PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
PERATURAN DARI SEKRETARIS HAN


__ADS_3

Tuan Randi hanya tersenyum sambil menatap eksfresi sekretaris Han yang menatap sinis pada Ratu, tuan Randi bisa tau betula bahwa saat ini sekretaris Han pasti tengah merasa kesal tak karuan karena sikap Ratu yang terlalu polos dan dengan beraninya memerintah seorang sekretaris Han untuk duduk ditambah menasihatinya, padahal selama ini setau tuan Randi hanya dirinyalah yang berani memerintah pada sekretaris Han.


Sedangkan Ratu hanya bersikap tenang dan biasa saja sampai seorang pelayan datang dengan hormat dan sopan lalu memberikan buku menu pada tuan Randi dan saat tuan Randi memesan Ratu juga ikut memesan karena dia pikir mereka akan makan siang bersama padahal selama ini jika makan siang hanya sekretaris Han yang menemani tuan Randi sampai selesai barulah dia akan makan siang sendiri di ruangannya dengan memesan makanan secara online, berbeda dengan Ratu yang selalu polos dan bersikap berani, saat pelayan itu hendak pergi karena tuan Randi sudah selesai memesan Ratu memanggilnya hingga membuat pelayan itu berbalik lalu Ratu memesan sepageti dan jus jeruk dan tak lupa dia juga menawarkan sekretaris Han untuk ikut memesan, namun seperti yang sudah di duga sekretaris Han menolaknya.


"Sekretaris Han kenapa tidak memesan, kau mau apa mau aku pesankan?," ucap Ratu menawarkan jasa.


"Tidak saya tidak lapar," jawab sekretaris Han formal.


"Ishhh...kau ini keren sekali bak seperti robot tau gak, selalu saja se formal itu, aku rasa tuan Randi saja tidak se serius itu," ucap Ratu pelan dan ternyata terdengar oleh sekretaris Han dan tuan Randi.


Saat Ratu menatap ke arah sekretaris Han dia tersenyum garing karena malu ternyata gerutuannya terdengar oleh orang yang dia bicarakan secara langsung.


"Ehehe...apa kau mendengar ucapanku tadi?," tanya Ratu dengan polosnya pada sekretaris Han yang menatapnya datar.


"Tentu saja akukan punya kuping," jawab sekretaris Han.


"Ahhh.....hehe maafkan aku lagi yah, itu tidak sengaja," ucap Ratu sambil menangkupkan kedua tangannya diatas meja.


Ratu pun merasa gugup dan agak tidak nyaman karena dia mulai merasakan tatapan sekretaris Han mengancam dirinya, sedari tadi semenjak kejadian dia yang menyuruh sekretaris Han agar ikut duduk dia terus saja menat Ratu dengan tajam, hingga membuat Ratu tidak nyaman dan sedikit gugup.

__ADS_1


Sampai tak lama pesanan mereka tiba tanpa menunggu tuan Randi mempersilahkannya makan atau makan duluan, Ratu malah sudah menyantap makanannya dengan lahap lebih dulu tanpa malu dihadapan tuan Randi dan sekretaris Han sehingga sekretaris Han membulatkan matanya sempurna dan menatap Ratu dengan sangat tajam karena dia benar benar tak habis pikir kenapa bisa ada orang sepolos Ratu dan harus bekerja sama menjadi fartnernya dalam bekerja, sedangkan tuan Randi hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan ikut makan, sampai makanannya habis dan mereka segera kembali ke kantor bersama lagi, sepanjang perjalanan sekretaris sangat merasa kesal dan ingin segera bisa berbicara menjelaskan semua peraturan saat berhadapan dengannya juga tuan Randi pada Ratu agar semua kejadian tadi tidak terulang lagi.


"Aahhh......aku sudah sangat tidak sabar untuk mendidiknya, dia akan sangat merepotkanku jika dibiarkan saja," gumam sekretaris Han saat tengah mengemudi.


