PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
RATU DAN MALA


__ADS_3

Ratu bingung harus menanggapi kedatangan Zidan seperti apa entah dia harus senang atau sedih karena tujuannya untuk menjauh dari semua orang ternyata gagal tetap saja masih ada orang yang mengetahui keberadaannya, ketenangan yang selama ini dia rasakan mungkin akan terusik kembali, Ratu tersenyum sedikit dan menunduk lesu, lantas Zidan merasa heran dan langsung mempertanyakan.


*Ratu apa kau tidak senang bisa bertemu denganku lagi?* ucap kak Zidan bertanya.


*Ahh..tidak kak bukan begitu, hanya saja aku takut nanti Astrid atau orang lain jadi mengetahui tentangku, aku tidak mau berurusan dengan mereka lagi, tidak peduli warisan ayah ada ditangan siapa yang penting aku ingin hidup tenang itu saja* jawab Ratu tulus.


*Tenang saja aku tidak akan memberitahukan keberadaanmu pada siapapun apalagi Astrid* ucap kak Zidan sambil mengelus pucuk kepala Ratu.

__ADS_1


Ratu refleks tertegun, bagaimana bisa kak Zidan berperilaku lembut seperti ini pada dirinya, Ratu juga sedikit tidak nyaman karena dia hanya menganggap kak Zidan sama seperti Steven hanya sebagai kakak tingkat tidak lebih, walau sebelumnya Ratu sempat menyukai Steven dan berujung dengan konflik berkepanjangan antara dia dan Astrid sampai keluarganya hancur dan dia hidup sebatang kara.


*Maaf kak aku harus kembali ke toko, Mala pasti khawatir mencari ku* ucap Ratu mencoba menghindari Zidan.


Zidan mengangguk dan membukakan pintu mobil setelah Ratu keluar Zidan berpamitan karena dia harus kembali ke kantornya, Ratu mengangguk dan dia segera masuk kembali ke dalam toko dengan perasaan yang tidak karuan, tanpa Ratu sadari ternyata Mala memperhatikannya sejak tadi di balik jendela toko, Ratu tersenyum kecil dan segera menghampiri Mala.


*Mala kamu ini sedang apa, aku sudah di sini* ucap Ratu mengagetkan Mala dari belakang.

__ADS_1


*Lagian kamu juga ngapain pake ngintipin bos sendiri, nanti matamu bintitan loh* ucap Ratu menggoda Mala.


* Iiihhh...amit amit, masa cantik cantik gini bintitan sih, kak Ratumah* ucap Mala sedikit cemberut dan kembali meneruskan pekerjaannya.


Ratu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah Mala yang selalu kepo dengan semua hal di sekitarnya tak terkecuali kejadian yang barusan terjadi, namun untungnya Mala tetaplah orang baik yang mau bekerja bersama Ratu dari nol dan mendampingi Ratu layaknya saudara, bahkan dulu sejak awal Ratu datang ke desa itu tanpa membawa apapun Mala lah yang dengan terbuka mau menerima Ratu tinggal di rumahnya dan mencarikan rumah kontrakan untuk Ratu, hingga saat ini Ratu sudah bisa membeli rumah sendiri dan membangun perkebunan bunganya walaupun belum cukup luas namun sudah bisa menghasilkan uang untuk bekal hidupnya, Ratu juga memberikan gajih yang cukup pada Mala dia dan Mala selalu bersama layaknya saudara, bahkan banyak orang mengira bahwa mereka berdua bersaudara adik dan kakak, usia Mala dengan Ratu hanya terpaut 3 tahun saja jadi pantas banyak orang mengira mereka seperti saudara, harusnya saat ini Mala kuliah namun karena kedua orang tua Mala sudah meninggal dan dia harus membiayai hidupnya sendiri Mala lebih memilih untuk bekerja dan membantu Ratu, Ratu juga sempat berpikir untuk menguliahkan Mala namun Mala menolak dan dia malah meminta Ratu agar uang yang tadinya untuk biaya kuliah dia dipakai untuk membuat toko bunga, akhirnya toko bunga itu Ratu beri nama Toko bunga RaMa, yang memiliki arti Ratu dan Mala, ya betul nama toko itu diambil dari gabungan dua huruf pertama nama mereka, sebagai bukti kerja keras yang sudah mereka berdua lakukan.


