PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Hari Pertama


__ADS_3

Sampai di lantai atas sekretaris Han langsung membawa Ratu masuk ke dalam ruangan Randi.


"Permisi tuan ini asisten baru anda" ucap sekretaris Han dengan mata yang menatap sinis pada Ratu.


Sedangkan Ratu hanya menaikkan kedua alisnya merasa heran, dan dia juga sudah biasa mendapatkan semua tatapan sinis ataupun perlakuan yang kurang baik dari sekretaris Han, Ratu ingin membalas dan menjambak rambut rapih milik sekretaris Han namun dia terus mencoba sabar dan menahan amarahnya.


Tuan Randi mulai mengeluarkan pembicaraan dan mengucapkan selamat atas hari pertama Ratu bekerja padanya.


"Oke... Selamat bekerja Ratu, hari ini kau hanya perlu mendampingiku dan membantu sekretaris Han menyusun jadwal untuk satu Minggu kedepan" ucap Randi sambil terus fokus dengan laptop di depannya.


"Baik tuan" jawab Ratu dan sekretaris Han secara bersamaan,


Ratu yang kesal karena dia harus bicara bersamaan dengan orang yang dia benci yang tak lain adalah sekretaris Han, mereka saling lirik bersamaan dan saling menatap tajam penuh kebencian satu sama lain, sorot mata tajam Ratu sangat menggambarkan kekesal dalam dirinya begitu pula dengan sekretaris Han yang menggigit kuat bibirnya sendiri, rahang mereka mengeras dan seketika memalingkan wajah satu sama lain.


Tuan Randi yang menyadari perilaku mereka berdua dia sudah merasa tidak aneh lagi dan hanya bisa menggelengkan kepala. Tuan Randi yang mulai geram karena melihat sekretaris Han tak kunjung pergi dari ruangannya dia langsung membentak sekretaris Han dengan keras.


"Astaga... Sekretaris Han cepat keluar sampai kapan kau akan tetap berdiri di ruanganku dengan wajah menyebalkan itu, bawa Ratu ke ruangannya" ucap tuan Randi dengan mengurut jidatnya,


Randi sebenarnya sudah merasa bosan dengan kelakuan sekretaris Han yang selalu tidak mau dekat dan akur dengan Ratu, entah apa yang membuatnya begitu tidak menyukai Ratu dan selalu berbuat ulah.


Mendengar bentakan dari Randi sekretaris Han segera pergi dari ruangan itu.

__ADS_1


"Baik tuan, ayo... Kau ikut aku" ucap sekretaris Han kecut,


Setelah keluar dari ruangan itu bukannya mengantarkan Ratu pada ruangannya seperti yang diperintahkan oleh tuan Randi, sekretaris Han justru malah menyuruh Ratu untuk mencari ruangannya sendiri, alhasil Ratu pergi dan menanyakan ke beberapa staf lain sampai akhirnya dia tau bahwa ruangannya yang dulu masih tidak berubah sedikitpun dan sekarang kembali menjadi miliknya lagi.


Masuk ke dalam ruangan yang cukup luas dan duduk di depan meja dengan laptop dan suasana yang sama seperti beberapa bulan kebelakang semuanya benar benar tidak ada yang berubah, dan Ratu sedikit senang melihat kenyataan ternyata dia tidak benar benar dilupakan oleh perusahaan itu, sehingga dia masih memiliki harapan memperbaiki karir dan juga toko bunganya, meski harus sedikit bersabar dengan tingkah laku sekretaris Han.


Kali ini baru saja Ratu selesai membereskan ruangannya sekretaris Han datang dan masuk ke dalam ruangan Ratu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Ratu yang saat itu tengah mengelap meja refleks kaget dan dia menolah sambil siap memukul sekretaris Han yang memegang pundak kanannya.


"AAAHHH... Rasakan ini..." Ucap Ratu sambil melempar lap kotor bekas membersihkan meja tepat terkena pada jas mewah milik sekretaris Han.


Ratu kaget dan menutup mulutnya saat tau bahwa orang yang memegang pundaknya secara tiba tiba adalah sekretaris Han, sedangkan sekretaris Han mengepalkan lengannya kuat dengan wajah yang merah menahan amarah, sampai dia berteriak dengan begitu keras untuk melampiaskan amarahnya pada Ratu.


