
Saat mendengar ucapan dari tuan Randi dan sekretaris Han rasanya Ratu ingin sekali melempar kedua gelas kopi itu ke wajah mereka masing masing namun dia harus bersabar dan kembali membuatkan kopi untuk mereka, Ratu berjalan dengan penuh kekesalan kembali ke dapur dan menyeduh kopi lagi untuk mereka berdua tapi kali ini Ratu sengaja mengganti gula dengan garam ke dalam kopi tersebut.
"Huuh... Kalian ingin mempermainkan ku, rasakan ini" ucap Ratu sambil berjalan kembali ke ruangan tuan Randi.
Ratu memberikan kopi itu kepada sekretaris Han dan tuan Randi lalu dia segera menyuruh ob di sana untuk membersihkan bekas tumpahan kopi di lantai sebelumnya.
"Heh... Kenapa kau malah menyuruh ob untuk membersihkannya aku kan minta kau yang membereskan!" Bentak sekretaris Han,
"Maaf sekretaris Han tapi itu adalah tugas ob bukan aku yang asisten pribadi tuan Randi dan hanya tuan Randi yang akan saya layani, apa anda tidak tau yah yang mana tugas ob dan seorang asisten pribadi?" Jawabku melawannya dengan puas,
Sekretaris Han kembali duduk dan terdiam seketika setelah mendapatkan balasan yang tajam dari Ratu dia berniat meredakan emosinya dan meminum kopi yang sudah Ratu buat.
"Ohokk...ohok... Kopi apaan ini asin sekali" bentak sekretaris Han lagi sambil menaruh kembali gelas ke atas meja.
Ratu berusaha menahan tawa melihat ekspresi sekretaris Han yang keasinan, dia sangat puas karena bisa mengerjai balik sekretaris Han.
"Rasakan itu haha aku puas sekali" gumam Ratu dalam hati kecilnya,
"Ahh... Kenapa sekretaris Han?, padahal aku membuatnya dengan jauh lebih baik dari yang sebelumnya, tuan Randi bagaimana jika anda memastikannya" ucap Ratu sengaja memancing agar Randi juga meminum kopinya,
Randi yang merasa penasaran dia pun meminum kopi itu meski sebelumnya sekretaris Han sudah memperingati.
"Tuan jangan dengarkan dia, kopinya benar benar asin" kata sekretaris Han,
__ADS_1
Tuan Randi tetap mencobanya sampai akhirnya dia juga masuk ke dalam jebakkan yang Ratu buat, dari situ Ratu sudah tak tahan lagi dia tertawa kecil di hadapan sekretaris Han dan tuan Randi.
"Ahaha... Rasakan itu, siapa suruh kalian berdua mau mengerjaiku, bukankah rasa kopi itu yang tadi kalian inginkan, ingat yah aku memang merubah sikapku dari yang dulu tapi jika kalian seperti itu aku juga tidak akan diam!" Ucap Ratu memperingati dan segera pergi kembali ke ruangannya.
Ratu kembali ke ruangannya dan duduk sambil tertawa puas mengingat lagi kejadian sebelumnya sampai saat jam pulang Ratu pergi tanpa menemui Randi terlebih dahulu dan dia segera pulang mendahului Randi, Ratu berniat mulai sekarang dia tidak mau terlalu dekat lagi dengan tuan Randi selain karena sekretaris Han namun Ratu juga tau kedekatannya dengan tuan Randi hanya akan membuatnya tidak tenang dalam hidup.
Randi yang mengetahui bahwa Ratu pulang lebih dulu, dia segera mengikutinya dari belakang bersama sekretaris Han.
"Tuan kenapa kau harus mengikutinya dia sudah pasti akan pulang ke rumahmu kenapa juga kau harus cemas" ujar sekretaris Han,
"Bagaimana jika dia kabur apa kau mau tanggung jawab, dulu saja dia keluar dari perusahaan dan menghilang kau tidak berhasil menemukannya, jadi diam saja!" Jawab tuan Randi.
