PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MAMAH DIVA YANG BARU SADAR


__ADS_3

Hari ini pagi pagi sekali Ratu sudah bersiap siap berpakaian ralih dan sarapan bersama sang mamah, mamah Diva yang merasa heran karena tumben Ratu berpakaian rapih dan sudah mandi jam segini saat hari libur.


"Sayang tumben sekali kamu sudah berpakaian rapih pagi pagi gini, mau kemana?," tanya mamah Diva.


"Aku mai menjenguk oma Rika mah, katanya dia ingin aku menemuinya hari ini karena sudah lama kita tidak bertemu," jawab Ratu jujur.


"Siapa oma Rika?," tanya balik mamah Diva dengan heran.


"Ohh...iya aku lupa oma Rika itu omanya tuan Zidan mah, pemilik universitas Bratawijaya, dia juga pengusaha muda dan pemegang saham terbesar di mana mana, yahh dia hampir sebelas dua belas dengan tuan Randi," jawab Ratu menjelaskan.


Mendengar penjelasan dari Ratu mamah Diva sungguh kaget dan tak menyangka bagaimana bisa Ratu bisa mengenal tuan Zidan dan tuan Randi sekaligus, dan setelah mengingat ngingat, hingga akhirnya mamah Diva sadar bahwa dia juga mengenal tuan Randi maupun Zidan karena mereka sering muncul di dalam berita televisi maupun majalah atau koran.


"Ouuhh...iya mamah ingat sekarang astaga kalau mamah tau itu mereka aduhh...mamah akan minta foto kemarin," jawab mamah Diva dengan hebohnya.


"Aishhh....mamah salah satu fans mereka yah?," tanya Ratu tak menduga.


"Hehe....iya Ratu sejak dulu mamah memang sangat mengidolakan para pengusaha kaya tapi mamah sama sekali tak bisa seperti mereka makanya mamah menikahi ayahmu dulu, tapi sekarang mamah sudah tidak ingin menjadi orang kaya lagi, mamah hanya ibgin hidup tentram saja," ucap mamah Diva.


"Syukurlah kalau seperti itu," ucap Ratu merasa senang.


"Tapi kalau masalah tuan Randi dan tuan Zidan mamah masih mengidolakan mereka habisnya mereka sangat tampan apalagi setelah mamah lihat secara langsung kemarin ahhhh....mamah benar benar ingin kau berjodoh dengan salah satu dari mereka," ucap mamah Diva sangat antusias.

__ADS_1


Ratu pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dan melanjutkan makannya hingga habis, barulah dia berpamitan pada mamah Diva setelah mendengar bunyi klakson mobil tuan Zidan yang menjemputnya, Ratu berpamitan dengan terburu buru karena dia takut mamah Diva akan benar benar meminta foto selpi bersama tuan Zidan.


"Nah...itu jemputanku sidah tiba aku pamit dulu yah mah bye....," ucap Ratu terburu buru.


"Ehh...Ratu tunggu apa itu tuan Zidan yang menjemputmu nak?," tanya mamah Diva sambil berlari menyusul Ratu.


Ratu langsung berlari dan masuk ke dalam mobil tuan Zidan lalu dia menyuruh tuan Zidan agar cepat melajukan mobilnya itu sebelum ibunya sampai.


"Ayo...kak...celat jalankan mobilnya ayoo....," teriak Ratu mendesak.


"Ishhh....baru juga aku hendak turun dan meminta ijin pada ibumu," jawab tuan Zidan.


"Tidak usah dia sudah mengijinkan sejak lama, ayo cepat kita pergi," ucap ratu.


"Huahhhh.....untunglah mamah tidak mengikutiku," ucap Ratu sambil mengusap dadanya berkali kali dan menghembuskan nafas menderu.


Tuan Zidan menatap heran melihat Ratu namun dia juga bingung kenapa Ratu harus menghindari ibunya seperti itu padahal sebelumnya dia sendiri yang bilang bahwa ibunya itu sudah memberikan izin padanya untuk pergi bersama Zidan.


