
Mala mengangguk paham setelah mendengar penjelasan dari Ratu, tak lama saat tengah menata bunga pria misterius yang memesan bunga itu tiba, seperti biasa dia mengenakan pakaian yang begitu tertutup serta masker dan kaca mata hitamnya, saking anehnya bahkan Mala sempat mengira kalau pria itu buta sebab dalam cuaca apapun dia selalu datang ke toko mengenakan kacamata hitam, kali ini saat Mala hendak menyambut pelanggan pria itu, Ratu segera berdiri dan memberikan isyarat pada Mala agar dialah yang meladeninya.
*Selamat datang di toko bunga kami, ada yang bisa saya bantu?* ucap Ratu menyambut dengan senyum ramah.
Bukannya menjawab atau mengutarakan keinginannya pria itu justru malah termenung dia diam berdiri tidak bergerak ataupun mengeluarkan kata kata, Ratu dan Mala saling tatap satu sama lain dan mengerutkan alis bersamaan tanda merasa aneh dengan gelagat pria langganan bunganya itu, karena lama pria itu tidak menjawab akhirnya Ratu pun segera menyuruh Mala untuk mengambilkan pesanan miliknya setelah itu Ratu segera memberikan bunga tersebut pada pelanggan anehnya itu.
*Maaf saya tau anda kemari untuk mengambil pesanannya seperti biasa kan?, ini bunga mawar putih dan merah serta kartu ucapan apa kabar yang ditulis dan dipetik oleh saya sendiri selaku pemilik toko ini, terimakasih su.....* ucap Ratu sambil menjulurkan tangannya hendak memberikan bunga itu.
Belum sempat Ratu memberikan bunganya dan menyelesaikan ucapannya pria itu tiba tiba membuka kacamata serta masker yang selama ini dia kenakan, dan saat itu juga Ratu kaget tak karuan hingga menjatuhkan bunga pesanan pria tadi tanpa dia sadari, Ratu menatap tajam tak percaya dengan pria yang dia lihat dihadapannya, tangannya menutup mulut yang terbuka saking kagetnya, Ratu sungguh tidak bisa berkata kata lagi, Mala justru malah terpikat dengan ketampanan pria itu dan dia juga berpikir bahwa Ratu terpikat dengan pria itu sama sepertinya, padahal reaksi Ratu seperti itu sebab dia tidak menyangka ternyata pria yang menjadi pelanggan tetapnya dan selalu memesan jenis bunga yang sama adalah Zidan orang yang dia kenal di masa lalu, orang yang selalu membantunya dikala susah, dan orang yang mengetahui setiap titik kesulitan yang dia alami di masa lalu, Ratu pikir dia sudah berhasil pergi dan menghilang dari semua orang yang dia kenal namun kenyataannya masih ada yang bisa menemukan keberadaannya.
__ADS_1
Zidan mengambil bunga yang dijatuhkan oleh Ratu lalu dia memberikannya pada Ratu disertai senyum yang merekah.
*Apa kabar?* ucap Zidan bertanya.
*Ka..kk... ka Zidan, kenapa bisa ada di sini?* ucap Ratu terheran.
Ratu kini sadar ternyata mobil yang sebelumnya dia lihat adalah mobil kak Zidan, tidak heran dia merasa familiar dengan mobil tersebut.
*Kakak sudah ada di sini sejak lama yah?* tanya Ratu.
__ADS_1
*Iya aku menunggumu, kenapa kau tidak pernah datang ke tokomu sendiri, membuatku menunggu lama* ucap kak Zidan yang membuat Ratu sedikit bingung
*maksud kakak apa?, jadi selama ini kakak selalu menungguku, makanya membeli bunga ditokoku ini?* tanya Ratu memastikan dugaannya
*dugaanmu tidak salah tapi kurang tepat, sebenarnya aku sudah tau keberadaanku sejak 2 bulan belakangan ini, dan aku sengaja menyuruh orang untuk membuntutimu, makanya aku tau keberadaanmu tapi sayangnya mereka hanya tau toko bunga ini adalah milikmu, selebihnya aku juga tidak tau, maaf yah sudah membuntutimu* ucap kak Zidan menjelaskan.
*Oh jadi karena itu kakak menungguku di sini dan meminta tulisan di kartu ucapan aku yang membuatnya?* tanya Ratu lagi memastikan.
*Iya, sayangnya kamu tidak pernah peka dengan kode ku untunglah sekarang kita bertemu* ucap kak Zidan disertai senyum yang merekah.
__ADS_1