"Aishh.. wanita itu benar benar merepotkan!" gumam sekretaris Han dengan bibir yang mengkerut karena kesal.
Sekretaris Han sangat kesal tapi hanya bisa menuruti perintah dari bosnya, sampai dugaan sekretaris Han benar Ratu memang pulang ke kediaman tuan Randi, saat Ratu baru turun dari taxi dia melihat mobil tuan Randi tepat dibelakang taxi yang sebelumnya dia naiki.
Randi turun dari mobil begitu juga dengan sekretaris Han, Randi menahan lengan Ratu yang hendak pergi masuk ke dalam rumah.
"Tunggu, kenapa kau pergi lebih dulu bukankah dalam kontrak sudah jelas kau harus di sampingku 24 jam" ucap tuan Randi,
"Bukankah tuan memang selalu di sampingku selama 24 jam?, Ini saja kita sampai di waktu yang sama benar bukan sekretaris Han?" Balas Ratu sambil menatap sekretaris Han dengan senyum kecil,
"Heh... Jangan bawa bawa aku pada urusanmu, tuan saya pergi saja tidak mau berlama lama dengan wanita menjengkelkan ini" jawab sekretaris Han yang justru malah uring uringan tidak jelas,
__ADS_1
Saat sekretaris Han sudah pergi tiba tiba saja tuan Randi berjalan mendekatiku dan terus mendesak tubuhku sampai aku terhantuk ke pintu dan tak ada ruang untuk bergerak, tangannya menepuk dinding pintu dengan cukup keras dan sempat membuatku kaget, aku sangat gugup karena jarak kami sangat dekat saat itu.
"Tuu...tuan apa yang mau kau lakukan?" Ucap Ratu terbata bata,
"Jawab aku dengan jujur Ratu, apa hubunganmu dengan Zidan?" Tanya tuan Randi dengan wajah yang serius,
Sorot matanya yang tajam dan begitu dalam membuatku sulit menelan salivaku sendiri aku juga bingung bagaimana menjelaskan pada tuan Randi kalau memang tidak ada apapun diantara aku dengan Zidan.
"Ke..kenapa kau bertanya begitu, kau kan tau sendiri aku dengan tuan Zidan sudah berteman sejak lama jadi hubungan kami ya teman, memangnya apa lagi" ucap Ratu dengan gugup.
Aku bukan gugup karena pertanyaannya tapi aku gugup karena tuan Randi terus menatapku lekat tanpa berkedip ditambah jarak wajah kami yang sangat dekat aku sungguh tak bisa berpikir jernih dalam situasi itu.
Setelah mendengar jawabanku tuan Randi masih tetap menatapku tajam sampai beberapa saat akhirnya dia melepaskan ku dan dia tersenyum kecil sambil bersenandung masuk ke dalam rumah meninggalkanku yang masih terperanga keheranan.
"Baguslah kalau begitu..." Ucapnya dengan santai,
"La...la..la..la...la...Lal..yeayy...yeayy...huu..huu..huu" suara tuan Randi yang bersenandung sambil berjalan menenteng tas kerja di tangannya.
"Hah... ada apa dengan tuan Randi hari ini, kenapa dia sangat aneh sekali?" ucap Ratu saat melihat tingkah aneh tuan Randi.
Aku berdiri sambil memegangi dadaku merasakan detak jantung yang begitu cepat, aku merasa aneh dengan diriku sendiri kenapa perasaan seperti ini tiba tiba saja muncul dalam diriku. Ditambah melihat tingkah tuan Randi yang sangat aneh membuatku semakin kebingungan.
"Apa yang terjadi padaku, kenapa jantungku berdetak sekencang ini dan kenapa aku senang saat tuan Randi tak memarahiku lagi.... Aishhh... Perasaan macam apa ini menggangguku saja" gerutu Ratu sambil menggaruk rambutnya kebingungan sendiri.
__ADS_1
Ratu pun masuk ke dalam rumah mengikuti tuan Randi dan segera menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak.
"Aku harus mencuci otakku agar tidak kebingungan lagi" gumam Ratu sambil masuk ke dalam kamar mandi.