PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
ANCAMAN ASTRID


__ADS_3

Ke esokan paginya Ratu bangun sangat awal dan dia membantu mamah Diva untuk menyusun kue kue kedalam keranjang lalu saat mereka sarapan tiba tiba saja mamah Diva memegangi kepalanya dengan wajah yang pucat, Ratu menjadi khawatir.


"Mah mamah kenapa apa kepala mamah sakit?," tanya Ratu.


"Iya nih gak tau kenapa sakit banget kayanya gara gara kemarin mamah kehujanan deh," ucap mamah Diva.


"Ahhh....ya ampun mamah ada ada saja, ya sudah ayo Ratu antar ke kamar, mamah istirahat saja hari ini tidak usah jualan," ucap Ratu sambil memapah mamah Diva dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Mamah Diva pun menurut walau pada awalnya berih keras memaksa ingin berjualan dengan alasan mereka akan rugi jika kue nya tidak di jual, sehingga Ratu pun memilih agar dirinyalah yang menjualkan kue itu selagi di kampus lagi pula karena hari ini hari senin dan hanya ada satu kelas pagi saja, jadi Ratu bisa berjualan setelah kelasnya selesai dan menitipkan kue nya di kantin selama dia belajar, mamah Diva pun setuju dan akhirnya tidak memaksa untuk tetap berjualan lagi.


Ratu segera membelikan obat sakit kepala ke warung terdekat lalu membantu mamah Diva meminum obat dulu, barulah dia pergi kuliah.


"Bu aku pergi yah, jaga diri ibu baik baik tetap lah istirahat sampai sembuh total," ucap Ratu lalu mencium punggung lengan mamah Diva.


Ratu pun segera berangkat ke kampus dengan penuh semangat dan membawa sekeranjang besar kue buatan ibunya selama di perjalanan ada juga beberapa orang yang menghentikan Ratu dan mengira dia penjual kue bukan mahasiswa namun Ratu tak keberatan di sebut seperti itu karena dia juga memang seorang penjual kue keliling sekarang, Ratu senang karena sepagi pagi ini sudah banayk orang yang membeli kue nya.


"Ayo...ayoo buk...pak, penglarisnya kue nya murah cuman 2 ribu rupiah saja per satunya rasanya enak loh," teriak Ratu sambil mengayuh sepeda.

__ADS_1


Ternyata benar saja awalnya sedikit lama lama banyak orang berkumpul membeli kue nya bahkan sampai rebutan membeli kue kuenya. Saking asyik dan banyaknya orang yang membeli di jalanan Ratu sampai lupa dia sudah ke siangan untuk masuk ke kampus, sehingga Ratu harus mengayuh sepedenya lebih cepat dari biasanya dan memerlukan kekuatan ekstra, untunglah Ratu tidak terlambat masuk kelas dan dagangan kue nya tinggal setengah lagi, sekitar 50 bungkus lagi.


Karena tadi dia terburu buru takut telat masuk kelas sehingga Ratu lupa tidak menitipkan kue dagangannya ke kantin dan dia membawa dagangannya ke dalam kelas.


Saat itu kebetulan dosen belum datang dan beberapa mahasiswa teman sekelas Ratu yang melihat Ratu membawa kue kue warna warni mereka menanyakan apa Ratu menjualnya atau tidak dan saat tau kalau ternyata kue itu di jual oleh Ratu mereka langsung membelinya dan memakannya di kelas begitu saja sambil menunggu kelas mereka masuk beberapa menit lagi.


Ratu sangat senang dan bersyukur karena dia bisa menjajakan kuenya tanpa harus berkeliling dan bersusah payah menjajakannya, dia diam saja orang orang sudah menghampirinya sendiri.


"Ahhh....alhamdulillah tinggal 30 bungkus lagi, kue buatan mamah memang the best," ucap Ratu sambil tersenyum senang dan menata kembali kue kue nya.


Hingga tak lama jam pelajaranpun masuk dosen datang ke kelas dan mulai membuka pelajaran, Ratu memperhatikan dosen yang menerangkan dengan baik dan tekut dan tanpa dia sadar Astrid selalu mengawasinya dari kejauhan dengan tatapan kebencian karena Steven mulai menjauhinya saat ini.


"Brukkk....ahhhhh," ucap Ratu yang tak sengaja tertubruk oleh kak Steven yang berjalan terburu buru.


"Ratu...maaf aku tidak sengaja," ucap kak Steven.


"Aku baik baik saja," jawab Ratu lalu langsung pergi meninggalkan Steven.

__ADS_1


Kak Steven sungguh merasa bersalah setiap kali melihat wajah Ratu dia terus menatap lekat kepergian Ratu hingga tubuh kecil itu tak terlihat di pandang mata olehnya, dan Astrid datang mengagetkan kak Steven karena dia tak bisa menahan emosi kecemburuannya saat melihat secara langsung dengan mata kepalanya sendiri bagaimana cara kak Steven memandangi Ratu bahkan hingga dia pergi jauh.


"Steven.....," ucap Astrid dengan wajah yang cemberut.


"Ehh......Astrid ayo kita pulang, maaf aku terlambat sedikit," jawab kak Steven.


"Ya sudah ayo," jawab Astrid dengan juteknya.


Sedangkan anak buah gengnya pergi membubarkan diri sendiri, Astrid terus saja cemberut dan dia mulai berani membentak kak Steven dan mengancamnya agar tidak dekat dekat dengan Ratu padahal kak Steven sudah menjelaskan bahwa kejadian tadi sungguh tidak sengaja karena dirinya tengah fokus memainkan ponselnya sebab ada beberapa pesan masuk dari klain penting perusahaan dirinya, lama lama Astrid pun percaya dan dia juga tidak bisa berlama lama merajuk atau marah pada kak Steven, lalu dia meminta kak Steven untuk mempersiapkan kejuatan untuknya di hari ulang tahunnya tak lupa Astrid juga meminta agar kak Steven bersandiwara seakan akan dia melakukan semua itu tanpa sepengetahuan dirinya dan Astrid mau kak Steven melakukan itu di kampus tepat di hadapan Ratu juga semua temannya.


"Pokoknya aku mau kakak melakukan itu untukku jika tidak aku bisa saja menghancurkan Ratu dengan cataku," ucap Astrid mengancam.


"Jangan mengancamku begitu karena jika aku tak mau aku tak peduli apapun yang akan kau lakukan pada Ratu, lagi pula aku tak memiliki perasaan lagi padanya," jawab kak Steven membohongi dirinya sendiri.


Astrid senang mendengar pengakuan kak Steven yang dia lihat nampak terlihat sungguh sungguh bahkan saat dia mengancamnya kak Steven nampak tak peduli, dia pun tersenyum licik dan merasa senang.


Sedangkan jauh di lubuk hati kak Steven dia tak benar benar saat mengatakan semua itu pada Astrid dia melakukannya hanya demi keselamatan Ratu juga dia tau jika doa dekat dengan Ratu maka Ratu lah yang akan dalam bahaya karena Astrid.

__ADS_1


"Maafkan aku Ratu, seandainya ada orang yang bisa menghentikan Astrid bagaimana pun caranya, aku akan menjelaskan kesalah pahaman ini, walau aku tau kau tak akan pernah menjadi miliku lagi karena semuanya sudah terlambat cukup jauh," gumam kak Steven di lubuk hatinya yang penuh luka dan beban.


__ADS_2