
"Heh, cepat bangkit dari sana, enak saja cepat pergi atau aku yang akan menyeretmu," bentak sekretaris Han.
Ratu pun bangkit dengan lemas lalu dia duduk di sofa dengan sopan dan tersenyum pada sekretaris Han.
"Silahkan sekretaris Han saya sudah pindah," jawab Ratu.
Sekretaris Han menatapnya sinis lalu dia kembali duduk di kursi kebesarannya dan mulai melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertinggal sejenak, sedangkan Ratu hanya berdiam diri saja menunggu ob memindahkan kursi dan meja untuknya ke dalam ruangan sekretaris Han, dan tak lama akhirnya semua sudah siap Ratu sama sekali tak merasa senang dia hanya berterimakasih biasa saja pada kedua ob yang memindahkan meja dan kursi itu, lalu Ratu duduk di kursinya dan dia bingung mau melakukan apa, mejanyapun sangat bersih dan tak ada satu barangpun yang tertinggal di atas sana.
"Haaahhh....aku benar benar seperti patung hiasan yang dipajang," ucap Ratu bosan.
Sekretaris Han sama sekali tak memperdulikan Ratu dia terus saja fokus pada pekerjaannya, dan tiba tiba masuk lagi ob tadi memberikan sebuah telpon duduk dan menaruhnya di atas meja Ratu tak lupa mereka juga menyerahkan beberapa berkas dari tuan Randi.
"Permisi mba ini ada beberapa berkas dokumen yang harus anda periksa dari tuan Randi dan jika sudah selesai anda diminta segera ke ruangannya dan memberikan ini semua lagi padanya," ucap ob tadi.
"Oh...iya terimakasih," jawab Ratu.
Diapun melihat lihat isi dokumen kerja itu yang sangat tebal dia membacanya satu persatu, lembar demi lembar sudah dia baca dan tak ada kesalahan di dalamnya semuanya nampak bagus dan tersusun rapih, hingga telah lama Ratu akhirnya selesai memeriksa semua file tadi dan tak ada kesalahan di dalamnya sedikitpun, Ratu menjadi heran dan kesal karena dia tak menemukan apapun.
"Arghhh.....ini bisa membuatku gila bagaimana mungkin dia memintaku memeriksa srmuanya tapi tak ada kesalahan sedikitpun di dalamnya," ucap Ratu keras.
__ADS_1
Melihat Ratu frustasi dengan pekerjaannya sekretaris Han tersenyum dan menatap Ratu.
"Hah...dasar bodoh, kau saja yang mau maunya memeriksa semua itu padahal kau sudah lihat berkas itu dari siapa, kalau sudah ada di meja CEO artinya semuanya sudah siap," jawab sekretaris Han memberitau.
"Ishhh...kenapa kau tidak memberitauku sejak awal, akukan tak perlu memeriksanya dengan teliti," jawab Ratu merasa kesal.
"Kau pikir aku sebaik tuan Randi, ohhhh....nona Ratu maaf saya laki laki paling tersegani di perusahaan ini," jawab sekretaris Han menyombongkan dirinya sendiri.
"Astaga....hey, apa kau salah makan saat sarapan tadi hah?, bisa bisanya berkata seperti itu, asal kau tau aku adalah satu satunya orang yang tak menyeganimu dan aku hanya ingin memukulmu," ucap Ratu dengan nada suara yang nyolot dan mengesalkan.
Merekapun akhirnya menjadi saling tatap dengan tatapan yang tak bisa diartikan bahkan Ratu sampai memelototkan matanya besar dan menggigit giginya kuat menahan amarahnya yang menggebu pada sekretaris Han, hingga seorang sekretaris 2 atau wakilnya sekretaris Han mengetuk pintu dan dia masuk ke dalam ruangan, Ratu dan sekretaris Han langsung memalingkan pandangan mereka bersamaan.
"Permisi sekretaris Han, ini berkas kontrak kerjasama yang anda minta kemarin, silahkan diperiksa jika ada kesalahan saya akan memperbaikinya lagi," ucap Yuni yang diketahui sekretaris wakil di perusahaan itu.
Yuni yang tak tau apapun diapun hanya menunduk memberi hormat dan meng iyakan ucapan sekretaris Han lalu dia segera keluar dari ruangan itu tak lupa Yuni juga memberi hormat pada Ratu dan Ratu membalasnya juga dengan senyuman yang ramah walau hatinya tengah kesal.
Tadi saat sekretaris Han mengatakan sebuah kalimat panang pada Yuni dan menyindirnya Ratu hanya meledekinya saja dengan menirukan gaya gaya sekretaris Han yang so formal dan berwibawa tinggi itu.
Sekretaris Han lagi lagi kesal dan dia tak bisa diam saja melihat Ratu meledekinya seperti itu.
__ADS_1
"Heh...berhenti menirukanku seperti itu, kau tidak cocok menjadi sepertiku," bentak sekretaris Han.
"Ahaha....kau memang benar aku sungguh tak cocok menjadi sepertimu, aishhh....aku sudah berusaha sabar dan berlaku baik padamu tapi kau malah seperti ini," jawab Ratu lalu dia pergi meninggalkan ruangan itu dengan menggertak meja sebelumnya.
Sekretaris Han kembali duduk dan menetralkan nafasnya untuk mengontrol emosi di dalam dirinya, belum juga satu menit Ratu keluar dari ruangan itu dia malah kembali masuk dan membawa semua berkas yang tadi dia periksa lalu dia kembali keluar membuat sekretaris Han menjadi makin geram bukannya berhenti emosi sekretaris Han justru malah berteriak keras untuk meluapkan semua emosinya itu.
Ratu mengetuk pintu ruangan CEO dan dia segera masuk setelah terdengar sautan dari tuan Randi yang memintanya masuk, Ratu berjalan dengan wajah kesalnya yang tak bisa dia hilangkan dan tanpa berbicara apapun dia menaruh berkas file tadi ke atas meja tuan Randi lalu dia menunduk memberi hormat dan hendak pergi, namun tuan Randi memanggilnya.
"Ratu mau kemana kau, kemari dan duduklah dulu dihadapanku," ucap tuan Randi.
Ratu berjalan membalikan badan dengan lesu dan duduk di hadapan tuan Randi.
"Ada apa denganmu kenapa kau lesu seperti ini, tidak biasanya kau begini?," tanya tuan Randi.
"Saya baik baik saja tuan," jawab Ratu tanpa eksfresi.
"Kalau begitu tetaplah duduk di situ sampai aku selesai bekerja," jawab tuan Randi.
Ratu hanya menjawabnya dengan menganggukan kepala dan di duduk berdiam diri di sana menunggui tuan Randi yang masih berkutik dengan semua pekerjaannya.
__ADS_1
"Hah....rasanya aku lebih baik tinggal di ruangan ini, setidaknya tidak akan ada perang dunia," gumam Ratu sambil menatap lekat tuan Randi dengan tangan yang menyanggah dagunya.
Ratu terus saja menatap tuan Randi sepertinya seperti itu sudah menjadi kebiasaan Ratu mulai sekarang habisnya tidak ada lagi yang bisa dia lakukan tidak mungkin kan dia harus menatap dinding atau kursi di sana bisa bisa dia dianggap melamun atau gila, tapi menatap tuan Randi sebenarnya juga bukan solusi yang baik karena bisa saja tuan Randi ke gr an dan menyangka Ratu menyukainya padahal Ratu hanya mengagumi ketampanan dan kemapanannya saja, ya karena hatinya masih belum bisa lepas dari kak Steven yang menghianatinya dahulu.