PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
BERGABDENGAN DENGAN TUAN RANDI


__ADS_3

Setelah beberapa saat menunggu merekapun segera pergi menuju lokasi proyek, sedangkan di dalam mobil Ratu hanya diam saja tak ada percakapan diantara mereka kedua pria yang bersamanya hanya fokus pada dunianya masing masing yang satu fokus menyetir sedang yang satu fokus pada layar tabletnya, Ratu menatap tablet yang dia bawa dan dia bingung apa yang harus dia tulis di tabletnya nanti mengenai kekurangan dari proyek tersebut, Ratu benar benar gugup dia takut tidak bisa melakukan pekerjaan ini dengan benar.


Hingga sesampainya di tempat proyek sekretaris Han dan tuan Randi berjalan lebih dahulu tanpa memperdulikan Ratu yang kesulitan berjalan di jalanan berpasir dan penuh batu pembangunan proyek itu karena dia memakai highils yang lumayan tinggi dan tajam, beberapa kali highils nya itu tersangkut dan dia sangat kesulitan saat tuan Randi menyapa seorang mandor kontruksi di sana sekretaris Han mulai sadar bahwa Ratu tidak berada di sebelahnya dan sekretaris Han langsung mencari Ratu yang ternyata masih tertinggal di belakang dan tidak berjalan sedikitpun, sekretaris Han pun segera menghampirinya.


"Heh....sedang apa kau disini cepat kita harus ke sana," ucap sekretaris Han.


"Sepertinya aku salah kostum deh sekretaris Han, high hils nya tersangkut, aku sungguh kesulitan memakainya," ucap Ratu jujur.


Sekretaris Han pun menghembuskan nafas kasar lalu dia berjongkok dan membantu mengeluarkan high hils itu sehingga Ratu bisa berjalan lagi, namun tetap saja Ratu berkali kali hendak jatuh karena jalan di sana memang sangat rusak dan tidak cocok jika memakai high hils di tempat terbuka seperti itu.


terpaksa mau tidak mau sekretaris Han memapah Ratu dan membantunya berjalan tak sengaja tuan Randi melihatnya dan dia segera mendekati mereka juga menjauhkan sekretaris Han dari Ratu.


"Han cepat ambil helm keselamatan dari mandor itu," ucap tuan Randi sengaja menyuruh sekretaris Han agar dia menjauh dari Ratu.


Setelah itu tuan Randi mengajak Ratu untuk berkeliling dan memeriksa pembangunan yang tengah berjalan ini dan lagi lagi Ratu kesulitan juga selalu tertinggal dengan langkag tuan Randi yang lebar dan cepat, akhirnya Ratu oun terpaksa membuka high hils nya itu dan menentengnya sehingga Ratu harus berjalan tanpa alasa kaki sambil berjinjik kesakitan dan panas.


"Estt..ah...ah...panas....banget....tuan Randi tunggu," teriak Ratu.

__ADS_1


Randi pun berbalik dan menatap aneh melihat Ratu berlari dengan menenteng high hils ditangannya lalu saat sudah di hadapan tuan Randi Ratu terus berjinjit dan meringis merasakan kakinya yang panas, tuan Randi terus memperhatikannya dan menatap ke arah kaki Ratu yang tak memakai alas dia pun menatapnya tanpa eksfresi lalu menyuruh Ratu agar memakai sepatunya.


"Pakai sepatumu atau kakimu akan lecet dan terluka," ucap tuan Randi.


"Tapi...tuan," ucap Ratu tertahan.


Ratu hendak menjelaskan kalau dia tidak bisa memakainya namun karena melihat ekfresi wajah tuan Randi yang sangat serius seperti itu dia jadi takut dan tak berani menolak diapun langsung berjongkok dan memakai kedua sepatunya lagi, tuan Randi paham bahwa Ratu pasti ke sulitan memakai high hils itu makanya dia membuka sepatunya, saat sekretaris Han kembali dan memberikan helm keamanan mereka langsung memakai helm itu dan lagi lagi Ratu tidak bisa memakai nya karena tangannya itu memegang tablet yang besar hingga kesulitan saat mengaitkan helm itu ke lehernya, tuan Randi segera membantu Ratu memakaikan helm itu lalu tiba tiba saja tuan Randi melingkarkan tangan Ratu pada tangannya sehingga mereka bergandengan.


