PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Wisuda Mala


__ADS_3

"Yang lebih baik memang banyak, tapi yang bisa kita percaya saat ini hanyalah dia, jadi usahakan Mala yang harus bekerja mendampingiku jangan orang lain!" Ucap tuan Randi dan langsung pergi karena tidak menerima penolakkan dari sekretaris Han.


Tuan Randi langsung pergi ke kamarnya dan menutup pintu dengan cepat, karena dia malas mendengar protes dari sekretaris Han.


"Tu...tuan..tapi, tuan tunggu....aishh....aaahhh menyebalkan sekali harus bekerjasama dengan perempuan sepertinya, mana dia cerewet sekali lagi" gerutu sekretaris Han sambil mengacak rambutnya kasar.


Terpaksa sekretaris Han tidak bisa melakukan apapun karena itu sudah keputusan dari tuan Randi dan tidak dapat di ganggu gugat sama sekali.


Dengan perasaan kesal sekretaris Han menghubungi Ratu saat itu juga.


"Hallo Ratu, apa adikmu masih ingin bekerja di perusahaan?" Tanya sekretaris Han dengan cuek.


Mendapatkan panggilan telpon secara tiba tiba dari sekretaris Han di tambah mendapatkan pertanyaan seperti itu, tentu saja Ratu kaget dan dia langsung menatap Mala.


"A..ahhh, masalah itu kamu bicarakan langsung saja pada Mala, keputusan ada padanya. Ini ponselnya aku berikan padanya" ucap Ratu sambil memberikan ponselnya pada Mala.


"Ada apa?, Apa sekarang kau membutuhkanku hah?" Jawab Mala dengan kecut,


Sekretaris Han mengerutkan bibirnya dan berkali kali mengatur nafas untuk menahan emosi dalam dirinya, dia pun berusaha untuk tetap sabar.


"Iya aku membutuhkanmu, jadi bisakah kau bekerja di perusahaan lusa, aku akan kembali ke sana besok dan kau bisa mulai bekerja lusa" jawab sekretaris Han,


"Baiklah karena kau memaksa terpaksa aku juga menerima tawaranmu meskipun aku sebenarnya tidak butuh pekerjaan" jawab Mala sengaja mempermainkan sekretaris Han,


"Eughh...sabar ..sabar Han, kau harus sabar demi masa depan perusahaan..." Gumam sekretaris Han sambil mengelus dadanya berkali kali.


"Oke, terserah kau saja" balas sekretaris Han dan langsung menutup panggilan telpon tersebut.


Sedangkan Mala yang merasa senang dia langsung memegang tangan Ratu dengan erat dan berjingkrak kegirangan.

__ADS_1


"Yeayy...hore... kak aku akan bekerja di perusahaan impianku sehari setelah aku wisuda, ahaha aku senang sekali terimakasih kak semua ini pasti berkat kau" ucap Mala dengan gembira.


Ratu juga turut senang ketika melihat sang adik begitu gembira mendapatkan kabar tersebut namun beberapa saat kemudian Ratu baru ingat kalau dia sudah membuka kembali toko bunganya, jika Mala dan dia sama sama bekerja, lalu siapa yang akan menjaga toko.


"Mala tunggu, jika kakak dan kamu bekerja bagaimana dengan toko bunga?" Ucap Ratu mulai menyadarkan Mala.


Mereka pun seketika terdiam dan kembali duduk dengan tenang, memikirkan solusi untuk tokonya.


"Eummm....kak bagaimana jika kita pekerjakan satu pegawai saja" ucap Mala memberikan ide,


"Ide kamu boleh juga, tapi apa kamu yakin ada orang yang bisa dipercaya untuk mengelola bisnis kita?" Tanya Ratu pada Mala,


"Kita coba saja dulu kak, aku yakin dengan begitu kita bisa menjalankan bisnis sekaligus bekerja untuk memperbesar bisnis kita sendiri, sehingga kelak kita tidak perlu bekerja lagi dengan siapapun" jawab Mala meyakinkan Ratu.


Akhirnya Ratu pun setuju untuk mencari satu karyawan penjaga toko, dan Mala sendiri yang akan mencari pegawai untuk toko bunga tersebut.


Malam itu Ratu dan Mala tidur lebih awal karena ke esokan harinya mereka akan menghadiri acara wisudah Mala.


