PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
DITA YANG MASUK GENG THE HITS


__ADS_3

Sampai ke esokan paginya Ratu bangun lebih awal dan dia segera membersihkan dirinya juga bersiap memasak nasi goreng untuk dia sarapan bersama mamah Diva saat semuanya sudah siap, Ratu segera membangnkan mamah Diva dan mengajaknya sarapan bersama sampai akhirnya dia pergi ke universitas seorang diri menggunakan sepeda bekas miliknya, walaupun kehidupannya kini tidak semenyenangkan dulu dan semuanya harus dia jalani dengan kerja keras juga keringat, tapi Ratu masih terus bersyukur karena dia masih bisa memiliki kebahagiaan di hatinya dan dapat mengambil hikmah dari pelajaran hidupnya, terkadang saat tengah seorang diri dan merasa kesepian Ratu sering teringak akan tante Mira dan Seli yang dulu selalu bak pahlawan dan malaikan tanpa sayap di hidupnya.


Sesampainya di kampus Ratu segera memarkirkan sepedanya bersama beberapa sepeda milik mahasiswa lainnya yang berjajar rapih di sana, Ratu selalu menghirup udara segar kenyaman kampusnya, dia berjalan dengan penuh percaya diri dan hendak masuk ke dalam kelas pertamanya, saat hendak masuk ke dalam kelas dia melihat di pojok sana ada Astri dan gengnya yang tengah mengobrol ria dan bahagia, rasanya sungguh menyebalkan bagi Ratu ketika pagi pagi dia sudah harus melihat pemandangan seorang penghianat di depan matanya, Ratupun berusaha mengontrol dirinya sendiri dengan mengusap dadanya beberapa kali dan berusaha bersabar saat berhadapan dengan Astrid, Ratu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku kedua tepat di belakang Dita.


"Ehh..Ratu kamu baru datang?," tanya Dita menyapa.


"Ah..iya Dit aku baru sampai," jawab Ratu sambil tersenyum ramah seperti biasanya.


Tak lama tiba tiba saja salah satu anak geng Astrid mendekati Ratu yang tengah asyik mengobrol membicarakan rencana kerja kelompoknya bersama Dita, seorang perempuan yang mengenakan rok diatas lutut juga pakaian sedikit terbuka dengan rambut terurai panjang sebahu tiba tiba saja menendang meja Ratu dengan sengaja sehingga membuat botol minum milik Ratu yang tadi sempat dia simpan di pinggir meja terjatuh kelantai dan membuat botol minumnya itu pecah dan rusak, lantaipun menjadi basah, begitu juga dengan celana jeans yang dikenakan Ratu yang ikut terciprat air tadi.


"Bruks....aahhhh," suara meja yang di tendang anak buah geng Astrid dengan sengaja.


"Ups.....sorry gak sengaja," ucap anak buah Astrid itu tanpa rasa bersalah sedikitpun dan pergi meninggalkan kelas begitu saja.


Setahu Ratu gadis itu meming tidak satu jurusan dengannya maupun Astrid mungkin itulah sebabnya dia keluar dari kelas.


Ratu menarik nafas berat dan berusaha tetap sabar, dia bangkit dari duduk dan mengambil botol air nya yang sudah pecah, Ratu menyimpan botol itu kedalam tasnya dan dia pergi ke kamar mandi untuk mengambil pelan karena dia harus membersihkan kekacawan yang dibuat oleh gadis suruhan Astrid tadi padanya. Dita pun ikut membantu Ratu namun saat Dita berusaha membantu Ratu dengan membantunya mengepel lantai tiba tiba saja Astrid datang ke arah mereka berdua dan menarik pelan dari tangan Dita lalu menjauhkan Dita dari Ratu dengan kasar dan secara paksa tentunya.

__ADS_1


"Heh, kemari kau jangan ada yang membantunya termasuk kau, paham!," ucap Astrid mengancam Dita.