"Se... Se... Sekretaris Han saya minta maaf tadi benar benar tidak sengaja, biar saya bersihkan jas anda" ucap Ratu gugup sambil meminta maaf,


"Sudah... Aku tidak butuh yang ada jas ini semakin rusak nantinya, awas yah kau, aku akan membalasnya!!" Ancam sekretaris Han penuh emosi.


Sekretaris Han berlenggang pergi dengan penuh kekesalan dan Ratu berlari menyusul mencoba menghentikan sekretaris Han sambil terus meminta maaf.


"Eh... Tunggu sekretaris Han saya minta maaf, tunggu... " Teriak Ratu yang sama sekali tidak dianggap oleh sekretaris Han.


Ratu sungguh merasa bersalah dan tak enak hati pada sekretaris Han dan dia terus berusaha agar sekretaris Han mau memaafkannya namun semua yang dia lakukan untuk membujuk sekretaris Han sia sia, Ratu tau sekretaris Han sangat membencinya maka dari itu sulit sekali mendapatkan maaf dari musuh sendiri.

__ADS_1


Ratu kembali ke dalam ruangannya dengan lesu dan menggerutu seorang diri karena tidak berhasil membuat sekretaris Han memaafkan perbuatannya.


"Aishh... Bagaimana sekarang, aku kan harus bekerja sama dengan dia dalam pekerjaan, sekarang malah dia semakin membenciku, arhhhh lagi pula itu salahnya kenapa masuk ke dalam ruangan orang tidak mengetuk pintu lebih dulu dan maen memegang pundak orang seenaknya" gerutu Ratu berbicara sendiri.


Sekretaris Han yang merasa kesal dan tidak terima atas perlakuan Ratu dia justru sudah menyiapkan rencana untuk membalas dendam pada Ratu, dan saat tuan Randi menyuruhnya memanggil Ratu lalu bersiap siap pergi ke sebuah restoran yang sudah ditentukan oleh salah satu klain untuk meeting siang ini sekaligus makan siang, sekretaris Han tersenyum singkat memikirkan cara untuk menjahili Ratu lalu dia segera pergi memanggil Ratu dan mereka mulai menyiapkan berkas untuk meeting nanti.


"Ratu cepat persiapkan berkasnya, awas jika tidak beres!" ancam sekretaris Han sambil memerintah,


"iya iya aku akan menyiapkannya segera" jawab Ratu kesal,


Ratu merasa kesal karena mendapatkan perintah dari sekretaris Han yang dia tau padahal pekerjaan itu untuk sekretaris Han bukan untuknya dan bisa bisanya sekretaris Han memerintah dia seperti itu, Ratu menyiapkan berkas meeting tersebut dengan penuh kekesalan dan menggerutu.


Sampai akhirnya dia selesai dan berkas di dalam map.berwarna merah itu di ambil dengan kasar oleh sekretaris Han, lalu mereka segera turun ke lantai dasar bersamaan.


Beberapa saat mereka pergi menggunakan satu mobil yang sama dan seperti biasa sekretaris Han yang menyetir dan Ratu duduk di belakang bersama tuan Randi, melihat Ratu yang duduk nyaman di belakang sekretaris Han tentu saja merasa geram dia tidak terima karena hanya dia yang selalu menyetir mengantar tuan Randi kemanapun.


"Huh... Enak sekali dia, sedangkan aku lebih mirip supir daripada sekretaris tuan Randi, menyebalkan" gumam sekretaris Han sambil memperhatikan Ratu dengan sini lewat kaca depan.


Ratu yang menyadari tatapan tajam sekretaris Han dia sama sekali tidak memperdulikannya, Ratu sudah kebal dengan perilaku sekretaris Han yang selalu merasa iri padanya, padahal dia juga tidak akan merebut jabatan apalagi seorang tuan Randi dari dirinya.


"Dia masih saja membenciku, menjengkelkan" gumam Ratu sambil memalingkan pandangannya.

__ADS_1


__ADS_2