PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Tersedak


__ADS_3

Mala pun segera memesan sofa baru lalu dia segera pergi ke sebuah cafe dan memesan minuman untuk meredakan emosi serta rasa dahaga di tenggorokannya.


"Ahhh...sirup ini sudah membuat tenggorokanku jauh lebih baik" ucap Mala sambil menikmati sirup yang dia pesan sebelumnya.


Saat itu baru saja Mala hendak menyantap beberapa makan siang yang sudah dia pesan namun tiba tiba ponselnya berbunyi dan saat dia melihat ternyata nama Han tertera di sana, hal itu membuat Mala kesal dan dia membiarkan ponselnya terus berdering sedangkan dia terus menikmati makan siangnya.


Sudah berkali kali Han menelpon Mala namun Mala terus mengabaikan panggilan juga pesan yang dilakukan oleh Han saat itu, sehingga Han yang kesal karena dia terus diabaikan dia pun pergi sendiri mencari keberadaan Mala.


Han sudah mencari Mala keruangannya juga ke beberapa tempat serta departemen untuk mencarinya sampai salah satu karyawan di sana memberitau di mana keberadaan Mala.


"Tuan apa anda mencari sekretaris Mala, tadi saya lihat dia masih makan siang di cafe sebrang sana" ucap karyawan itu memberitahu.


"Ahh... Baik terimakasih, silahkan lanjutkan pekerjaanmu" jawab Han sambil tersenyum ramah.


Semua orang berpikir Han adalah orang yang baik dan ramah mereka juga lebih senang jika Han yang memimpin perusahaan itu lebih lama, karena sikap dan karakter Han kepada karyawan sangat baik berbeda dengan tuan Randi yang dingin dan kaku, meski wajahnya tampan namun tidak pernah ada ekspresi yang terlihat di wajahnya oleh semua karyawan di sana.


Sedangkan Han hanya bersikap menyebalkan kepada Mala dan Ratu saja tapi kini Han justru semakin sengaja bersikap menyebalkan kepada Mala bahkan lebih menyebalkan dari pada sikapnya kepada Ratu dahulu.


Dengan perasaan kesal dan tak menentu, Han membuka kancing jasnya dan melonggarkan dasinya dia berjalan dengan tegas serta terburu buru, wajah Han langsung berubah serius dan mulutnya yang mengerucut menahan kekesalan.


Han pergi ke cafe yang sudah ditunjukan oleh karyawannya tadi, di perjalanan Han terus saja menggerutu habis habisan kepada Mala.


"Awas saja kau dasar dia itu gadis kasar!" Gerutu Han penuh kebencian.


Sampai dia masuk ke dalam cafe itu dan matanya langsung berkeliaran mencari keberadaan Mala hingga sorot matanya berhenti ketika melihat seorang perempuan yang duduk seorang diri dan menikmati makanan dengan lahap di meja pojok cafe itu.

__ADS_1


"Hah, pantas saja aku sulit menemukannya, dasar dia ini" gerutu Han dan langsung berjalan menghampiri Mala.


Mala yang sadar ada seseorang sudah berdiri di hadapannya dia pun mengangkat kepalanya dan begitu kaget hingga tersedak ketika melihat sosok Han yang sudah berdiri tegak dengan mata yang terbelalak sempurna.


"Hah..a..a...hok...ohok..." Suara Mala yang tersedak sambil memegangi lehernya.


Han yang tadinya marah dan sudah siap menumpahkan semua emosinya dia langsung terperangah dan kemarahannya hilang seketika berubah menjadi perasaan panik saat melihat Mala yang tersedak di hadapannya.


"E..eh...kau kenapa, aishh...., Maaf tapi aku harus melakukan ini untuk menyelamatkanmu" ucap Han sebelumnya dan dia langsung memeluk Mala lalu mengangkatnya juga menekan dadanya untuk mengeluarkan makanan yang tersedak oleh Mala.


Sekali dua kali itu tidak berhasil sampai yang ke tiga kalinya, akhirnya makanan yang sempat tersangkut di tenggorokan Mala bisa keluar dan menggelinding ke lantai cafe itu. Mala mengatur nafasnya yang sudah tak teratur dan dia terus memegangi tenggorokannya yang terasa sakit.


