PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Sekretaris Han/Presdir Han


__ADS_3

Saat itu sekretaris Han sama sekali tidak mengetahui keahlian apa yang dimiliki Mala dan dia terus merendahkan Mala dengan semua ucapan yang cukup kejam dia sungguh tidak mempercayai Mala sedikitpun terlebih kekesalannya yang masih dia rasakan karena Mala pernah memukulinya hingga hampir babak belur.


"Wanita itu, eughhhhh kakak adik memang sama sama menjengkelkan!" Ucap sekretaris Han yang masih geram dengan Mala juga Ratu.


Sedangkan di sisi lain malam itu adalah malam yang begitu menyakitkan dan mengharukan untuk Seli, ibunya meninggal dunia karena penyakit jantung yang di idapnya sejak satu satuh belakangan ini, Seli terduduk dengan lesu di depan makan ibunya dia tidak bisa melakukan apapun selain menangis terisak seorang diri.


Kini tidak ada lagi pundak untuknya bersandar tidak ada lagi telinga untuk mendengarkan cerita dan keluh kesalnya, Seli sangat kehilangan sosok ibu yang selama ini mendampingi hidupnya sejak kecil.


Awalnya Seli berniat membawa jasad ibunya terbang ke negara X bersamanya sebab dia sudah memutuskan untuk pergi ke negara asalnya setelah kepergian sang ibu, namun mengingat di sana adalah perusahaan yang ibunya dirikan dengan susah payah Seli tidak bisa meninggalkannya begitu saja.


Dan dia sudah memutuskan untuk memakamkan ibunya dengan segera di pemakaman umum yang ada di sana, Seli pergi ke rumahnya yang besar dan luas seorang diri dia membuka kembali buku memo masa kecilnya.


Di sana dia melihat banyak kenangan manis dan foto foto yang begitu lucu ketika dia masih kecil sampai sebuah foto mengingatkannya pada sosok Ratu.


"Ratu, maafkan aku telah meninggalkanmu begitu lama, aku akan kembali untuk mengunjungimu, tunggu aku Ratu" gerutu Seli sambil memeluk foto Ratu dengan erat.


Sudah bertahun tahun lamanya mereka terpisah dan kini Seli baru ingin menemui Ratu lagi, walau sebenarnya saat itu Seli sudah merencanakan untuk menemui Ratu setelah kuliahnya selesai namun takdir berkata lain sebab ibunya yang tiba tiba sakit keras.


Seli tidak bisa meninggalkan ibunya yang sakit keras seorang diri di negara yang sangat jauh dari tempat asalnya apalagi di sana mereka hanya tinggal berdua dan tidak ada siapapun yang bisa mereka percaya.


Bahkan dulu ibunya menjalankan perusahaan seorang diri dan hanya di bantu oleh Seli sedikit saja, kini setelah kepergian ibunya mungkin Seli yang akan bertanggung jawab penuh dengan keberlangsungan perusahaannya itu.


"Bu aku janji akan mempertahankan perusahaan ini sampai kapanpun" ucap Seli sambil memegangi foto almarhum ibunya.


Seli berusaha menenangkan dirinya dan dia berharap hari esok akan jauh lebih baik.

__ADS_1


Sampai ke esokan paginya di negara X tepatnya di kediaman Ratu, dia bangun sangat pagi untuk menyiapkan sarapan bagi adik nya Mala yang akan bekerja untuk pertama kalinya sebagai seorang sekretaris di perusahaan Atmaja.


Mala juga nampak begitu antusias dan bersemangat, hingga mereka menikmati hidangan dengan lahap dan pergi bersama menuju perusahaan tempat mereka bekerja masing masing.


Saat itu Ratu pergi lebih dulu karena perusahaan Zidan berbeda arah dengan perusahaan Atmaja, Mala sudah tersenyum lebar sepanjang perjalan hingga ketika sampai di sana Mala langsung di antar oleh seorang resepsionis menuju ruangan wakil CEO.


Dan saat Mala masuk ke dalam ruangan itu, betapa terkejutnya dia ketika melihat orang yang duduk di bangku kebesaran tersebut adalah sekretaris Han.


"HAH?, apa ini sungguhan, sekretaris Han kenapa kau berani sekali duduk di kursi itu, kau benar benar lancang!" Bentak Mala tanpa pikir panjang,


"Heh, pelankan suaramu. Siapa yang sebenarnya lancang di sini?, Kau atau aku yang jelas jelas pimpinan perusahaan saat ini!" Jawab sekretaris Han dengan sengaja menyombongkan dirinya di depan Mala.


