PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
KE RUMAH RANDI


__ADS_3

di dalam mobil tidak ada percakapan diantara mereka hanya keheninganlah yang menyelimuti, hingga 10 menit berlalu mobil masih tetap tidak bergerak dan mereka masih saja tidak bergeming sedikitpun membuat ratu semakin kesal dan geram dibuatnya.


euhhhh....sebenarnya kalian itu mau apa sih, buang buang waktu aja tau ga?


emangnya kalian pikir kita itu lagi lomba bisu apa, terus pada diem aja terus, euhhhhhhh


masih aja diem......oke kalo gitu aku pergi aja bye (ucap ratu menatap sinis randi dan berusaha membuka pintu mobil)


namun ternyata pintu mobil sudah dikunci oleh sekretaris han sesuai dengan perintah randi sejak awal masuk ke dalam mobil.


huftttt...tuan yang tampan...bisakah kau membukakan kunci pintu mobilnya....aku mau pulang....ada ibuku yang baru sembuh dari sakit tengah menunggu anaknya pulang.....dia pasti sangat khawatir padaku, jadi cepat buka lah aku mohon (ucap ratu memohon sambil menangkupkan kedua tangannya pada sekretaris han yang menatapnya dari kaca depan kemudi)


saat melihat ada seorang gadis imut tengah memohon refleks sekretaris han sedikit tersenyum dan membuat randi tidak suka akan hal itu, diapun langsung menatap tajam ke arah sekretaris han, dan saat sekretaris han menyadari akan tatapan membunuh dari tuannya dia segera membuang pandangannya ke arah lain.


sementara ratu semakin kesal dan terus uring uringan sendiri karena semua kemauan dan usaha dia sampai memohonpun tidak membuat perubahan sama sekali untuk dua pria batu yang ada di dalam mobil itu bersamanya.


uhhhhh....dasar kalian pria batu.....apa kita akan terus diam di sini sampai besok.....kakiku sudah pegal dan kesemutan (ucap ratu sambil memegangi kakinya yang kesemutan dan sedikit ngilu jika digerakan akibat terlalu lama diam di dalam mobil dengan ac yang terus menyala )


jalan (ucap randi datar memerintahkan sekretaris han untuk melajukan mobil)

__ADS_1


dengan segera sekretaris han melajukannya tanpa tau ke mana tujuan mereka hingga randi mulai kembali memberikan arahan.


ke rumahku (ucap randi)


baik tuan muda (jawab sekretaris han)


ratu terus saja membuang muka menatap ke luar jendela.


tak lama mereka kini sudah tiba di kediaman atmaja yang begitu besar dan mewah, mobilpun memasuki gerbang yang menjulang tinggi dan di sambut oleh banyaknya pelayan juga para penjaga berseragam hitam hitam dan pelayan yang berseragam biru telur asin.


hah....ini rumah atau istana sih...gede banget (celetuk ratu sambil memanyunkan bibirnya)


aku memang kampungan lalu untuk apa kau mengajakku ke sini hah (balas ratu kesal)


berhenti di sini han (perintah randi)


mobilpun berhenti dan randi juga sekretaris han keluar dari mobil, sementara ratu masih diam saja duduk di dalam mobil karena kakinya yang kesemutan.


randi memberikan isyarat tangan pada han untuk memberikan tugas bahwa dia harus pergi dari tempat itu, seperti sudah tau saja maksud dari gerakan tangan randi bay langsung membungkukkan badan dan berlalu pergi menaiki mobil lain lalu keluar dari rumah itu.

__ADS_1


setelah mobil yang dikendarai sekretaris han sudah tidak nampak randi langsung mendekatkan kepalanya dan sedikit membungkuk untuk melihat ratu yang masih ada di dalam lalu membukakan pintu mobil.


heh...gadis kampung...cepat turun kenapa kau masih duduk bersantai di sana (ucap randi sinis)


wahai tuan muda yang baik hati....aku kan sudah bilang kakiku kesemutan dan bahkan untuk bergerak saja aku ngilu, bagaimana aku bisa keluar, memangnya kau mau menggen....(ucap ratu yang terhenti karena randi langsung menggendong ratu dan membawanya masuk kedalam rumah, tanpa menghiraukan tatapan para pelayan)


heyyy...lepaskan...turunkan aku (teriak ratu ketakutan dan malu)


randipun menurunkan ratu di sofa depan lalu dia meminta ratu untuk berselonjor, dan ratu langsung mengikuti perintahnya akibat diancam tidak bisa pulang, setelah beberapa saat kaki ratupun pulih dan dia sudah bisa menggerak gerakkannya seperti sediakala


wahhhhh...kakiku sudah sembuh...terimakasih tuan kepala batu (ucap ratu sambil mengejek)


beraninya kau... ( bentak randi sambil membulatkan matanya menatap tajam ratu)


ahahahaha....mukamu lucu sekali saat marah tuan...hahaha..hahahaha....(ucap ratu sambil tertawa terbahak bahak)


para pelayan yang melihat tingkah ratu kebingungan karena baru kali ini ada orang yang tertawa melihat raut wajah randi saat marah, bahkan berani menghina di depan matanya langsung.


wahhhh...berani sekali gadis itu, dia akan dalam bahaya... (gumam bi susi ketua pelayan di rumah itu)

__ADS_1


__ADS_2