PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MENEMUI TUAN RANDI


__ADS_3

Karena Ratu tidak ingin membuat mamah Diva khawatir dia pun menarik sekretaris Han sedikit menjauh dari mamah Diva agar mamah Diva tidak mendengar pembicaraan mereka dengan jelas.


"Sekretaris Han apa yang kau inginkan dariku, akukan sudah mengundurkan diri kemarin," ucap Ratu sambil berbisik.


"Tuan Randi ingin bertemu dengan anda jadi ayo ikut dengan saya menemuinya saat ini juga," jawab sekretaris Han dengan formal.


"Aduhhh...tidak bisa sekretaris Han bagaimana dengan ibuku aku takut dia akan mengkhawatirkanku kalau kau membawaku tiba tiba seperti ini," jawab Ratu yang merasa bingung.


Di sisi lain dia takut tuan Randi akan mempersulit dirinya di kemudian hari karena tidak memenuhi perintahnya saat ini namun di sisi lain juga Ratu takut dengan mamah Diva karena bingung harus menjelaskannya bagaimana.


"Saya tidak mau tau anda harus ikut dengan saya menemui CEO Randi," ucap sekretaris Han sambil memegang tangan Ratu dengan erat.


"Aduh....iya iya aku akan ikut tapi jangan memegang tanganku begini bisa bisa ibuku malah berpikir yang tidak tidak," ucap Ratu sambil menghempaskan tangannya yang digenggam sekretaris Han.


Ratu menarik nafas dalam dan membuangnya sekaligus lalu meminta sekrtaris Han agar menunggu sejenak untuk dia meminta ijin pada mamahnya, Ratu berjalan mendekati mamah Diva dengan tersenyum dan mulai meminta izin sambil meyakinkan.


"Mah, Ratu ada urusan dulu sebentar, mamah masuk saja kedalam nanti Ratu akan segera kembali," ucap Ratu.

__ADS_1


"Kamu mau kemana sayang?," tanya mamah Diva.


"Aku mau menemui CEO Randi atasan di kantorku, sepertinya aku belum menyelesaikan surat pengunduran diriku jadi aku harus mengurusnya mamah jangan khawatir yah, aku akan baik baik saja, percayalah mereka orang baik," jawan Ratu sambil tersenyum meyakinkan mamah Diva.


Akhirnya mamah Diva pun luluh juga dan mengangguk memberika izin pada Ratu, Ratu langsung berpamitan dan mencium punggung tangan mamah Diva lalu pergi bersama sekretaris Han masuk ke dalam mobilnya.


Di perjalanan sebenarnya Ratu sungguh merasa gugup dan takut, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan tuan Randi padanya namun selagi masih ada waktu untuk dia mempersiapkan diri dan menenangkan dirinya juga menyiapkan kalimat untuk melawan berjaga jaga jika nanti tuan Randi memarahinya atau meminta ganti rugi lagi mengenai setelah jasnya yang pernah di nodai saat itu.


Seberapa kuat usaha Ratu untuk menenangkan dirinya namun tetap saja jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya dia benar benar tak karuan dan ketakutan tangannya saja sampai berkeringat dingin, sampai beberapa saat kemudian mobil yang ditumpangi oleh Ratu berhenti di depan sebuah restoran mewah yang sangat besar, Ratu berjalan keluar dan saat melihat dari dekat restoran tersebut sama persis dengan restoran yang dulu pernah dia datangi bersama Steven, mengingat kenangannya bersama kak Steven di restoran tersebut Ratu merasa kesal dan rasanya enggan untuk masuk ke dalam namun sekretaris Han malah menyeret dan menarik tangan Ratu dengan paksa agar mau masuk ke dalam, anehnya restoran yang biasanya ramai pengunjung namun kali ini tidak ada satu orangpun yang berada di sana hanya para pelayan yang berjajar rapih di sudut restoran dan memandangi Ratu dengan senyum ramah bak tengah menyambut kedatangannya.


"Kenapa aku merasa suasana di sini agak aneh yah," gumam Ratu sambil melihat ke sekeliling dengan terus berjalan mengikuti langkah sekretaris Han.


"Ahhh astaga kenapa bisa ada manysia sedingin dia, apa dia benar manusia atau robot bicaranya saja, seperti di program seseorang benar benar formal," gumam Ratu.


Sekretaris Han membukakan pintu itu dan mempersilahkan Ratu untuk masuk, Ratu pun menurutinya dan berjalan masuk namun baru juga Ratu melangkahkan kakinya ke dalam sana 2 langkah pintunya sudah tertutup sendiri dengan otomatis, saat sadar pintunya tertutup Ratu langsung berbalik dan memegang gagang pintu itu berusaha untuk membukanya.


"Ahhh...tunggu sekretaris Han, kenapa pintunya tertutup, hey....sekretaris Han kenapa meninggalkanku di sini...arghhhhh," ucap Ratu berteriak sedikit kencang sambil berusaha membuka pintu itu dan memukulnya.

__ADS_1


Tiba tiba saja saat Ratu tengah berusaha membuka pintu itu dengan sekuat tenaganya, terdengar suara seseorang yang tidak asing memanggil dirinya.


"Kemarilah Ratu sekuat apapun kau berusaha pintu itu tidak akan terbuka kecuali aku yang memintanya untuk terbuka," ucap seseorang.


Ratu kaget mendengar suara orang lain di dalam sana iti artinya dia di sana tidak sendiria, Ratu membalikan badan dan mencari dimana orang yang tadi berbicara padanya, karena penerangan di sana minim jadi Ratu tidak bisa melihat dengan jelas, diapun berjalan terus ke depan sampai akhirnya dia bisa melihat ada tuan Randi yang duduk di depan meja bulat dengan santainya sambil memegang minuman di tangannya.


Melihat itu Ratu tidak takut lagi dan dia berjalan mempercepat langkahnya mendekati tuan Randi.


"Maaf tuan kenapa anda membawa saya kemari?, apalagi yang anda inginkan dari saya, sebelumnya saya ingatkan bahwa saya bukan lagi anak orang kaya, dan saya bukan pacarnya ka Steven lalu saya juga tidak punya uang saya juga tidak pandai jadi tidak ada yang bisa nada manfaatkan dari saya," ucap Ratu karena dia pikir semua orang yang mendekatinya hanya mengharapkan sesuatu darinya atau memanfaatkannya saja sama seperti orang orang lainnya di masa lalu.


Mendengar ucapan Ratu yang begitu berani dan lantang bicara seperti itu dihadapannya Randi hanya menanggapinya dengan senyum sinis sekilas lalu dia menaruh minuman yang tadi dia pegang ke atas meja dengan keras sampai membuat Ratu terkejut.


"Jangan banyak bicara jika saya tidak memintanya," ucap Randi.


Ratu pun menunduk ketakutan karena sekarang dia baru sadar ucapannya sudah membuat masalah bagi dirinya sendiri.


"Ahhh..astaga kenapa mulut ini tidak bisa dikontrol sihh," gumam Ratu yang menyesali perkataan yang sudah dia lontarkan.

__ADS_1


"Aku membawamu ke sini untuk memberikan penawaran padamu, jadi duduklah dulu aku sudah menyiapkan semua ini untukmu," ucap tuan Randi.


__ADS_2