PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Masalah Panggilan


__ADS_3

Saat sampai di tempat proyek rupanya kak Steven sudah berada di sana dan dia langsung memandu Ratu juga Zidan untuk memeriksa dan berkeliling melihat perkembangan proyek di wilayah tersebut, proyek tersebut mengenai pembangunan mall di dekat pantai dan nampak saat ini pembangunan hanya sekitar 10 persen.


Di saat Zidan tengah fokus berbicara mengenai proyek dengan Steven, Ratu hanya terus berjalan di belakang mengikuti Zidan, hingga akhirnya selesai meninjau dan mereka pergi untuk makan siang bersama.


"Ahh...ini sudah masuk jam makan siang, bagaimana kalau kita makan di restoran sebrang saja, aku tau restoran yang bagus di sekitar ini" ajak Steven kepada Ratu dan Zidan,


"Baiklah ayo Ratu kita makan siang di sini baru kita kembali ke perusahaan" ucap Zidan memutuskan.


Mereka pun pergi ke restoran tersebut dan saat makanan sudah tersaji ternyata memang benar sesuai dengan ucapan Steven sebelumnya makanan di sana memang enak dan sangat lezat.


"Eummm....ini enak sekali, aku belum pernah menikmati makanan seenak ini sebelumnya" ucap Ratu sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya,


Zidan hanya tersenyum dan dia memberikan sebuah lauk ke dalam piring Ratu karena dia melihat Ratu yang begitu lahap menikmati makanan di sana.


"Ini, jika kamu suka dengan makanan di sini aku bisa mengajakmu makan di sini setiap hari" ucap Steven sambil memberikan tambahan menu makanan laut ke piring Ratu.


Ratu menatap mereka berdua dengan heran karena kini piringnya sudah penuh dengan banyak menu makanan yang di berikan oleh Zidan juga Steven ke padanya.


"Stop...kalian berdua ini kenapa sih, bisa tidak kalian makan makanan kalian sendiri, jika kalian terus memberikannya padaku kapan aku akan selesai menghabiskannya!" Bentak Ratu yang sudah jengkel dengan kelakuan kedua pria di hadapannya itu.


Zidan dan Steven pun akhirnya berhenti dan mereka kembali melanjutkan makan mereka, Ratu juga menghabiskan makanannya dengan perasaan yang masih sedikit kesal, untunglah makanan di sana sangat lezat sehingga bisa dengan cepat memperbaiki mood Ratu.


Selesai makan siang Ratu dan Zidan langsung pergi ke parkiran tempat mobilnya berada namun di saat Ratu hendak masuk ke dalam mobil Steven menahannya.

__ADS_1


"Ratu, tunggu!" Teriak Steven sambil berlari perlahan menghampiri Ratu,


Ratu yang tadinya hendak masuk ke dalam mobil dan sudah membukakan pintu mobil dia kembali memutuskan untuk menutup kembali pintu mobil dan berhadapan dengan Steven.


"Ada apa?" Tanya Ratu dengan heran,


"A...itu... Jika kamu ada waktu pekan ini, aku mau mengajakmu menghadiri sebuah pesta perayaan pembukaan perusahaanku, aku harap kamu bisa mendampingiku nanti" ucap Steven mengajak Ratu.


Ratu nampak diam termenung sejenak dia berpikir apakah dia bisa hadir atau tidak namun saat Ratu baru saja hendak menyampaikan bahwa dia tidak ada acara dan akan menyetujui ajakan Steven, tiba tiba Zidan kembali keluar dari mobil dan memotong pembicaraan mereka dengan cepat.


"Tidak bisa dia sekretarisku, dan dia akan datang bersamaku, kau bisa hadir seorang diri atau bersama wanita lain jangan dengan sekretarisku!" Ucap Zidan dengan tatapan tajam yang penuh ancaman kepada Steven.


Steven juga menatap begitu lekat serta dengan mulutnya yang tertutup rapat, mereka terus saling tatapa dengan seringai mengerikan satu sama lain Ratu yang berdiri diantara mereka mulai merasakan suasana dan aura permusuhan yang begitu melekat diantara mereka berdua.


"Ahh...iya, aku harus mendampingin Zidan, maaf ya kak Steven. Kalau begitu kami pergi dulu ayo Zidan cepat kembali masuk aku sudah ingin kembali ke perusahaan" ucap Ratu beralasan sambil mendorong Zidan agar segera masuk ke dalam mobil.


