
Tuan Randi berjalan dan duduk di meja berhadapan dengan Ratu, Ratu yang paham dengan tugasnya dia segera mengambilkan nasi dan lauk untuk Randi lalu mereka pun menikmati sarapan bersama, meski dalam suasana yang canggung namun Ratu hanya menganggap semua ini hanyalah sebagai pekerjaannya dia tidak mau terbawa perasaan hanya karena bos yang dia layani seorang pria.
Ratu membawakan tas kerja milik Randi hingga saat keluar dari rumah sekretaris Han juga baru sampai dengan mobilnya kamu segera masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju kantor, sesampainya di perusahaan sekretaris Han langsung saja disibukkan dengan banyak pekerjaan begitu juga dengan tuan Randi sedangkan Ratu hanya membantu beberapa hal kecil saja, Ratu pergi ke ruangannya dan menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh tuan Randi padanya hingga saat tengah mengerjakan pekerjaan ponselnya berbunyi dan itu pesan masuk dari Mala.
"Kak bisakah siang ini kakak datang ke kampus rektor memintanya mungkin karena uang semester ku yang belum lunas, maafkan aku yah kak" isi pesan dari Mala yang membuat Ratu merasa sedih,
Ratu segera membalasnya dan dia akan meminta ijin pada Randi lagi pula jam makan siangnya cukup lama, jadi tentu Ratu bisa pergi untuk menemui rektor kampus Mala.
saat jam makan siang tiba Ratu langsung pergi menemui tuan Randi dan meminta ijin untunglah Randi mengijinkan Ratu dengan mudah dan tanpa sepengetahuan sekretaris Han Ratu segera bergegas pergi dari sana, Ratu terburu buru keluar dari kantor dan menghentikan taxi yang lewat sayangnya sulit sekali mencari taxi itu sampai mobil Zidan berhenti di depan Ratu dan menawarkan tumpangan, Ratu awalnya menolak karena tidak mau merepotkan Zidan, tapi Zidan yang terus memaksa akhirnya Ratu tak punya pilihan lain daripada dia harus menunggu lama dan membuat waktunya semakin sia sia dia pun segera masuk.
Mereka pergi ke kampus Mala dan Ratu pergi menemui Rektor di temani dengan Zidan, karena mereka datang berdua lantas Mala juga merasa kaget saat pertama melihatnya.
"Kakak.. akhirnya kamu datang, tapi kenapa dengan kak Zidan bukannya kalian beda kantor yah?" tanya Mala merasa heran,
"Zidan memang sering datang ke perusahaan tempat kakak bekerja dan tadi tidak sengaja bertemu jadi dia mengantar kakak, sudahlah di mana ruang rektor nya" ucap Ratu menjelaskan dan memungkas pembicaraan agar Mala tak bertanya lebih banyak lagi,
Mala mengantarkan Ratu dan Zidan sampai di depan ruang rektor dan Ratu pun masuk ke dalam seorang diri, Ratu segera melunasi biaya semester Mala saat itu juga walaupun dengan itu artinya dia tidak memiliki bekal untuk dirinya sendiri dan harus kembali menabung dari awal untuk bisnisnya namun Ratu rela melakukan semua itu demi masa depan Mala, saat keluar dari ruang Rektor Ratu berusaha memasang wajah yang cerita dan dia menyuruh Mala untuk kembali belajar dengan tekun Ratu juga sengaja tak memberi tahu Mala mengenai kesulitan keuangan yang tengah dia alami.
__ADS_1
Ratu mengajak Zidan untuk segera pergi dari sana dan saat di perjalanan kembali ke kantor Zidan mengajak Ratu untuk makan siang terlebih dahulu di restoran yang tak jauh dari kantor Randi.
"Ratu ayo kita makan siang dulu, lagi pula istirahatnya masih lama kan" ajak Zidan,
"Eumm boleh, tapi jangan di tempat yang mewah yah, aku harus hemat sekarang" jawab Ratu dengan lesu,
"Ayolah Ratu, tidak mungkin aku yang memintamu membayar, lagi pula kan aku yang mengajakmu, santai saja" balas Zidan yang mendapatkan senyuman dari Ratu.
