
setelah duduk bersimpuh beberapa saat di samping makan bi ina ratu mulai melihat ke arah diva yang dengan setia memayunginya sedari tadi.
Apa maksudnya...apakah dia benar sudah tobat...ahhh, sudahlah biarkan saja..bi ina begini juga karena tangan kotornya itu (gumam ratu yang tak mau menghiraukan diva)
Ratu langsung berdiri dan berjalan dengan cepat meninggalkan diva yang masih mematung dan mulai berlari mengejar ratu, ratu diam di pinggir jalan menunggu taxi online yang sudah di pesannya tadi, sementara diva masih mengikutinya dan berdiri tepat di sampingnya saat ini.
Ratu...tante benar benar menyesal..tolong maafkan tante ratu...tante janji akan menyerahkan diri tante ke kantor polisi (ucap diva sambil menunduk dan memegang sebelah tangan ratu dari samping)
Namun ratu dengan cepat menghempaskan tangan diva yang memegang tangannya dan tak menghiraukan perkataan yang keluar dari mulut diva sedikitpun, bagi ratu apapun yang keluar dari mulut diva hanyalah kebohongan dan bualan semata yang justru akan semakin menyakitkan hatinya.
Beberapa saat kemudian taxi online pesanan ratu datang dan dengan segera di masuk kedalam taxi itu tanpa menghiraukan diva yang terus memanggil namanya, perlahan taxi mulai melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman mereka, sesampainya di sana ratu segera turun dan membayar ongkos pada supir taxi, kemudian dia berjalan memasuki rumah, namun baru saja dia hendak membuka pintu terdengar satpam membuka gerbang dan masuklah mobil mewah berwarna merah cerah milik ratu masuk kedalam halaman rumahnya dan keluarlah astrid dari balik mobil bangku kemudi, lantas ratu merasa heran melihat astrid bisa mengemudi mobil.
__ADS_1
Apa aku gak salah lihat, bukannya dia gak bisa ngendarain mobil ya (gumam ratu yang penuh keheranan)
Astrid berjalan sambil lenggak lenggok bak model ke arah ratu sambil menenteng banyak sekali belanjaan di tangannya.
Hayyy..ratu heran ya liat aku bisa pake mobil..hahahaha....lo itu terlalu bodoh buat gue kibulin paham...bayyyy..ratu (ucap astrid sinis sambil melambaikan tangannya dan masuk kedalam rumah meninggalkan ratu yang masih berdiri mematung menahan amarah Yang sudah menggebu sampai ke ubun ubun)
Tak lama datang juga diva dengan wajah sembab turun dari sebuah taxi dan langsung berlari menghampiri ratu yang mematung dengan wajah merah padam.
Ratu yang melihat bagaimana usaha diva yang begitu menyesali atas semua perbuatannya pada keluarga ratu, kini hatinyapun tersentuh dan mulai memegang kedua tangan diva yang dikantupkan sedari tadi untuk mendapatkan maaf darinya.
Sudah tan...ratu sudah memaafkan tante sejak lama (ucap ratu yang disambut pelukan hangat dari diva seketika itu)
__ADS_1
Terimakasih sayang....
Tante janji mulai sekarang tante akan berubah (ucap tante diva penuh kejujuran dimatanya)
Ratupun membalasnya dengan anggukan dan mengajak tante diva untuk masuk kedalam rumah, setelah itu ratu langsung masuk ke kamaranya dan membersihkan diri lalu dia membaringkan tubuh mungilnya di atas ranjang empuk dikamarnya itu, sejenak dia memikirkan tentang semua ujian yang Allah berikan secara bertubi tubi padanya, ratu bisa menjalani semua ini dengan lapang dada walaupun sampai saat ini hatinya masih merasakan sakit dan otaknya masih mengingat jelas semua kejadian itu dengan baik, hingga ratu mulai mengingat akan sekolahnya yang ia tinggal begitu saja sementara hari ini adalah hari ujian keduanya.
Ya..ampun aku lupa hari ini kan aku ujian akhir...aduh gimana dong aku malah ga sekolah lagi...ahhhhhh..kacau (gumam ratu sambil mengacak ngacak rambutnya)
Ratu terus saja memikirkan bagaimana nasibnya besok di sekolah, hingga dia mulai mengantuk dan menguap berulang kali hingga akhirnya menutup mata dan tertidur dengan lelap.
Hari terus berlalu waktupun terus berjalan sedikit demi sedikit namun pasti....jam berganti menit dan menit berganti detik hingga begitu seterusnya waktu berputar tiada henti, kini jam sudah menunjukan pukul 18.30 dan matahari sudah tenggelam dengan sempurna digantikan oleh cahaya bulan yang memberikan ketenangan di awal malam, hujanpun perlahan turun seakan mengetahui isi hati seorang gadis kecil bernama ratu yang tengah terpuruk hingga tertidur untuk melupakan sejenak beban di dada yang membuatnya sesak untuk bernafas bahkan untuk bertahan hidup tanpa orang orang tersayang di sisinya dan harus menghadapi berbagai cobaan dalam hidupnya.
__ADS_1
Perlahan mata yang sembap itu mulai terbangun dan mengerjap ngerjap, ratu kini sudah membulatkan matanya sempurna dan tersadar dari tidurnya dia berjalan menuju kamar mandi setelah melihat jam di dinding kamarnya, ratu segera mensucikan diri setelah beres mandi lalu melaksanakan kewajibannya yakni solat magrib