Karena enggan bertanya Zidan pun memilih untuk tidak perduli yang penting sekarang Ratu sudah ada di sampingnya dan oma Rika pasti akan sangat senang dengan kedatangan Ratu, tak lama di perjalanan mereka pun sampai di kediaman tuan Zidan dan benar saja apa dugaan tuan Zidan oma Rika sudah duduk di kursi roda tepat di depan pintu utama untuk menyambut kedatangan Ratu, melihat kedatangannya sangat di sambut baik oleh para pelayan di sana juga oleh oma Rika, Ratu sangat senang dan tersanjung dia merasa bak seorang putri cantik yang datang ke istana dan di sambut oleh seorang Ratu sungguhan dengan baik.


Ratu langsung menyalami oma Rika dan memeluknya, dia merasa oma Rika sungguh menyukainya dengan tulus.

__ADS_1


"Ratu sayang lama sekali kita tidak bertemu ayo masuk oma sudah siapkan banyak hidangan untukmu," ucap oma Rika.


Ratu pun mengangguk dan dia membantu tuan Zidan mendorong kursi roda oma Rika.


Mereka bertiga duduk di meja makan, dan oma Rika langsung mempersilahkan Zidan dan Ratu untuk makan bersamanya.


"Ayo dimakan, ini semua resep oma loh, dan oma sengaja ingin sarapan bersama kamu," ucap oma Rika.


Ratu yang tadinya ingin menolak untuk makan karena tadi di rumahnya dia juga sudah makan, tapi melihat oma Rika yang sangat baik padanya rasanya tidak enak jika menolak semua kebaikannya apalagi semua ini sudah dia siapkan sedemikian rupa, Ratu oun memutuskan untuk memakan sedikit saja yang penting tidak menolaknya.


Tuan Zidan sebenarnya tau bahwa Ratu pasti sudah makan karena dia melihat Ratu makan sedikit di sana, setau tuan Zidan Ratu bukanlah tipe wanita yang makan dengan jamin dan sedikit sedikit tapi kali ini melihatnya makan dengan anggun rasanya Zidan benar benar ingin memiliki Ratu jika seandainya Ratu mau menerima dirinya.


Oma Rika nampak senang dan ceria dia sangat bahagia bisa sarapan bersama cucu dan gadis yang dia harapkan untuk menjadi menantu putranya itu.


Setelah selesai sarapan oma Rika mengajak Ratu dan tuan Zidan untuk pergi berbelanja ke kebutuhan rumah ke mall dan membeli beberapa barang yang dibutuhkan oleh Zidan maupun oma Rika, Ratu tentu saja dengan senang hati membantunya saat Ratu di minta untuk membantu oma Rika berdiri, Ratu kaget karena dia pikir oma Rika sudah tidak bisa berjalan makanya duduk di kursi roda, ternyata oma masih cukup bugar dan bisa berjalan normal walau lambat, Ratu terus saja menggandeng tangan oma Rika karena dia takut oma akan jatuh jika berjalan sendirian, merekapun masuk ke dalam mobil yang dikemudikan oleh tuan Zidan menuju pusat perbelanjaan di kota itu.


Saat turun dari mobil dan sampai masuk bahkan saat berkeliling Ratu tak pernah sedikitpun melepaskan pegangan oma Rika padanya justru Ratu selalu membantu oma Rika dan bertanya apakah oma Rika ingin beristirahat sejenak atau tidak.


"Tidak usah oma masih cukup kuat berjalan kita ke cafe di sana saja yah," ucap oma Rika.


Kak Zidan dan Ratu pun menuruti dan mereka memesan beberapa menu di cafe tersebut, kecuali Ratu yang memang sudah sangat kenyang.

__ADS_1


"Zidan setelah ini kita ke toko pakaian yah," ajak oma Rika yang dibalas anggukan oleh tuan Zidan.


__ADS_2