PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
PEMAKAMAN BI INA


__ADS_3

Seketika itu ratu berteriak sangat kencang sampai seisi rumah bisa mendengarnya dengan sangat jelas


Bibiiiiiiiiiii.....(teriak ratu histeris)


Bi..tolong bangun bi demi ratu..hiks..hiks.hika.hiks..bi..aku mohon.bibi...hihihihi (ucap ratu sambil terus menangis dan menggoyang goyangkan tubuh bi ina namun, tubuh renta itu sudah terbujur kaku)


Astrid dan diva yang mengintip dari balik pintu kamar terlihat ketakutan dan panik karena mereka sadar betul itu semua karena perbuatan mereka, karena mereka pikir ratu yang akan kenal pukul dan meninggal sehingga semua harta ayahnya bisa jatuh pasti dengan mudah pada mereka, namun sialnya bi ina datang dan melindungi tasya hingga mengorbankan nyawanya sendiri, memang terlihatnya sepele hanya dipukul oleh gagang sapu, tapi jika pukulannya sangat kencang, apapun bisa terjadi belum lagi bi ina sudah tua.

__ADS_1


Euhhh..sial kenapa malah si tua bangka itu yang mati, ini bahaya bisa bisa kita dilaporkan ke polisi sama si curut ratu itu..bagaimana ini sayang (ucap astrid dengan berbisik)


Ini semua gara gara mama sih pake mukul di ruang tengah gini, jadikan banyak saksi, pokoknya aku gak ikut ikutan ya kalo sampai masuk penjara (jawab astrid yang ketakutan)


Loh sayang ko kamu gitu sih, mama lakuin ini semua demi kebahagiaan kita juga, termasuk biaya hidup mewahmu tau (ucap diva yang tak terima dengan ucapan putrinya itu)


Apa kamu bilang..jadi kamu gak sedih gitu kalo mama dipenjara hah...dasar anak durhaka kamu astrid..nyesel mama udah jadi jahat dan merebut semuanya demi kamu (ucap diva dan berjalan ke luar menghampiri ratu yang masih memeluk jasad bi ina)

__ADS_1


Diva duduk bersimpuh sambil berlinang air mata menatap ratu dan segera meminta maaf serta mau menyerahkan dirinya ke pihak yang berwajib.


Ratu...tante minta maaf ya sudah membuat hidupmu menderita juga menghilangkan nyawa orang orang yang kamu sayangi...tante benar benar menyesal ratu..tante juga mau menyerahkan diri tante ke polisi..tante sudah siap dengan semua konsekuensi yang sudah sepantasnya tante dapatkan..hiks..hiks (ucap tante diva sendu)


Ratu hanya terdiam sambil menatap sejenak wajah diva kemudian kembali memeluk jasad bi ina. Hingga tak berapa lama kemudian ratu meminta bantuan para penjaga juga tetangga untuk membantu proses pemakaman bi ina, semua tahapan dari memandikan, mengkafani, sampai menyolatkan ratu ikuti dengan baik dan hati yang hancur berkeping keping, ini adalah ke 3 kalinya dia merasakan sakit dan sesak di dadanya yang tak akan mudah terobati, dia sama sekali tak menghiraukan diva yang sedari tadi meminta maaf padanya dan selalu ada di sisinya, sedangkan astrid justru malah pergi shoping ke mall, tanpa menghiraukan ibu dan adik tirinya yang tengah berduka bahkan dia tidak perduli dengan nasib ibu kandungnya sendiri yang akan menyerahkan diri ke kantor polisi, hatinya memang sudah tertutup akan kegilaan harta di otak juga hatinya.


Beberapa menit kemudian kini tinggal proses pemakaman yang sedang berlangsung di TPU pondok rangon yang ada di wilayah itu, nampak ratu kini begitu tegar menyaksikan proses pemakaman dari awal hingga akhir dan duduk bersimpuh di samping makam sambil mengelus batu nisan yang bertuliskan bi ina, seorang art yang merawatnya dan melindunginya sejak kecil hingga besar dan sudah dia anggap sebagai ibunya sendiri kini sudah terbujur kaku di timbun tanah dan tak bisa lagi melindungi dirinya.

__ADS_1


__ADS_2