PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
KEHABISAN KESABARAN


__ADS_3

Melihat Ratu yang terus kesulitan karena rambutnya sendiri Randi pun mendekati Ratu dan tiba tiba dia memegang rambut Ratu dan membenarkan rambutnya itu, lantas Ratu merasa kaget dan dia menatap Randi dengan heran dan wajah polosnya itu.


"Kenapa kau menatapku begitu, jangan gr yah aku hanya membantumu supaya rambutmu tidak memperlambat kerjamu," ucap Randi dengan dinginnya.


Ratu yang masih kaget dengan perlakuan Randi padanya barusan diapun hanya mengangguk dan kembali fokus menyemir sepatu sepatu milik bos besarnya itu, dan lagi lagi Randi malah memegang rambut Ratu lalu membantu Ratu mengikat rambutnya, Ratu yang merasa tidak enak dan tidak nyaman diapun langsung menghentikan aktivitasnya.


"Maaf pak biar saya sendiri saja yang mengikatnya," ucap Ratu.


"Bagaimana kau bisa mengikat rambutmu, tanganmu saja sekotor itu," ucap Randi dengan wajah yang tanpa ekspresi sama sekali.


Mau tidak mau Ratu pun memperbolehkan Randi mengikatkan rambutnya walau dia merasa sedikit takut, Randi sengaja melama lamakan mengikat rambut Ratu karena dia senang saat memegang rambut halus dan panjang juga wangi milik Ratu itu.


"Pak apakah sudah?," tanya Ratu yang merasa heran karena Randi begitu lama mengikat rambutnya.


Randi pun buru buru mengikat rambut Ratu dengan kusut akibat kaget karena Ratu bertanya padanya dan dia langsung berdiri kembali duduk di meja kebesarannya dan kembali menatap memperhatikan Ratu bekerja.


Lama kelamaan Ratu pun mulai menyadari bahwa dirinya diperhatikan oleh CEO nya sendiri sedari tadi, setiap kali Ratu memergoki Randi dia selalu saja bertingkah aneh dengan bersiul tiba tiba dan pura pura membuka laptopnya padahal Ratu sudah tau laptopnya mati sedari tadi.


Ratupun hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menarik nafas panjang dan membuangnya dengan perlahan sampai dirinya merasa lega, Ratu berusaha untuk mengabaikan tatapan Randi padanya namun lama kelamaan Ratu juga merasa kesal dan tidak nyaman dengan hal tersebut.

__ADS_1


Alhasil Ratu pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Randi yang tengah berpura pura membaca koran terbalik.


"Maaf pak Randi, ini sudah waktunya pulang kerja dan saya harus segera pergi bisakah saya membawa sepatu bapak kerumah dan melanjutkan pekerjaannya nanti?," tanya Ratu meminta ijin.


"Eummm...tidak bisa, kau harus tetap mengerjakannya di sini," ucap Randi dengan sedikit meninggikan suaranya.


Ratu yang sudah kehabisan kesabaran benar benar tidak bisa menahannya lagi, akhirnya diapun berani membentak Randi dengan keras.


"Euhh....aku benar benar sudah muak dengan semua ini, aku akan pulang aku tak peduli kau akan melaporkanku pada polisi atau memecatku, aku tidak peduli aku benar benar lelah pak, aku cape....," bentak Ratu meledak ledak dan berbicara keras begitu saja pada Randi dan dia pergi dengan perasaan kesal begitu saja.


Randi pun membuka mulutnya kaget saat mendapatkan bentakan dari karyawannya sendiri apalagi ini dari Ratu orang yang dia berikan hukuman karena sudah membuat setelan jasnya kotor saat itu, Randi benar benar tak habis pikir dia sampai menggelengkan kepalanya dan tertawa miris saat mengingat bagaimana Ratu dengan beraninya membentak dia dengan sekeras dan seberani itu.


"Hah?, hah....haha....benar benar gadis keras kepala bisa bisanya dia berani sekali membentak dan melawan perintahku, aku tidak akan membebaskannya dengan mudah," ucap Randi dengan kesal dan senyum sinis yang sulit diartikan.


"Ada apa ya dengan Ratu?," gumam mamah Diva yang khawatir.


Ratu langsung mandi dan membersihkan tubuhnya hingga saat dia sudah mandi dan kepalanya sudah sedikit dingin diapun bisa menyapa mamah Diva dan duduk di depan meja makan bersama sang mamah.


"Ratu mamah lihat wajahmu kusut sekali saat pulang tadi, apa ada masalah di tempat kerjamu nak?," tanya mamah Diva bertanya.

__ADS_1


"Heummm.....biasalah mah, ituloh CEO di perusahaanku sepertinya mengerjaiku dengan sengaja, jadinya aku kesal aku mau keluar saja dari sana, toh masih banyak pekerjaan lain kok," ucap Ratu.


"Mengerjaimu bagaimana?," tanya mamah Diva tak mengerti.


"Mamah bayangkan saja, masa dia menyuruh Ratu harus menyemir sepatunya yang ada sepuluh pasang dan dia minta hari itu harus selesai semuanya, bayangkan saja," ucap Ratu dengan wajahnya yang sangat kesal saat menceritakan kejadian itu pada mamah Diva.


Mamah Diva yang melihat Ratu sangat kesal saat itu dia langsung duduk di samping Ratu dan mengelus rambut panjang Ratu dengan lembut dan menasehati Ratu juga membuat Ratu tenang.


"Sayang, dengarkan mamah ya, kamu itu terlalu baper dia mana mungkin mempermainkanmu seperti itu, bisa saja dia memang menyuruhmu seperti itu supaya nantinya dia tidak menyuruhmu lagi," ucap mamah Diva menasihati.


"Hmmm ucapan mamah benar juga, tapi mau bagaimana aku sudah membentaknya tadi, karena aku sangat kesal dan tidak bisa menahan emosiku," ucap Ratu dengan menunduk sedikit menyesali perbuatannya.


"Kalau kamu menyesal minta maaflah besok, dan bilang kalau kau menyesal, mamah yakin dia akan memaafkanmu kalau kau bersikap baik padanya, kan kamu sendiri yang bilang kamu di sana juga karena kesalahanmu yang membuat jasnya kotor dan nodanya tidak bisa hilang, hingga kamu harus ganti rugi, tapi dia justru memberimu pekerjaan artinya dia orang baik," ucap mamah Diva.


"Iya mah besok Ratu akan meminta maaf padanya," jawab Ratu sambil tersenyum.


"Baguslah kau memang anak yang baik, mamah yakin kelak kamu akan menemukan pasangan yang sama baiknya dengamu," ucap mamah Diva sambil tersenyum.


Ratupun ikut tersenyum mengembang dan dia sangat senang sudah mendapatkan pencerahan dari mamah Diva dan membuatnya tidak kesal lagi, Ratu juga merasakan rasanya diberikan perhatian dan kepedulian dari seorang ibu.

__ADS_1


"Ternyata begini rasanya mendapatkan nasihat dari seorang ibu yang bisa menyembuhkan amarahku seketika," gumam Ratu merasa senang.


Merekapun mulai menyantap makanannya bersama sampai habis dan dengan lahap, lalu seperti biasa Ratu selalu membantu mamah Diva untuk membereskan piring piring barulah dia masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuhnya ke ranjang kecil miliknya itu.


__ADS_2