenarnya yang menjadi alasan kedatangan ibu ke sini, dan sejak kapan dia suka dengan bunga palsu seperti ini" gumam Zidan bertanya tanya pada dirinya sendiri.
30 menit sudah berlalu tapi ibunya masih asyik memilih milih bunga dan aksesoris lainnya di toko tersebut, kesal karena sang ibu belum keluar juga dari toko itu akhirnya terpaksa Zidan menghampiri ibunya dan mengajaknya untuk segera pulang.
"Bu ayo kita harus pulang, ibu juga pasti cape kan setelah perjalanan yang jauh" ucap Zidan berusaha membujuk.
__ADS_1
"Tidak ibu tidak cape, ibu mau di sini dulu sampai mendapatkan bunga asli dari mereka" jawab ibu Grasela.
"Ibu ini apa apaan sih, ini kan toko bunga palsu dan aksesoris pajangan, mana ada bunga asli di sini?" ucap Zidan mulai semakin kesal dan sulit mengontrol emosinya.