
akhirnya jam istirahatpun tiba ratu berjalan sendiri menuju kantin dan diperjalanan bertemu dengan ka steven, ya seperti biasa jika di sekolah atau di depan orang lain ka steven selalu bersikap manis dan memanggil sebutan sayang pada ratu berbeda jika saat hanya berdua saja, tidak ada percakapan manis diantara mereka, tapi ya wajar saja status mereka kan cuman pura pura.
hai sayang mau kemana? (tanya steven sambil mengiringi langkah ratu)
kantin (jawab ratu jutek)
aku juga mau kesana, barengan yuk(ucap steven)
aku gak nanya tuh, lagian dari tadi ka stev juga jalan bareng aku kan (jawab ratu dingin)
sepanjang jalan menuju kantin semua pasang mata menatap ratu dan steven, mereka tampak terpesona dengan ketampanan steven dan membenci ratu karena sikapnya yang begitu dingin, sinis dan cuek dengan steven, jelas mereka iri akan posisi ratu namun ratu yang jadi pacarnya steven malah bersikap begitu pantas saja mereka murka, apalagi dengan fans fanatic nya ka stev.
ratu sudah sampai di kantin dan langsung memesan makanan, namun ka stev melarangnya.
eitsss, biar aku yang pesankan sayang, kamu duduk aja ya (ucap steven manis sambil mengedipkan sebelah matanya)
euhhhh, aku sungguh jijik mendengar kata kata manis dari mulutnya, kalo bukan karena takut di bully aku juga tidak mau menerima perjanjian ini (gumam ratu yang sangat kesal)
ini sayang makanannya (ucap steven sambil menyodorkan semangkuk bakso dan orange jus )
ratu berbalik dan tak sengaja menepis gelas yang berada di meja, dan gelas berisi minuman dingin itu pun jatuh kelantai, semua orang langsung menatap sinis seakan ingin menerkam ratu saat itu juga.
aduh sayang kamu kenapa gak fokus gini sih (ucap pangeran)
tuhan tolong hentikan dia untuk berkata manis, aku benar benar muak (gumam ratu)
__ADS_1
para pelayan kantin segera membersihkan pecahan gelas tadi dan ratu hendak membantunya namun tangannya malah tergores dan mengeluarkan darah.
srettt...awwww. (jerit ratu sambil melihat tangannya yang tergores pecahan gelas)
aduhhh, sayang kamu gak papa sinih tangannya (ucap steven sambil langsung menarik tangan ratu dan ******* darahnya agar tidak terus keluar)
ya tuhan dia tampan sekali saat bersikap semanis ini, andai ini semua tulus dari lubuk hatinya,....ahhhh apaan sih kamu ratu...sadar dong ini tuh cuman akting dia kan mantan aktor pasti pandai berakting (gumam ratu yang bergulat dengan pikirannya sendiri)
aku tidak apa apa, jangan berlebihan (ucap ratu dan melepaskan tangan steven)
ratu pergi ke uks dengan steven untuk mengobati luka di tangannya namun tiba tiba ada telpon dari bi ina dan ratu merasa hawatir pada ayah dan bi ina saat hendak menjawab telpon eh ponselnya malah lowbet.
tuhan kenapa tiba tiba aku hawatir dengan keadaan ayah dan bi ina...ahhhh semoga tidak terjadi sesuatu dengan mereka (gumam ratu)
setelah selesai mengobati luka ratu langsung beranjak ke kelasnya kembali diantar steven karena pelajaran akan segera di mulai lagi, sesampai nya di kelas steven beranjak pergi dan melambaikan tangannya pada ratu sambil tersenyum.
hah...hah...hah..kak ayo cepat kita pulang (ucap ratu yang langsung masuk ke mobil diikuti steven)
steven segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
ka apakah kaka tidak bisa melajukan mobil ini lebih cepat (ucap ratu yang terlihat begitu mencemaskan sesuatu)
tidak (ucap steven dingin)
ratu hanya bisa menggigit kuku jempolnya dan terus melirik ke kiri dan kanan, dia benar benar sudah tidak tahan ingin segera pulang karena perasaannya sungguh tak karuan apalagi tadi saat bi ina menelponnya ponsel ratu malah mati karena lowbet.
__ADS_1
aduhh kenapa perasaanku tak karuan begini, ada apa dengan ayah dan bi ina, apa mungkin bi ina di siksa oleh diva dan astrid,....ya tuhan tolong lindungi mereka aku mohon (gumam ratu)
beberapa saat kemudian mereka sampai di depan rumah ratu, namun ratu bingung kenapa ada bendera kecil berwarna kuning berkibar di pagar rumahnya juga banyak brukat bunga bertuliskan selamat jalan, semoga tenang di alam sana, bangku bangku nampak tertata rapih di halaman juga banyak orang berpakaian hitam dan membawa payung, ada juga yang terlihat sedih.
tuhan ada apa ini, apa arti semuanya (gumam ratu)
tu siapa yang meninggal? (tanya steven datar)
meninggal maksud kaka apa? (teriak ratu sambil melotot)
steven mengerutkan alisnya, karena bingung kenapa ratu malah marah saat dia bertanya begitu, bukankah semua ini pertanda ada orang yang meninggal di dalam rumah, tanpa basa basi steven segera memarkirkan mobilnya di halaman rumah ratu dan dia segera keluar mengikuti langkah ratu dari belakang karena steven yakin ada yang tidak beres saat ini.
ratu langsung berlari dan betapa terkejutnya dia saat melihat ada seseorang terkujur kaku, di tutupi kain putih di tengah rumah dan dikelilingi orang orang mengaji, terlihat astrid dan diva sedang menangis sesegukan namun dia tak melihat ke hadiran bi ina disana, ratu langsung berlari menghampiri diva dengan mata yang berkaca kaca, perasaannya sudah sangat tak karuan.
tante siapa ini, siapa yang meninggal tante...cepat jawab aku tanteee jawab! (teriak ratu yang sudah mengeluarkan air matanya)
ayah ratu...ayahmu meninggal(ucap diva sambil menangis dan memeluk ratu)
apa...(ucap ratu lirih, hatinya benar benar sedih dan hancur, bak disambar petir siang bolong, tadi malam dia melihat ayahnya baik baik saja dan sekarang siang ayahnya sudah tak bernyawa)
dengan perasaan yang hancur dan air mata yang bercucuran deras ratu segera membuka kain berwarna putih yang menutupi sekujur badan ayahnya dan benar saja itu adalah ayah yang selama ini kurang peduli dengannya, ratu mengelap air matanya kasar dengan tangan dan memeluk ayah nya untuk terakhir kalinya.
ayah semoga kau tenang di alam sana, ratu janji akan mencari tau sebab kematian ayah, ratu sayang ayah (ucap ratu yang membisikan kata kata itu ke telinga ayahnya dengan lirih)
setelah itu ratu kembali menutup jasad ayahnya dan menyuruh orang orang untuk segera memakamkan ayahnya, karena ratu tau tidak baik berlama lama untuk memakamkan jasad seseorang, lagian sudah tidak ada lagi kerabat yang di tunggu, memang ratu sudah tak memiliki saudara.
__ADS_1
tiba tiba datang bi ina dari arah dapur dengan mata yang sudah sembab, dengan segera ratu berlari memeluk bi ina dan tangisannya kembali pecah bersama bi ina.