
randi pun mulai bercerita perlahan mengenai keluhan dan masalah di keluarganya.
saya...sebenarnya tidak memiliki teman yang dekat untuk di jadikan teman untuk bertukar pikiran atau sekedar curhat, walaupun saya punya sahabat perempuan tapi dia hanya menginginkan harta saya saja, makanya saya ingin bercerita padamu (ucap randi sambil menatap lurus ke depan)
lalu? (tanya ratu)
di keluargaku.....aku selalu saja di tanya kapan akan menikah dan memberikan mereka keturunan untuk perusahaan atmaja nantinya, aku anak tunggal makanya mereka selalu saja memaksaku untuk segera mencari calon istri, tapi kau tau sendiri kan, aku bagaimana, sampai sekarang bahkan belum ada satu wanitapun yang menarik perasaanku (ucap randi mulai bercerita)
kalo menurutmu, saya harus bagaimana hah? (tanya randi meminta saran)
saya tuan? (tanya balik ratu)
iya kamu memangnya siapa lagi (jawab randi )
kalo menurut saya tuan segera ikuti kemauan keluarga tuan, supaya tidak di paksa terus, dan memang apa susahnya mencari calon istri untuk seorang tuan randi atmaja orang terkaya di negri ini ya kan? (ucap tasya)
kau pikir mencari calon istri itu seperti membeli makanan di warung apa, asal kau tau semua wanita yang tergila gila padaku mereka hanya cinta dengan hartaku dan rupaku bukan tulus, dan saya benci itu (ucap randi mengungkapkan isi hatinya)
__ADS_1
hmmm....tuan betul juga sih, gimana kalo kita buat sayembara aja (ucap ratu mengusulkan ide nya)
hah? sayembara bagaimana maksud kamu? (tanya randi dengan wajah serius nya menatap tajam ratu)
ehhehe...biasa aja kali eksferinya tuan (ucap ratu yang segera memperbaiki posisi duduk untuk menghilangkan kegugupannya)
cepat jawab! (bentak randi)
iya maksud saya tuan buat sayembara gitu buat memilih calon istri yang sesuai dengan keinginan tuan nanti buat aja peraturan dan syaratnya kalo yang memenuhi syarat dia bakal terpilih dan bisa kenalan lebih dekat dengan tuan, kalo nantinya tuan nyaman lanjut nikah kalo enggak ya cari lagi yang lain...gimana tuan? (ucap ratu setelah menjelaskan)
hmmm...boleh juga, tapi saya tidak banyak waktu untuk mengurusi masalah pendaftaran dan aturan lainnya (ucap randi)
memangnya dia mau mengurusi para fans ku nantinya? (tanya randi)
sekretaris han pasti mau diakan bawahan anda tuan (ucap ratu lagi)
kalo begitu biar saya pikirkan lagi masukan darimu (ucap randi sambil bangkit dari duduk)
__ADS_1
ehh....tuan mau kemana? (tanya ratu bingung)
memangnya kamu gak mau pulang, ini sudah sangat larut (ucap randi tanpa berhenti berjalan)
ehhh...mau tuan tunggu (teriak ratu sambil langsung berlari menyusul randi)
dasar lemot (ucap randi)
huh beraninya kau mengatai ku lemot ehhh...kalo bukan dia yang menggajihku, akan ku retakkan ginjalmu huh (gumam ratu)
mereka pun berjalan masuk ke dalam mobil dan randi mengantarkan ratu pulang, di perjalanan tidak ada percakapan sama sekali, sekretaris han pun hanya fokus menyetir saja, sedangkan tasya hanya duduk terdiam menatap ke luar jendela, randi hanya duduk diam sudah seperti patung beruang kutub yang tak bernyawa wkwkwk.
hmmmm...kapan sampainya sih, kalo lama lama satu mobil dengan dia bisa mati jamuran aku, bahkan untuk gerak saja aku takut mengganggunya (gumam ratu merasa kesal dan jenuh)
hingga tak lama merekapun sampai dan ratu segera turun dari mobil berlari masuk ke dalam rumahnya tanpa berterimakasih atau menengok sedikit saja pada randi.
cihhh...dasar tidak tau terimakasih...(ucap randi pelan)
__ADS_1
jalan han (titah randi)
sekretaris han segera melajukan kembali mobil menuju kediaman randi di mension utamanya.