Ratu duduk di bangku tamu undangan dan Mala pergi bersama teman temannya, saat acara di mulai dan satu persatu mahasiswa pergi ke depan bersama walinya, Ratu sungguh merasa terharu saat nama Mala dipanggil.


Dia langsung berdiri dan berjalan ke depan beriringan dengan Mala, dia sungguh tidak bisa menahan haru saat itu, pasalnya dulu dia tidak bisa sampai pada titik itu dalam menuntut ilmu, dan kini mimpinya justru bisa diwujudkan oleh adik angkatnya.


Sampai acara itu selesai dan Ratu berjalan beriringan bersama Mala keluar dari kampus, Ratu memotret Mala dan mengajaknya untuk berfoto bersama sebagai kenang kenangan.


"Mala mau berfoto bersama?" Ucap Ratu sambil mengeluarkan ponsel pintarnya,


"Tentu saja kak, ayo kita foto bersama" jawab Mala dengan gembira.


Mereka meminta pada salah satu teman Mala untuk membantu berfoto dan mereka berdua mendapatkan beberapa foto yang cukup bagus.

__ADS_1


"Mala, kakak sangat bangga padamu" jawab Ratu pada Mala,


"Kak, semua ini berkat kakak, aku sungguh berhutang banyak pada kakak seandainya aku harus mempertaruhkan nyawa untukmu, aku bersedia jika itu untuk kakak" jawab Mala yang semakin membuat Ratu terenyuh.


Tak terasa air mata Ratu tiba tiba saja turun dengan perlahan membasahi pipinya, dan Ratu berusaha menghapus air mata itu secepat mungkin agar tidak diketahui oleh Mala namun sayangnya Mala tetap mengetahui hal itu.


"Kak, kenapa kakak menangis?" Tanya Mala merasa heran,


"Ahh, tidak siapa yang menangis kakak hanya kelilipan kok haa" ucap Ratu beralasan,


"Ayolah kak, aku bukan anak kecil yang bisa kakak bohongi dengan mudah, ini hari yang membahagiakan kenapa kakak malah menangis dan mencoba berbohong padaku" jawab Mala dengan serius,


Ratu tidak bisa menahannya lagi dia langsung memeluk Mala dengan erat secara tiba tiba dan kini dia tidak menyembunyikan tangisannya lagi.


"Hiks...hiks...Mala kakak sungguh sangat bangga dan terharu makanya kakak menangis, ini adalah air mata kebahagiaan untuk kakak, kakak tidak menyangka bisa ada di titik ini dan bisa mewujudkan mimpimu" jawab Ratu sambil tersenyum haru,


Mala pun ikut terharu mendengar perkataan kakaknya dan dia membalas pelukan Ratu dengan erat, dia juga merasa sangat senang bisa dipertemukan dengan orang sebaik Ratu yang mau menjadikannya sebagai saudara angkat bahkan menyekolahkan dia dengan sangat tinggi dan memberinya kehidupan yang sangat baik.


Tidak mau berlarut larut dalam kesedihan seperti itu dan mengingat masa lalu, Mala langsung mengajak Ratu ke suatu tempat.


"Sudah kak ini hari yang baik dan istimewa maka dari itu aku mau kakak ikut denganku ke tempat yang istimewa juga" ucap Mala sambil menarik lengan Ratu dan membawanya masuk ke dalam taxi yang dia hentikan saat itu.


Di perjalanan Ratu terus bertanya ke mana Mala akan membawanya namun Mala terus diam dan enggan memberitahu Ratu kemana tujuannya.


"Mala ayolah jangan bermain rahasia seperti ini dengan kakak" ucap Ratu merengek,


"Kak, tenang saja tempat ini akan mengingatkan kakak pada masa masa yang indah dan ini sebaiknya kakak tutup mata kakak dahulu yah, inikah kejutan" jawab Mala sambil menutup mata Ratu dengan sebuah kain hitam yang sudah dia siapkan sebelumnya.


"Ya ampun Mala, berhentilah seperti ini, kakak tidak bisa melihat jika kamu menutupinya" jawab Ratu sambil memegangi penutup matanya dan hendak membukanya,

__ADS_1


"Jangan kak, kalau kakak membukanya atau mengintip sedikit saja ini tidak akan jadi kejutan, dan aku akan merasa sedih, apa kakak mah membuatku sedih" ucap Mala dengan wajah yang memelas.


__ADS_2