Mala yang masih tidak percaya dia hanya menatap dengan heran dan tertawa sesat karena masih ragu ketika mendengar semua itu dari mulut sekretaris Han.


"Wakil presdir itu aku, aishhh kau benar benar bo*oh atau apa hah!" Jawab sekretaris Han yang mulai kesal,


"Tidak aku tidak akan percaya denganmu mana mungkin kau menjadi wakil presdir sedangkan semua orang tau kau adalah sekretaris CEO, kau harus bekerja pada tuan Randi kan, kenapa kau ada di sini dan di mana orang yang menggantikan tuan Randi?" Ucap Mala lagi dengan penasaran,


"Heh, kalau tidak percaya coba saja kau tanyakan pada para karyawan di luar sana" ucap sekretaris Han.


*****


Beberapa menit sebelum Mala sampai di perusahaan tuan Randi sudah melakukan meeting besar dan mengumumkan pada semua karyawan bahwa untuk sementara perusahaan itu akan di pimpin oleh wakilnya yang tak lain adalah sekretaris Han sedangkan Mala akan menggantikan posisi sekretaris dia akan mendampingi Han yang naik jabatan menjadi wakil presdir sementara Mala menjadi sekretaris nya.


Saat mendengar ucapan sekretaris Han yang masih terus mengatakan bahwa dia adalah presdir, saat itu Mala pun kesal dan pergi keluar untuk menanyakannya secara langsung pada karyawan lain untuk memastikan kebenarannya.

__ADS_1


"Eumm permisi kak, apa benar yang di dalam itu adalah wakil presdir dari tuan Randi?" Tanya Mala pada salah satu karyawan yang melewatinya,


"Oh benar, dia adalah sekretaris Han kini dia menjadi wakil presdir yang akan memimpin perusahaan dalam waktu yang tidak dapat di tentukan, memangnya kenapa?" Ucap karyawan tersebut dan bertanya balik,


"Ahh...tidak apa apa, saya hanya penasaran saja" jawab Mala sambil tersenyum.


Karyawan itu pun melanjutkan pekerjaannya sedangkan Mala menggerutu kesal dan dia tidak tau harus bersikap seperti apa pada sekretaris Han sekarang.


"Arghhh.....sial...sial, bagaimana bisa dia menjadi wakil presdir begitu tiba tiba, aishh pantas saja aku masuk ke perusahaan ini...aaaahhhh bagaimana aku akan menghadapinya sekarang" gerutu Mala dengan kesal dan menghentakkan kaki nya ke lantai berkali kali.


Mala kebingungan dengan dirinya sendiri dan dia mencoba untuk menenangkan diri lalu kembali masuk ke dalam ruangan dan menghadap sekretaris Han. Han menatap Mala dengan senyum yang dia naikkan sebelah dan terlihat begitu puas melihat wajah Mala yang tertunduk.


"Bagaimana, apa kau sudah percaya sekarang?" Tanya Han dengan wajah mengejek,


"I..iya aku percaya, tapi ini masih sulit untuk diterima huhu..." Jawab Mala sambil menggerutu,


"Sekarang untuk peraturan pertama kau harus memanggilku pak atau tuan terserah kau mau pilih yang mana dan kedua jangan sampai menyebutku sekretaris Han apalagi di depan klain dan karyawan lain, dan ketiga kau harus mematuhi setiap ucapan dan perintah dariku, apa kau mengerti!" Ucap Han menjelaskan peraturan yang dia buat sendiri pada Mala.


Mala menahan emosi dengan mengepalkan kedua lengannya dengan kuat dia ingin marah dan menjambak rambut sekretaris Han saat itu juga namun dia tidak bisa melakukannya atau dia akan kehilangan pekerjaan yang sangat dia dambakan sejak lama.


"Aahhh...baiklah pak, saya mengerti" jawab Mala dengan menghembuskan nafas kasar dan berusaha memasang senyum terpaksa,


Han diam diam tersenyum dia merasa senang melihat ekspresi Mala yang begitu tertekan di hadapannya dan Han mulai menyukai permainan ini.


"Haha, ternyata wanita sekeras dia bisa tunduk juga denganku, aku tidak akan membuat dia mudah dengan pekerjaannya" gumam Han dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2