
Saat sudah memarkirkan sepedanya Ratu melihat ke jam tangan yang melingkar di tangannya ternyata masih ada waktu 30 menit sebelum.kelas pertamanya di mulai Ratu pun meniatkan dalam dirinya untuk berjualan dahulu sambil menunggu setengah jam sampai masuk kelas pertama pagi ini, tanpa gengsi dan malu Ratu menenteng kerangjang berukuran kecil yang berisi kue buatan mamah Diva itu dengan senyum mengembang di wajhnya dan tanpa malu Ratu berteriak menjajakan kue kue tersebut dan menawarkannya pada teman teman dan orang yang berpapsan dengannya saat itu.
Untungnya banyak sekali dones juga mahasiswa yang menyukai kue buatan mamahnya sehingga tidak butuh waktu lama kue yang dijajakan oleh Ratu hanya tinggal 10 biji lagi, mereka memakan kue itu sebagai sarapan, dan Ratu bahagia ketika melihat semua orang suka dengan kue bawaannya, saat melihat jam waktunya tinggal 5 menit lagi Ratu pun segera pergi menuju kelas pertamanya dan di perjalanan dia berpapasan dengan Zidan, Zidan menyapa Ratu beberapa kali namun Ratu mengabaikannya sebab dia sudah tidak mau lagi berhubungan dengan orang orang yang punya hubungan dekat dengan Steven, Ratu sungguh tidak ingin terlibat lagi dengan saingan bisnis mereka ataupun persahabatan mereka.
Namun sekuat apapun Ratu mengabaikan sapaan Zidan padanya tetap saja Zidan tidak menyerah dan terus mengikuti Ratu dengan berlari kecil mengiringi langkah cepatnya dati arah samping, Ratu yang risih karena banyak orang orang yang melihatnya dan Ratu takut malah menkadi salah paham akhirnya Ratu pun menghentikan langkahnya dan meminta Zidan agar tidak mengikutinya lagi.
"Maaf tuan Zidan bisakah anda tidak mengikuti saya lagi," ucap Ratu dengan wajah datar.
"Wah...wah...sekarang kamu sudah banyak berubah rupanya, sekarang sudah berani bicara setegas itu aku jadi terkesan," jawab Zidan.
Karena malah mendapatkan jawaban omong kosong yang tidak penting dari Zidan Ratu pun segera melanjutkan langkahnya dan kembali mengabaikan Zidan lagi walaupun akhirnya Zidan mengikuti Ratu sampai masuk ke dalam kelas dan betapa terkejutnya Ratu saat melihat dosennya di mata kuliah kali ini adalah Zidan, Ratu benar benar kaget bukan kepalang dan sangat tidak menyangka.
"Ahhh...bagaimana bisa Zidan dosen yang mengajar di kelasku, bukannya dia di sini untuk melanjutkan kuliahnya yah," gumam Ratu penuh tanya dengan kebingungan sendiri.
"Ahhh..sudahlah aku tidak perduli lagi pula omanya kan pemilik universitas ini jadi dia bebas menjadi apa saja di sini, lebih baik aku bersikap propesional saja padanya, itu akan lebih baik," gumam Ratu lagi menekadkan dirinya agar menjaga jarak dengan Zidan.
__ADS_1
Saat melihat Astrid dan Steven memberi hormat pada Zidan juga para mahasiswa lain Ratupun mengikutinya dan nampak saat ka Steven keluar setelah mengantarkan Astrid, eh Astrid langsung bersikap tidak sopan dengan mendekati Zidan maju ke depan dan menghodanya juga bersama anak gengnya itu, nampak mahasiswa lain saling berbisik dan membicatakannya sepertinya hanya Ratu satu satunya orang yang tidak tertarik dengan Zidan maupun tingkah Astrid yang sangat rendahan baginya, muak melihat kelas yang tidak jelas itu Ratu pun keluar dari kelas tanpa permisi dan Zidan yang melihat itu langsung menghempaskan tangan Astrid dan anak buahnya yang sedari tadi memegang tangannya dengan erat. Zidan hanya memberikan tugas pada para mahasiswa di kelas iti yang dititipkan oleh dosen sesungguhnya padanya, setelah itu dia langsung berlari mengejar Ratu, saat mencari keberadaan Ratu ke sana kemari ternyata Ratu tengah duduk di taman kampus, Zidan tersenyum saat berhasil menemukannya dan pergi menghampiri Ratu.