"Tu...tuan..apa maksudnya ini?," tanya Ratu gugup.


Dengan pengertian dan bantuan dari tuan Randi Ratu jadi bisa berjalan dengan baik tanpa tersangkut atau hendak jatuh lagi dan dia berhasil menuliskan semua laporan yang harus dia buat mengenai kekurangan dari proyek itu dan apa saja yang terlambat dalam pembangunan proyek tersebut.


Walau begitu tetap saja sepanjang meninjau proyek itu Ratu merasa malu dan dia merasa tidak enak karena bergandengan terus dengan tuan Randi Ratu juga takut orang lain yang melihatnya menjadi salah paham namun untunglah tak ada satupun yang berani bertanya mengenai dirinya pada tuan Randi.


Selesai meninjau proyek itu tuan Randi langsung menyuruh sekretaris Han agar membawanya ke kediaman dirinya karena dia hendak makan siang di rumah bersama kedua orang tuanya.


Sekretaris Han pun langsung membelokkan mobil dan pergi menuju kediaman kedua orang tua tuan Randi, Ratu lagi lagi harus merasakan ketegangan yang hebat karena harus bertemu dengan om Anton dan nyonya Wulan.

__ADS_1


"Ahhh.....bagaimana ini, apa aku sungguh harus bertemu mereka lagi," gumam Ratu merasa gelisah.


Sesampainya di kediaman nyonya Wulan, Ratu sungguh merasa sangat gugup dan dia sampai berniat ingin kabur saja dari sana tapi saat melihat sekretaris Han dan tuan Randi rasanya tidak mungkin dia bisa kabur dari sana, akhirnya Ratu hanya bisa menunduk lemas dan menarik nafasnya berkali kali untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Huuuufttt....ayolah Ratu kamu pasti bisa melawan Astrid saja kamu sanggup masa orang tua seperti itu saja kau mau kalah," gumam Ratu.


Ratu mengepalkan tangannya dan menekadkan dirinya sendiri bahwa dia bisa melewati semua ini, sedangkan diam diam sekretaris Han memperhatikan Ratu yang bersikap aneh akhir akhir ini, dan sekretaris Han bisa melihat bagaimana Ratu sangat gugup dan cemas ketika hendak masuk ke dalam rumah.


"Hah, kenapa dia harus setegang itu," gumam sekretaris Han penuh tanya dan merasa heran.


Saat mereka masuk ke dalam rumah mereka langsung disambut oleh para pelayan dengan ramah dan mereka langsung pergi menuju dapur yang ternyata di sana sudah ada om Anton juga nyonya Wulan yang tengah duduk bersebelahan di depan meja makan yang panjang itu, Ratu hanya menunduk karena dia takut melihat mata nyonya Wulan yang seakan mengancamnya dan hendak membunuhnya saat itu juga, Ratu hanya berdiri dia di belakang tuan Randi bersama sekretaris Han yang sudah duduk di depan meja makan berhadapan dengan nyonya Wulan, saat tuan Randi memintanya untuk duduk dan makan bersama Ratu dengan cepat menolak sama seperti apa yang dikatakan sekretaris Han sebelumnya saat ditawari oleh tuan Randi.


"Sekretaris Han, Ratu ayo duduk kita makan siang bersama," ajak tuan Randi.


"Maaf tuan saya tidak lapar, dan bisa makan siang dikantor saja," jawab sekretaris Han sambil menunduk.


"Saya juga tidak lapar tuan, silahkan anda makan lebih dahulu," jawab Ratu dan mengikuti sekretaris Han dengan menunduk.

__ADS_1


__ADS_2