PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
KEJUTAN DARI MAMAH DIVA


__ADS_3

Saat melihat bandrol harga kue tersebut Ratu langsung berpikir dua kali untuk membelinya walaupun dia sangat ingin kue itu, Ratu memegang saku celananya dan mengingat ada berapa sisa uang di dompetnya, saat memeriksa sisa uangnya ternyata dia hanya punya uang lima ratus ribu rupiah, bahkan untuk membeli kue itupun masih kurang belum lagi biaya hidupnya, terpaksa Ratu mengurungkan niat untuk membeli kue di sana karena harga yang paling murah saja kisaran 3 ratus ribu rupiah ke atas, Ratu paham dia harus lebih bijak menggunakan uangnya sebab dia belum mendapatkan pekerjaan lain, ditambah dia mungkin masih harus mengganti rugi jas milik Randi yang pernah dia nodai sebelumnya, harga jas itu saja sudah bisa membeli seluruh kehidupannya, Ratu menghela nafas panjang dan membuangnya dengan berat lalu dia meminta maaf pada sang pelayan karena tidak jadi membeli kue di sana dengan alasan uangnya tidak cukup, untunglah pelayan itu baik dan hanya tersenyum dan mengatakan tidak apa apa.


Ratu merasa lega dan dia keluar dari toko kue kesayangannya dan pergi melanjutkan perjalanan menuju rumahnya menggunakan sepeda miliknya.


Sesampainya di rumah Ratu datang tepat waktu saat mamah Diva baru saja selesai memasak banyak menu makanan hari ini.


Ratu pun berjalan dan duduk di depan meja makan dengan wajah yang berseri bahagia karena melihat banyak makanan di meja, sekilas Ratu merasa heran dan bingung karena tidak biasanya mamah Diva memasak makanan sebanyak ini lagi pula mereka hanya tinggal berdua saja di rumah kecil itu.


"Wahhh...ada acara apa nih mah, tumben koo banyak makanan gini?," tanya Ratu.


"Ada deh, tutup matamu dulu ada sesuatu yang mau mamah berikan padamu," ucap mamah Diva.


Ratu merasa bingung namun tetap menutup matanya hingga beberapa saat mamah Diva kembali menyuruhnya untuk membuka mata.


Saat Ratu membuka matanya dia sangat kaget dan bahagia ketika melihat mamah Diva yang berdiri di sampingnya sambil memegangi sebuah kue coklat kecil ditangannya dengan tulisan selamat ulang tahun Ratu, ditambah sebuah lilin angka 18 yang berdiri dan menyala.

__ADS_1


"Kenapa diam ayo tiup lilinnya dan buatlah permohonan," ucap mamah Diva.


Ratu pun mengangguk dan meniup lilin itu lalu segera berdoa meminta permohonannya, setelah selesai mamah Diva mengajak Ratu untuk memotong kue itu dan memakannya bersama, nampak suasana hangat tercipta di sana Ratu menyuapi mamah Diva dengan kuenya begitu pula sebaliknya. Walaupun kini mereka tinggal di rumah yang kecil dan dengan keadaan ekonomi yang buruk namun mereka masih merasakan kebahagiaan dan kasih sayang satu sama lain, Ratu merasa sangat bahagia karena ternyata mamah Diva tau hari ulang tahunnya mungkin saat ini hanya mamah Diva lah yang ingat akan ulang tahunnya.


"Teimakasih mah, sudah menyiapkan semua ini untuk Ratu, tapi dari mana mamah punya uang untuk membeli semuanya?," tanya Ratu penasaran.


Katena setahu dirinya mamah Diva hanya memegang uang gajihnya bulan lalu yang tidak seberapa.


"Kamu tenang saja mamah sudah punya pekerjaan Ratu," ucap mamah Diva dengan senyum mengembang.


"Pekerjaan?, pekerjaan apa mah, mamahkan lagi sakit harusnya istirahat," ucap Ratu merasa cemas karena dia takut mamahnya bekerja keras untuk merayakan ulang tahunnya.