Mereka pun pergi ke restoran, sesampainya di sana Ratu melihat ternyata sekretaris Han dan tuan Randi juga tengah makan siang di sana, Ratu segera membalikkan badan dan menari Zidan agar duduk di tempat yang berjauhan dari tuan Randi juga sekretaris Han.
"Euu... Zidan kita duduk di sana saja yah, kamu liat itu" ucap Ratu sambil memberitahu Zidan bahwa ada sekretaris Han dan tuan Randi di sana,
"Ohhh... jadi ini yang katanya izin untuk ke kampus menemui adiknya, ternyata malah makan berdua di restoran dekat kantor" sindir sekretaris Han dengan keras.
Ratu sungguh kaget melihat sekretaris Han yang tiba tiba saja ada di sampingnya dan berkata seperti itu ditambah tuan Randi yang menghampirinya dengan tatapan tajam, Ratu merasa akan ada ke salah pahaman yang terjadi di sini, padahal dia sudah berusaha menjauh dari hal hal seperti saat ini namun tetap ada saja halangannya.
"Ratu apa benar yang dikatakan sekretaris Han, kau sebenarnya tidak ke kampus melainkan makan dengan Zidan?" tanya tuan Randi dengan tatapan menyelidik,
__ADS_1
"Itu memang benar tuan, tapi saya tidak berbohong padamu" jawab Ratu dan berusaha menjelaskan,
"Sudah cukup semuanya sudah jelas lagi pula saya tidak keberatan jika kalian mau melakukan apapun bersama itu tidak ada urusannya denganku, ayo Han kita kembali" jawab tuan Randi dan mereka pergi dari sana begitu saja,
"Tuan... tuan.. tunggu saya bisa jelaskan" ucap Ratu berlari menyusul,
"Ada apa, kamu hanya asisten saya untuk apa menjelaskan masalah pribadi pada bosmu sendiri, itu bukan urusanku" jawab tuan Randi yang membuat Ratu bingung dan tak menyangka.
Ratu berdiri dengan lemas sampai Zidan menghampirinya dan mengajak Ratu untuk kembali duduk di meja dan melanjutkan makannya.
"Sudahlah Ratu, biarkan saja dia Randi memang begitu dia selalu tidak mau mendengarkan penjelasan orang lain, lagi pula untuk apa kamu harus menjelaskannya kalian juga tidak memiliki hubungan apapun kan" ucap Zidan menyadarkan Ratu,
"Kau benar juga untuk apa aku secemas itu" balasku yang mulai sadar.
Ratu dan Zidan melanjutkan makannya meski hati Ratu merasa tidak nyaman dan dia merasa seperti ada yang salah dalam dirinya namun pikirannya terus mengatakan kalau kenyataannya memang tidak ada hubungan khusus apapun diantara dia dan tuan Randi mereka hanya sebatas bos dan asisten, lalu untuk apa menjelaskan masalah pribadi pada bos nya selama dia bisa bekerja dengan baik itu sudah cukup.
Selesai makan Zidan mengantar Ratu kembali ke kantor dan Ratu juga segera melanjutkan pekerjaannya saat Ratu datang ke ruangan Randi tiba tiba saja Randi memerintahkan tugas yang tidak biasanya Randi mulai menyuruh Ratu menyeduh kopi untuknya juga untuk sekretaris Han, Ratu segera membuatkannya dan menyajikan kedua kopi hangat itu di atas meja, tapi seakan mempermainkan Ratu mereka malah memuntahkan kopi itu.
__ADS_1
"Euhh... kopi apaan ini tidak enak terlalu pahit, buatkan aku yang baru dan bersihkan lantainya" ucap tuan Randi tanpa menatap Ratu sedikitpun.
"Iya kopinya tidak layak diminum, buatkan aku yang baru juga" kata sekretaris Han yang malah ikut ikutan.