PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
DI BELIKAN PAKAIAN OLEH OMA RIKA


__ADS_3

Tak di sangka saat di sebuah toko pakaian yang sangat besar di mall itu, oma Rika memilih banyak pakaian dan meminta Ratu agar mencobanya satu persatu lalu oma Rika menilainya dia pun membeli beberapa pasang gaun dan rok yang cantik juga pakaian lainnya, awalnya Ratu tak tau bahwa semua pakaian itu untuknya karena oma Rika sendiri yang mengatakan bahwa dia hanya sebagai model, karena pakaian itu akan di berikan pada seseorang yang oma Rika sayangi, Ratu hanya menanggapi ucapan oma Rika itu dengan senyuman tanpa ada rasa curiga atau apapun, dia hanya percaya saja dengan semua ucapan orang di dekatnya termasuk ucapan dari oma Rika itu.


Cukup lama mereka berbelanja dan setelah mendapatkan semua yang diinginkan, mereka segera kembali ke mobil dan pergi kembali ke rumah, saat di dalam rumah oma Rika sangat lah dia dia memberikan bungkusan pakaian dan sepatu highils yang tadi dia beli pada Ratu sebagian.


"Ini ambil," ucap oma Rika.


"Ini apa oma?," tanya Ratu heran.


"Itu untukmu imbalan karena sudah mau membantu oma dan datang kemari," ucap oma Rika ramah.


"Ta..tapi...oma, Ratu ke sini tanpa mengharapkan apapun kok," jawab Ratu jujur.


"Oma tau kau sedang butuh semua itu, jadi ambilah, dan pakailah salah satu pakaian yang oma belikan untukmu saat kau mengunjungi oma lagi," pinta oma Rika.


"I..iya oma, terimakasih," jawab Ratu sambil membungkuk memberi hormat.


Setelah itu oma Rika berpamitan untuk beristirahat ke kamarnya karena dia sudah merasa pegal pegal dan cukup lemah, walau sebenarnya oma Rika sengaja memberikan waktu untuk cucunya Zidan supaya bisa dekat dan bersama Ratu tanpa ada gangguan darinya.


Ratu bingung mau melakukan apa saat oma Rika beristirahat hingga dia pun berinisiatif untuk pulang saja lagi pula tak ada lagi yang bisa dia lakukan di rumah itu jika tak ada oma Rika.


"Kak Zidan aku pulang yah lagi pun oma kan sudah tidur, aku tak ada keperluan lagi di sini," ucap Ratu meminta izin pada kak Zidan.

__ADS_1


"E..eh...tunggu, kenapa harus pulang ini kan masih siang bagaimana kalau kita pergi ke mana gitu untuk mengisi waktu," ajak tuan Zidan.


"Memangnya kak Zidan tidak sibuk, bukankah CEO muda itu sangat....," ucap Ratu tertahan karena kak Zidan membekap mulutnya dan langsung menarik lengannya membawa Ratu masuk ke dalam mobil.


"E...e...ehhh....kak.....," teriak Ratu yang tangannya ditarik tiba tiba oleh kak Zidan.


Sementara saat sudah di dalam mobil Zodan hanya tersenyum sekilas dan meminta maaf pada Ratu karena sudah menariknya seperti tadi.


"Maafkan aku, habisnya kau sih cerewet sekali, banyak bicara tau," ucap kak Zidan sambil menyalakan mesin mobil dan mulai melajukannya.


"Kak akukan sudah pernah bilang aku ini tidak cerewet hanya...," ucap Ratu yang lagi lagi diserobot oleh kak Zidan.


"Nah itu kakak tau, jadi jangan mengatakan kalau aku cerewet," jawab Ratu dengan wajah kecutnya namun justru malah terlihat imut di mata kak Zidan.


Saking gemasnya melihat Ratu yang cemberut dengan pipi tembem dan lesung pipi sebelahnya kak Zidan sampai mencupit pipi Ratu tiba tiba padahal dia sedang menyetir saat itu.