"Tapi kapan mamah membuatnya, kenapa Ratu tidak pernah melihat mamah membuat kue?," tanya Ratu merasa heran.


"Karena mamah baru membuatnya setelah kamu pergi kuliah atau setelah kamu tidur," jawab mamah Diva sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kenapa mamah melakukan ini, sudah yah mah jangan seperti itu lagi, biar Ratu yang bekerja Ratu masih sanggup kok," jawab Ratu meyakinkan dengan memegang tangan mamah Diva.


"Sayang jika kamu saja bisa bekerja kenapa mamah tidak, mamah juga ingin ikut membantumu dengan begitu uang hasil kerjamu bisa kamu pakai untuk kebutuhanmu saja, lagi pula mamah senang melakukannya, mamah bosan jika hanya menghabiskan waktu dengan berdiam diri," jawab mamah Diva yang sudah bulat dengan keputusannya itu.


"Hmmm...ya sudah kalau itu sudah keputusan mamah, Ratu bisa apa tapi satu yang Ratu minta, jangan sampai membuat mamah kenapa napa," jawab Ratu.


"Iya sayang kamu tenang saja mamah bisa menjaga diri mamah sendiri," jawab mamah Diva dan tersenyum senang karena mendapatkan persetujuan dari Ratu.


Setelah berbincang cukup lama dan Ratu juga mengatakan bahwa dirinya sudah mengundurkan diri dari perusahaan Randi, mamah Diva pun mencoba mengerti dan memahami Ratu dia juga tidak bisa membujuk Ratu lagi untuk tetap bertahan bekerja sebagai cleaning service di sana, hingga akhirnya Ratu pun memutuskan untuk membantu menjualkan kue buatan mamah Diva di kampus dan pulangnya akan langsung mencari pekerjaan, awalnya memang mamah Diva sangat tidak mengijinkan Ratu untuk membantu menjualkan kue buatannya sebab dia tidak ingin Ratu kerepotan saat kuliah dan nanti takutnya malah akan membuat Ratu tidak fokus belajar namun karena Ratu terus memaksa dan malah mengancam tidak akan mengijinkan mamahnya berjualan seorang diri, akhirnya terpaksa mamah Diva pun memperbolehkannya.


Selesai makan malam bersama Ratu langsung tidur begitu juga dengan mamah Diva dan saat adzan subuh berkumandang Ratu langsung bangun lalu melaksanakan solat subuh seperti biasanya dan saat dia pergi ke dapur untuk mengambil minum dia sudah melihat mamah Diva yang sibuk menatap kue kue kecil di dapam plastik lalu dimasukan ke dalam keranjang.


"Yah...mamah sudab beres membuatnya yah, maaf yah mah Ratu gak bantuin mamah," ucap Ratu merasa bersalah karena dia bangun terlalu pagi.


"Tidak papa sayang, ini mamah sudah siapkan 50 bungkus kue untuk kamu bawa ke kampus dan 150 bungkus akan mamah bawa sendiri lagi pula ini ringan coba saja kamu angkat," ucap mamah Diva.

__ADS_1


Ratu pun mengangguk dan tersenyum setelah mencoba dan memastikan bahwa keranjang berisi kue itu memang ringan, Ratu membawa keranjang kecil yang berisi 50 kue ke luar dan memasangkan keranjang kue itu di belakang boncengan sepedanya, lalu Ratu kembali masuk ke dalam dan bersiap siap pergi kuliah, saat sudah sarapan dan mamah Diva juga sudah siap untuk berjualan merekapun berpamitan satu sama lain setelah sebelumnya Ratu menanyakan berapa harga satu buah kue yang mereka jual.


Ternyata harga satu buah kue kecil berukuran 10 cm itu hanya 2.000, 00 saja. Ratu mengangguk dan segera mengayuh sepedanya pergi menuju kampus tercinta impiannya.


__ADS_2