Hari berlalu begitu cepat sejak pertemuannya dengan Ratu Zidan selalu bersemangat dalam melakukan setiap pekerjaannya, bahkan belakangan ini Zidan mendapatkan sebuah proyek besar yang bekerja sama dengan perusahaan milik Randi, berbeda sekali dengan Randi yang bahkan tidak memiliki semangat hidup sama sekali, dia masih tetap sama seperti dulu bahkan sekarang lebih dingin dan tegas pada karyawannya, hanya sekretaris Han yang bertahan di dekat Randi, tak dipungkiri Zidan sekalipun yang merupakan pewaris tunggal salah satu perusahaan besar takut dan tunduk pada Randi, memang sebesar itulah pengaruh Randi di dunia bisnis, dia adalah salah satu CEO sekaligus orang kaya paling muda di negara ini, sedangkan Zidan hanya pengusaha sukses biasa yang di dapatkan dari warisan orang tua, meski begitu Zidan jauh lebih baik dari pada Steven yang mudah terpengaruh dan terprovokasi orang lain, tak ada yang tau bahwa sebenarnya mereka bertiga Randi, Zidan dan Steven adalah sahabat masa kecil, keluarga mereka juga cukup dekat sejak kecil mereka selalu bersama sampai ketika kecelakaan menimpa kedua orang tua Randi dan perusahaan milik keluarga Randi menurun hingga hampir bangkrut, keluarga Zidan dan Steven mulai menjauh mereka sibuk dengan urusan masing masing tanpa memperdulikan Randi dan keluarganya yang saat itu tengah berada dalam kesulitan, untungnya Oma Rita yang tak lain adalah neneknya Zidan dia mau membantu mengulurkan tangan memberikan semua biaya pengobatan kedua orang tua Randi dan membantu Randi membangkitkan kembali perusahaannya sampai tumbuh sekuat saat ini dibawah pimpinannya, sedangkan kedua orang tua Randi memutuskan untuk diam di rumah, ayah Randi mendirikan anak perusahaan di negara C, dan kedua orang tua Randi memutuskan untuk tinggal di negara C sampai saat ini, mereka merasa tinggal di sana lebih damai dan jauh dari permasalahan yang membuat kepalanya pusing, belum lagi karena kejadian naas yang menimpa mereka belasan tahun lalu mereka menjadi bermusuhan dengan keluarga Steven dan juga Zidan, walau begitu mereka masih tau balas Budi sebab Oma Rika yang membantunya dulu akhirnya mereka mau menerima Zidan dan membantunya mengembangkan perusahaan ayahnya itu, semua itu Randi lakukan demi membalas jasa Oma Rika pada keluarganya dahulu.

__ADS_1


Walau Randi membantu setiap kesulitan Zidan di perusahaan namun di luar itu Randi dan Zidan masih bermusuhan secara dingin sedangkan Zidan dan Steven masih bersahabat cukup baik, itulah permasalahannya Zidan terlalu naif karena selalu percaya pada ucapan Steven, sedangkan Randi lebih tau bagaimana Steven sekarang, dia sudah sangat berubah sejak berhubungan dengan Astrid entah otaknya telah dicuci atau bahkan mungkin sudah diracuni oleh Astrid sehingga tidak dapat melihat mana yang baik dan mana yang buruk.


Randi selalu memperingatkan Zidan agar tidak termakan ucapan menyedihkan yang keluar dari mulut Steven sebab semua itu hanyalah kebohongan belaka bahkan jika itu dikatakan oleh kedua orang tuanya sekalipun, Randi tau betul bagaimana keluarga Steven yang selalu saja penuh drama dan acting, mereka selalu ingin dikasihani dan meminta bantuan berupa materi juga kedudukan pada Randi namun Randi tidak pernah berniat memberikan apapun pada mereka walau orang tuanya meminta agar Randi membantu Steven sama seperti dia membantu Zidan, Randi tetap enggan melakukannya sebab dia tau Zidan dan Steven jelas berbeda.


__ADS_2