"Awww.....kak...Zidan apa apaan sih, sakit banget ihkkkkk," ucap Ratu semakin kesal karena pipinya di cubit Zidan.


Yah walaupun Zidan mencubitnya tidak terlalu keras namun tetap saya masih terasa sedikit sakit bahkan sampai tampak agak merah karena kulit Ratu yang sangat putih dan baby pas.


"Oh...maaf maaf aku kelepasan, habisnya kau sangat imut sih jika sedang cemberut dan merajuk seperti itu," ucap kak Zidan.

__ADS_1


Ratu tak peduli dan tidak terpengaruh dengan ucapan Zidan tadi sedikitpun dia hanya merotasikan matanya sempurna dan menatap sinis pada Zidan tak lupa Ratu juga berjaga jaga karena dia takut Zidan akan mencubitnya lagi.


"Eummm kalau di pikir pikir kakak seperti ayahku dulu, dia juga selalu mencubit pipiku jika aku sedang marah atau merajuk," ucap Ratu yang tiba tiba teringat almarhum sang ayah.


"Jangan mengingat orang yang sudah tiada jika itu hanya membuatmu luka," jawab kak Zidan yang seakan paham apa yang Ratu rasakan saat itu.


Ratu oun menarik nafas pelan dan membuangnya kasar dia berusaha tersenyum menatap Zidan dan tak mengingat ayahnya lagi, tapi saat ingat bagaimana kak Zidan mencubit pipinya tadi lagi lagi pertahanan Ratu gagal.dan dia sungguh tak bisa berpura pura tegar lagi mood nya sudah berubah dan tak bisa seceria sebelumnya lagi.


"Ratu ayolah kenapa kau malah menjadi murung begini," ucap kak Zidan mencoba membujuk dan mengembalikan keceriaan Ratu.


"Aku sungguh sudah tidak mood melakukan apapun lagi sekarang," jawab Ratu dengan cemberut.


"Apa kau mau aku mencubit kedua pipimu itu hah?!," ancam tuan Zidan.


Ratu refleks memegangi kedua pipinya dan menggelengkan kepala dengan wajah yang lucu hingga membuat kak Zidan tak tahan lagi untuk menahan tawa melihat kelucuan tingkah Ratu yang masih terlihat menggemaskan padahal dia sudah menjadi seorang mahasiswa bukan anak kecil lagi.


"Ahahahahaha.....cukup...cukup aku sedang menyetir jangan membuatku tertawa oke, berhentilah menatapku begitu hahaha...kau lucu sekali," ucap kak Zidan.


Ratu memonyongkan mulutnya dengan kesal karena lagi lagi kak Zidan malah menertawakannya, sebenarnya Ratu tidak mau disebut lucu, menggemaskan, manis ataupun imut dia hanya ingin di sebut dewasa itu saja karena pasalhanya sejak dulu hingga terakhir kali ayahnya bersama dia, Ratu selalu mendapatkan perhatian dan ayah juga bi Ica dan bi Ani memang selalu memperlakukannya bak anak kecil bagi mereka Ratu akan selalu menjadi bayi kecil yang imut sampai kapanpun jika seandainya mereka masih ada Ratu tidak keberatan walau dia di sebut seimut apapun namun setelah kepergian mereka Ratu hanya ingin merubah semuanya agar dia tidak lebih merasa sakit dan kehilangan atas mereka, kini Ratu memang sudah menjadi perempuan dewasa yang harus bekerja keras mencari uang sendiri dan berkuliah mengandalkan otak kecilnya yang terus bekerja tanpa lelah.


"Aku tidak mau di sebut seperti anak kecil, lucu atau lainnya, aku ini sudah dewasa, kenapa sih orang orang selalu memperlakukan aku seakan aku ini belum dewasa, padahal aku sudah bisa cari uang sendiri," ucap Ratu pelan namun masih bisa terdengar oleh kak Zidan.

__ADS_1


__ADS_2