Beberapa menit di perjalanan hingga mereka tiba di kantor, sekretaris Han dan Ratu segera ikut turun dari mobil dan berjalan mengikuti langkah tuan Randi sampai tiba di depan pintu ruangan CEO, dan saat Ratu hendak masuk mengkuti tuan Randi, sekretaris Han menghentikannya dan dia meminta izin pada tuan Randi untuk mengajarkan Ratu mengenai tugasnya selama bekerja di kantor besama mereka.


Tuan Randi pun mengijinkannya dan sekalian menyuruh sekretaris Han agar memberitau Ratu bahwa dia harus memakai pakaian seperti itu setiap kalienjadi asisten pribadinya di kantor dan dia juga harus memakai highils seperti wanita pada umumnya, sekretaris Han segera mengiyakan permintaan tuan Randi dam dia kembali keluar menemui Ratu yang masih berdiri di depan pintu menunggunya.


"Ikut saya," ucap sekretatis Han.


Ratu pun mengikutinya dari belakang dan ternyata sekretaris Han membawa Ratu ke ruangannya, saat Ratu masuk dan pertama kalinya menginjakkan kaki ke dalam ruangan sekretaris Han dia sangat terpukau melihat sekeliling ruangan sekretaris Han yang sama kerennya dengan ruangan CEO dan bahkan luasnya saja mungkin hampir sana, namun bedanya ruangan sekretaris Han sangat rapih dibandingkan ruangan tuan Randi.


"Sudah duduk lah dan berhenti menatap sekeliling ruanganku," ucap sekretaris Han serius.


Ratu pun segera duduk di hadapan sekretaris Han dan menatap wajah sekretaris Han yang fokus membuka lembaran lembaran kertas diatas meja, beberapa saat sekretaris Han mulai merasa aneh dan saat dia melihat ke arah Ratu pandangan merekapun bertemu, Ratu tersenyum sedangkan sekretaris Han berdecak kesal.


"Ahhh...astaga.....apa kau sedari tadi menatapku seperti itu?," tanya sekretaris Han dengan wajah kesalnya.


"Iya memangnya kenapa, lagi pula tafi sekretaris Han melarangku menatap sekeliling ruangannya jadi aku menatapmu saja," jawab Ratu sambil tersenyum dengan polosnya.

__ADS_1


"Huhhh...kau benar benar membuatku jengkel," ucap sekretaris Han sambil memberikan selembar kertas yang berisi peraturan selama bekerja sebagai asisten pribadi tuan Randi.


Ratu menatap kertas itu sekilas dan bertanya.


"Ini apa?," tanya Ratu.


"Bacalah dan pahami, saya tau kau anak yang menerima beasiswa di universitas terbesar di negri ini, tidak mungkin kau sepolos itu iya kan, jadi cepat banya dan ingat semua peraturan itu baik baik," ucap sekretaris Han.


Ratu pung mengambil kertas itu dan membacanya di dalam hati sampai setelah selesai membanya dia pun mengangguk dan mengatakn bahwa dia sudah paham dan sudah mengingat semua peraturan yang tertulis di sana.


Sekretaris Han tidak percaya dan tertawa sekejap mengejek Ratu.


"Haha...jangan bercanda mana mungkin kau bisa menghafalnya dalam satu kali membaca," ucap sekretaris Han yang tidak percaya pada Ratu.


"Peraturan pertama, sebagai asisten pribafi CEO saya harus menjaga keselamatannya dan selalu melayaninya melakukan semua perintahnya dan jangan mengatakan hal hal tidak penting di hadapannya, dilarang bicara sebelum sekretaris Han atau tuan Randi yang memintanya dan selalu bersikap sopan juga memberikan hormat saat bertemu, kedua selalu berpakaian rapih dan berjalan di samping sekretaris Han, mengikuti kemanapun tuan Randi pergi dan memastikan pakaiannya rapih setiap hendak rapat, tidak makan dalam satu meja bersmanya dan tidak banyak bicara saat dalam perjalanan," itukan, aku sudah menghafalnya.


Sekretaris Han melohok dan dia benar benar takjum dengan kepintaran otak Ratu tidak salah dia masuk ke universitas ternama di negri ini otaknya benar benar bekerja seperti mesin saja.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2