PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Kecemasan Ratu


__ADS_3

Sedangkan Han masih tetap tertidur lelap dan terus memeluk Mala dengan kuat bahkan Mala sendiri tidak bisa melepaskan pelukan Han dari tubuhnya.


"Aishh.... Han kenapa kau sekuat ini saat tidur, ahhh aku sial sekali tapi tunggu, sekarang aku sudah tenang aku tidak takut lagi hah apa ini keberuntungan?" Gerutu Mala mulai menyadari suatu hal.


Mala sedikit senang karena meski dia harus dipeluk oleh Han setidaknya dia merasa tenang sekarang dan tidak dihantui dengan ketakutan dalam dirinya sendiri. Sampai lama kelamaan Mala pun kembali mengantuk dan tertidur dalam pelukan Han sepanjang malam.


Di sisi lain Ratu yang sudah selesai menyajikan makan malam sesuai dengan pesanan Mala dia kini terus merasa cemas karena Mala yang juga tak kunjung pulang Ratu sudah mencoba untuk menghubungi ponsel Mala namun ponselnya tidak dapat dihubungi dia juga menelpon Han tapi panggilannya tidak diangkat.


Ratu terus berjalan mondar mandir di depan pintu rumahnya menunggu kepulangan Mala, sampai akhirnya Ratu juga ketiduran dengan posisi duduk di sofa menunggu Mala.


Sampai ke esokan paginya saat itu di perusahaan Atmaja, Han terbangun lebih dulu dia merasakan lengannya yang pegal dan berat sampai dia mengerjakan matanya beberapa kali dan dia sangat kaget saat melihat Mala yang berbaring di sampingnya dengan tangan dia yang menjadi bantal kepala Mala.


"Astaga....apa yang sudah terjadi?, Kenapa dia ada di sini?" Gerutu Han dengan mata yang terbelalak.


Saat Han kaget dan bicara cukup kencang, Mala mulai terusik dan tangan Mala tidak sengaja menyentuh dada bidang milik Han itu membuat Han hampir berteriak, untung saja saat itu Han langsung bertindak cepat menutupi mulutnya sendiri agar Mala tidak bangun.


Karena jika Mala bangun dengan posisi mereka berdua sedekat itu yang ada Han akan menjadi perkedel yang habis dihajar habis habisan oleh Mala.


"Aishhh....apa yang harus kulakukan" gerutu Han kebingungan.


Dia berusaha mengangkat lengannya dan perlahan membenarkan posisi tidur Mala dengan benar sampai akhirnya dia bisa menghembuskan nafas lega dan segera bangkit berdiri dari ranjang.


"Hahhhh....untunglah dia tidak terbangun bisa gawat jika dia bangun huuhh aku harus segera mencuci wajahku" tambah Han sambil pergi menuju kamar mandi.


Saat hendak pergi ke kamar mandi Han melihat Mala yang tidur dengan terlentang dan kancing bajunya yang sedikit terlepas, tidak bisa di pungkiri bagaimanapun Han adalah seorang pria dia tentu saja akan terganggu dengan hal itu.


"Astaga...kenapa dia ceroboh sekali aishh..." Gerutu Han sambil segera melemparkan jasnya untuk menutupi dada Mala.

__ADS_1


Setelah itu barulah Han pergi ke kamar mandi sambil mengacak rambutnya kasar dan dia duduk di bangku tempat kerjanya sambil menyisir rambutnya dengan rapih, saat dia mulai melihat ponselnya, Han mendapatkan banyak panggilan tidak terjawab dari Ratu dan dia pun segera menelpon balik Ratu.


"Dia pasti mengkhawatirkan adik kasarnya itu, aishh mereka ini merepotkanku saja" gerutu Han sambil segera menelpon Ratu,


Ratu yang saat itu masih tertidur lelap dia langsung terperanjat mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan dari Han dengan terburu buru.


"Sekretaris Han apa kau tau dimana Mala?, Apa dia bersamamu semalam?" Tanya Ratu bertubi tubi dengan penuh kecemasan tak karuan,


Han hanya bisa menarik nafas dengan dalam dan membuangnya cukup kasar karena mendapatkan Ratu yang bertanya tanpa jeda kepadanya.


"Heh...heh...diam kau jika kau terus berbicara secepat itu kapan aku akan menjawab pertanyaanku itu ha?" Jawab Han dengan kesal,


Ratu pun langsung diam dan dia segera meminta Han untuk cepat menjawab pertanyaannya karena Ratu sudah sangat khawatir dan tidak sabar.