Ratu sendiri pun ikut masuk dan tersenyum kepada Steven sebagai tanda berpamitan, mobil mulai melaju semakin cepat meninggalkan kawasan proyek tersebut dan sepanjang perjalanan wajah Zidan nampak di tekuk dan begitu muram, Ratu juga bingung harus memulai pembicaraan seperti apa agar suasana canggung diantara mereka bisa hilang.


"Aduh...apa yang harus aku lakukan sekarang, Zidan juga tidak mengatakan akan ada acara pesta pembukaan perusahaan kak Steven sebelumnya, apa yang terjadi tadi?" Gumam Ratu sungguh merasa bingung.


Suasana di dalam mobil begitu canggung dan tidak ada yang mengeluarkan suara diantara Ratu dan Zidan mereka hanya fokus pada urusannya masing masing.


Sampai akhirnya Ratu memulai lebih awal pembicaraan dengan bertanya kepada Zidan untuk memastikan masalah acara tersebut.

__ADS_1


"Eumm...pak apa sungguh akhir pekan ini akan ada perayaan pembukaan perusahaan kak Steven?" Tanya Ratu dengan bicara formal kepada Zidan.


Mendengar Ratu bicara formal padanya sedangkan memanggil Steven masih dengan sebutan kakak rasanya panggilan tersebut begitu manis di dengar oleh telinga Zidan, dia tidak suka ketika Ratu memanggilnya pak sedangkan pada Steven memanggilnya kakak, dia pun tidak menjawab pertanyaan Ratu dan memegang stir mobil dengan sedikit emosi.


Ratu semakin kebingungan dan dia tau Ratu wajah Zidan saat itu tengah menahan emosi, melihat pertanyaannya diabaikan Ratu jadi mesra bersalah dan tidak menentu.


"Pak...apa anda marah pada saya?, Kenapa anda terus mendiami saya seperti ini?" Tanya Ratu mulai resah,


Akhirnya Zidan menjawab ucapan Ratu dan menjelaskan perasaannya.


"Tidak, saya tidak marah padamu, hanya saja Ratu bisakah kamu memanggilku Zidan saja atau kak Zidan sama seperti bagaimana kamu memanggil Steven tadi, kenapa harus memanggilku Pak, aku ini bukan bapak mu!" Ucap Zidan dengan nada suara yang cukup tinggi.


Ratu membelalakkan matanya dengan lebar dan dia menaikkan kedua alisnya serempak, dia benar benar kaget dan tidak menduga seorang Zidan yang selama ini selalu sabar dan bersikap lembut ternyata bisa marah dan membentaknya seperti itu.


Apalagi hal yang dipermasalahkan oleh Zidan hanyalah hak sepel bagi Ratu, karena baginya sebutan kakak kepada Steven adalah kebiasaannya sejak dulu dan itu hanya untuk menghormati saja sebab usia Steven lebih tua darinya sedangkan Zidan Ratu tau dia adalah bos nya di tempat kerja meskipun usia mereka bisa di bilang seumuran namun Ratu hanya berusaha profesional dengan memanggilnya bapak sebab semua karyawan di kantor memanggilnya dengan sebutan itu.


Kini mendapatkan bentakkan seperti itu dari Zidan Ratu menjadi bingung harus menjawabnya seperti apa, dia hanya terdiam dan memikirkan.


"A..aouuhhh....tapi jika saya tidak memanggilmu pak, lalu harus apa?" Tanya Ratu bingung dan balik bertanya,


"Panggil saja aku seperti biasanya dan berhenti bicara dengan kalimat baku, itu membuatku semakin jauh darimu dan aku tidak suka" ucap Zidan yang begitu serius,


"Zidan bagaimanapun caraku memanggilmu mau itu dengan sebutan pak, kak ataupun yang lainnya kamu tetap sahabatku kamu tetap menjadi orang yang berharga untukku, kenapa masalah panggilan saja di permasalahan kan?" Jawab Ratu yang mulai kesal dan menjelaskan kepada Zidan agar Zidan berhenti bersikap aneh kepadanya.

__ADS_1


Zidan pun mulai tersadar dan dia menelan salivanya dengan kuat, dia kaget mendengar pernyataan dari Ratu yang menyebutkan bahwa dirinya berharga bagi Ratu, mendengar itu harapan Zidan semakin tumbuh pada Ratu, dia semakin percaya diri bahwa Ratu pasti akan menerimanya.


__ADS_2