"Dan kau Dita mulai sekarang kau bagian dari anggota geng the hits, jadi aku peringatkan padamu jangan dekat dekat dengan orang miskin sepertinya," ucap Astrid berkata dengan sinisnya.


Ratu hanya mampu menatap Astrid dengan perasaan kesal dan amarah yang menggebu di atas ubun ubunnya, ingin rasanya saat itu juga Ratu jambak rambut pirang Astrid dan membenturkan kepalanya ke meja sampai berdarah agar dia tidak berani lagi merendahkan dirinya di hadapan oranglain maupun tidak, Ratu mengepalkan tangannya dan menggigit rahangnya dengan keras untuk mengontrol emosinya semampu yang dia bisa.


Melihat Ratu yang mengepalkan tangan Astrid bukannya takut dia malah dengan sengaja terus menyulut emosi Ratu.


"Haha...kenapa kau mengepalkan tangan dan menatap seperti itu padaku?, hah!, kau tidak akan pernah bisa melawanku," ucap Astrid lalu pergi begitu saja dengan gengnya juga membawa Dita bersamanya.


Setelah kepergian Astrid Ratu hanya tersenyum kesal dan membuang nafas kasar.


Memar ditangannya tidak ada apa apanya dibanding sakit hati yang dia alami selama ini, saat mendengar dosen kali ini tidak masuk dan lagi lagi hanya memberi tugas Ratupun langsung pergi dari kelasnya menuju kantin berniat untuk menenangkan dirinya dengan memakan banyak makanan sepuasnya supaya dia bisa menyalurkan amarahnya lewat makan.


Saat hendak masuk ke kantin Ratu melihat ada Zidan yang duduk bersama teman temannya di sana tak lupa Steven juga turut serta ada di sana, melihat pemandangan menyebalkan itu Ratu langsung saja mengurungkan niatnya dan berbalik pergi menuju lapangan basket, alih alih ingin mengisi perutnya yang lapar, kini Ratu terpaksa harus menahan laparnya dan memilih untuk bermain basket di lapangan seorang diri.


Ratu terus berusaha memasukan bola basket kedalan ring walaupun dia selalu gagal karena Ratu melakukannya sambil terus uring uringan dengan kesal dan menyalurkan emosin juga kekesalannya pada astrid lewat bermain basket.

__ADS_1


"Eughhh....Astrid sialan....menyebalkan....lihat saja nanti aku akan membalasmu...eghhhhh...kenapa tidak masuk masuk sih..arhhhh," ucap Ratu frustasi karena sedari tadi belum pernah dia memasukan satu bola pun kedalam ring di atas sana.


Saat terus mencoba memasukan bola kedalam ring namun gagal terus tiba tiba saja seseorang berkata dan menggurui Ratu.


"Kau tidak akan pernah bisa memasukkannya jika masih dikuasai amarmu," ucap seseorang yang tiba tiba muncul.


"Ka..Zidan, sedang apa kau kemari, pergilah jangan menggangguku," ucap Ratu yang mengusir Zidan dan dia mengabaikannya.


"Sini biar ku ajarkan bagaimana caranya bermain basket yang benar," ucap Zidan sambil merebut bola basket dari tangan tanpa izin.


"Aku yakin kau juga tidak bisa memas....," ucap Ratu sambil berkacak pinggang dan ucapannya terhenti karena Zidan sudah melempar bolanya dan berhasil masuk ke dalam ring.


"Wahhhh......luar biasa, darimana kau belajar itu?," ucap Ratu yang kagum melihat Zidan bisa memasukan bola basket ke dalam ring dalam satu percobaan saja.


"Kau tidak tau aku pemain basket terhandal di timku, bahkan di universitas ini," jawab Zidan dengan menyombongkan dirinya.


"Aishhhh....menyesal aku memujimu, dasar sombong," ucap Ratu lalu pergi meninggalkan Zidan.

__ADS_1


Saat berbalik badan tak di sangka Steven juga ada di belakangnya secara tiba tiba dan lebih parahnya lagi Ratu baru menyadarinya sekarang.


__ADS_2