"Baiklah cepat katakan, apa Mala ada bersamamu atau tidak?" Tambah Ratu,


"Iya dia bersamaku semalam" jawab Han belum sempat melanjutkan ucapannya.


"Apa?, Han kau ini benar benar pria bre*gesek, aku tidak menyangka kau bisa melakukan hal seperti itu pada adikku sendiri, jika kau membenciku balaskan kekesalanku padaku jangan melampiaskannya pada adikku!" Teriak Ratu memarahi Han habis habisan,


"Heh...dengarkan aku kau ini sudah seperti radio rusak saja, jangan bicara seenaknya biar aku menjelaskan semuanya dahulu apa kau bisa diam sebentar!" Bentak Han dengan suara yang tak kalah keras.


Jika tidak membalas ucapan Ratu dengan bentakkan Han tahu dia tidak akan dapat memotong ucapannya yang sudah berpikiran salah paham terhadapnya.


Sedangkan Ratu langsung terdiam meski dia tengah marah dan dirinya di penuhi emosi yang menggebu karena tidak tahan dengan kelakuan Han yang menahan adiknya semalaman tanpa memberitahunya dahulu.


"Ya sudah cepat kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan di mana adikku sekarang!" Jawab Ratu tidak sabar,

__ADS_1


Saat itu Han rasanya sudah sangat frustasi dan merasa jengkel dengan Ratu dia pun langsung menjelaskannya dengan cepat.


"Heh, kemarin malam itu kami terkunci di perusahaan bahkan sampai saat ini belum bisa keluar dari perusahaan sialan ini, dan kau tahu adikmu yang penakut itu menyusahkanku semalaman, aishh aku sudah menjaga adikmu dengan sangat baik kau malah memarahiku dan berpikiran yang tidak baik padaku, apa kau pantas melakukan itu ha?" Jawab Han menjelaskan dengan perasaan kesal.


Ratu akhirnya merasa lega setelah mendengar penjelasan Han dia baru bisa menghembuskan nafas yang begitu lega dan segera meminta maaf pada Han.


"Aahh syukurlah jika kalian hanya terkunci di sana, dan...aku minta maaf karena sudah menuduh sebelumnya" jawab Ratu merasa sedikit bersalah,


Tapi tak sampai di situ Ratu masih belum merasa tenang sepenuhnya dia kembali bertanya pada Han mengenai keberadaan Mala saat ini.


"Ta..tapi Han jika semalam kalian terkunci apa kau sungguh tidak melakukan apapun pada adikku terus di mana Mala sekarang?" Ucap Ratu memastikan dan menanyakan keberadaan adiknya,


Han memegang keningnya dan mulai mengurutnya perlahan karena di merasa kesal sebab Ratu masih tetap mencurigai dirinya meskipun dia sudah menjelaskan semuanya.


"Ratu jika kau tidak mempercayaiku kau bisa tanyakan pada adikmu nanti, sekarang dia masih tertidur di ruangan pribadi Presdir dan tenang saja aku tidak melakukan apapun padanya kau bisa memastikannya langsung pada adikmu nanti, jadi jangan menggangguku lagi!" Ucap Han bicara dengan cepat dan langsung memutuskan panggilan telponnya.


"Eh...Han...Han...tunggu hey....kenapa kau malah menutup telponnya Han..." Teriak Ratu frustasi.


Karena masih cemas dengan Mala dia pun segera pergi menyusul Mala menuju perusahaan Atmaja, sedangkan Han dia langsung menaruh ponselnya dengan kasar di atas meja kerjanya lalu segera menghampiri Mala dan membangunkannya.


"Hey....bangun kau!" Ujar Han sambil membuka gorden ruangan itu.


Cahaya matahari pagi mulai masuk ke dalam ruangan dan langsung menerpa wajah Mala sehingga membuatnya terbangun dari tidurnya.


Mala mengerjakan matanya perlahan dan dia segera sadar dari tidur lelapnya, Mala langsung bangkit terduduk dan dia menatap ke arah Han yang sudah berdiri tegak di hadapannya.


"Apa yang sedang kau lakukan kenapa berdiri di sana?" Tanya Mala dengan heran.

__ADS_1


Han tak sengaja kembali melihat ke arah dada Mala yang kancingnya sedikit terbuka dan dia langsung memberitahu Mala mengenai pakaiannya sambil langsung melemparkan pandangannya ke arah lain.


"I..itu benarkan pakaianmu!" Ucap Han dengan datar.


__ADS_2