"Hay...boleh aku duduk di sampingmu?," tanya Zidan.
"Silahkan saja lagi pula semua ini milik omamu, jadi kau boleh duduk di mana saja," jawab Ratu tanpa menatap Zidan sedikitpun.
Zidan pun duduk di samping Ratu dan mengamati Ratu yang tengah menghitung uang hasil penjualan kuenya hari ini.
"Itu keranjang apa?," tanya Zidan saat baru menyadari sedari tadi Ratu membawa keranjang kecil.
Zidan mengangguk lalu dia mengambil satu buah kue dari dalam keranjang itu dan memakannya secara langsung, tak disangka Zidan menikmati kue itu.
"Eummm enak, apa ini buatanmu, boleh aku makan lagi," ucap Zidan.
"Boleh makan saja semuanya habis itu bayar satunya 2 ribu rupiah," jawab Ratu yang menuai tawa dari Zidan.
__ADS_1
"Hahaha...kau ini lucu sekali, tenang saja aku aka membayarnya," jawab Zidan.
"Aku tau itu," jawab Ratu lagi.
Zidan terus memakan kue yang ada di dalam keranjang sampai habis, Ratu sebenarnya sedikit tidak menyangka kenapa Zidan bisa menghabiskan 10 biji kue itu dengan sangat cepat bahkan dihadapannya.
"Maaf tuan tapi apa perutmu baik baik saja memakan kue yang harganya murah sebanyak itu?," tanya Ratu.
"Siapa bilang kue ini harganya murah ini aku bayar 100 ribu untuk 10 kue itu, karena rasanya enak dan penjualnya baik hati," ucap Zidan sambil tersenyum.
"Maaf tuan Zidan tapi saya tidak menjual kebaikan hati saya jadi cukup bayar kuenya saja, kalau kau tidak punya uang kecil tak apa kau tidak perlu membayarnya, permisi," ucap Ratu dan pergi meninggalkan Zidan.
Zidan termenung dengan mulut yang menganga karena tidak menyangka Ratu yang dia kenal dulu adalah gadis polos dan lemah karena selalu mendapatkan siksaan dan penderitaan dari ibu dan kakak tirinya sekarang benar benar sudah berubah dan menjadi Ratu yang tegas juga sangat cuek.
"Semua ini pasti karena Steven, penghianatannya sudah merubah Ratu, tapi tak apa aku tetap suka dan akan merebut hatinya cepat atau lambat," ucap Zidan sambil menatap kepergian Ratu dari kejauhan.
__ADS_1
Ratu merasa lebih baik setelah dia pergi menjauh dari Zidan, walau sebenarnya Ratu juga merasa tidak enak dan sedikit merasa bersalah karena sikapnya yang sangat dingin dan terlihat seperti orang asing pada Zidan padahal Zidan pernah menolongnya, namun mau bagaimana lagi, Ratu sadar dia siapa saat ini mana mungkin dia bisa dekat lagi dengan Zidan sedangkan dia adalah sahabatnya Steven apalagi saat melihat Astrid yang nampaknya juga menginginkan Zidan, memang Astrid serakah dari dulu dan tidak pernah berubah dia selalu mengambil apapun milik Ratu dan membuangnya setelah tidak dia butuhkan lagi, sepertinya ka Steven pun akan Astrid campakan setelah dia berhasil merampas milik Ratu yang lainnya, karena itu Ratu tidak ingin dekat dengan siapapun, ka Steven sudah dirampas oleh Astrid karena dia baik dan selalu melindungi Ratu, sahabat barunya Dota yang selalu menyemangatinya kini juga sudah di ambil dan dikuasai Astrid, entah apa lagi yang akan Astrid ambil dari Ratu kedepannya dan seakan Ratu tidak bisa melawan hanya bisa merelakan apapun yang diambil oleh wanita iblis itu.