Han yang tidak tega melihatnya dia pun memberikan segelas air mineral yang ada di meja kepada Mala dan menyuruhnya untuk segera meneguk air itu.


Mala mengambilnya dengan perasaan canggung dan tidak enak dia langsung meneguk air itu hingga habis dan akhirnya dia merasa jauh lebih baik.


Untuk beberapa saat mereka saling diam sampai Mala memberanikan diri memulai pembicaraan dengan berterima kasih terlebih dahulu pada Han dan mulai menanyakan kedatangan Han di tempat itu.


"E..eumm...terimakasih pak, anda sudah menyelamatkan saya tadi" ucap Mala sambil menunduk tak berani menatap wajah Han,


"Ta...tapi apa yang anda lakukan di sini?" Tanya Mala menambah lagi karena Han tidak menjawab ucapan dari dia sebelumnya.


Han mulai menatap Mala dengan serius dan dia kembali mengingat tujuan utamanya datang ke sana adalah untuk memarahi Mala karena berani mengabaikan pesan juga panggilan telpon darinya berkali kali.


"Heh... Apa kau ini tuli atau buta hah?, Bisa bisanya kau mengabaikan semua pesan juga panggilan dariku apa kau tidak tau seberapa pentingnya hal yang mau aku katakan padamu!" Bentak Han secara langsung di depan banyak pengunjung cafe lainnya.

__ADS_1


Beberapa pengunjung cafe nampaknya terganggu dengan suara teriakkan Han saat itu dan mereka saling berbisik satu sama lain membicarakan Mala juga Han sampai salah satu ketua pelayan di cafe itu menghampiri mejaku.


"Mohon maaf tuan, nona jika kalian ingin berdebat silahkan pergi ke luar dahulu karena pertengkaran kalian membuat pengunjung lain terganggu, terimakasih" ucap pelayan itu pada mereka berdua.


Han yang merasa malu karena dia mendapatkan pengusiran di sebuah cafe kecil seperti itu dia pun langsung bergegas pergi dari sana dengan perasaan kesal dan berjalan cepat juga kasar bahkan dia meninggalkan Mala begitu saja.


Sedangkan Mala kaget dan dia berniat mengejar Han namun tangannya ditahan oleh pelayan tadi karena Mala lupa belum membayar makanannya.


"Ehh ..tunggu mbak, anda belum membayar tagihannya" ucap pelayan itu sambil menahan lengan Mala.


Mala pun berdecak kesal karena pelayan itu sudah menyita waktunya dan membuat dia tidak bisa mengejar Han.


"Aishh...ini...nih....ambil saja semua" ucap Mala terburu buru dan memberika uang pada pelayan itu.


Mala langsung berlari mengejar Han namun sayangnya saat itu Han sudah menyebrangi jalan dan lampu lalu lintas sudah kembali hijau sehingga Mala tidak bisa menyebarang dan harus menunggu hingga lampu berubah menjadi merah lagi.


Selama menunggu lampu lalu lintas berubah Mala terus saja menggerutu seorang diri karena dia tidak sabar untuk mengejar Han dan meminta maaf kepadanya, terlebih Mala sudah sangat penasaran perintah penting apa yang akan di minta oleh Han kepadanya sampai dia mau mencari dia secara langsung ke cafe itu.


"Aishh...ayolah kenapa lama sekali berubahnya....aduhh kalau begini aku bisa kena marah atau potong gajih atau bahkan aku...ahhh tidak tidak aku tidak mau di pecat baru saja ini hari pertama masa sih harus di pecat huhu..." Gerutu Mala mulai berpikiran ke sana kemari.


Mala tidak bisa diam dan dia terus berjalan mondar mandir sambil menggigit kukunya sesakli sampai ketika lampu lalu lintas berubah menjadi merah, Mala langsung berlari dengan cepat menyebrangi jalan sampai terus masuk ke dalam gedung perusahaan.


Dia dengan gesit melewati banyak orang yang berjalan di sekitar sana dan langsung masuk ke dalam lift dengan terburu buru dan mendahului orang lain.


"Hehe...tolong permisi tuan Han akan marah jika aku tidak segera sampai, permisi...permisi" ucap Mala samb terus berjalan melewati para karyawan lain yang juga baru keluar dari lift.

__ADS_1


__ADS_2