
Ratu mencari mamah Diva di dalam rumah yang ternyata mamah Diva sudah tertidur di kamarnya, Ratu menatapnya dari pintu yang dia buka sedikit lalu dia segera menutupnya lagi, Ratu segera membersihkan diri dan dia pun ikut beristirahat niat hati dirinya ingin berbicara pada mamah Diva mengenai pekerjaannya yang sekarang dia pun mengurungkannya sebab tak tega jika harus membangunkan sang mamah, saat hendak tidur dan menutup mata perutnya malah berbunyi keroncongan meminta asupan makanan, Ratu pun bangkit dan pergi ke dapur dia menyeduh mie instan dan memakannya seorang diri, saat tengah memakan mie seorang diri di dapur Ratu berpikir pakaian apa yang harus dia gunakan besok untuk bekerja.
"Hmmm kalo dipikir pikir aku bahkan tidak punya kemeja dan pakaian cantik seperti yang dibelikan sekretaris Han padaku tadi, sebagian pakaianku mungkin sudah di bakar oleh Astrid," ucap Ratu berpikir.
Selesai menyantap mie dan membuat perutnya kenyang Ratu langsung kembali ke kamarnya dan mengobrak ngabrik lemari pakaiannya mencari pakaian yang cocok untuk dia gunakan esok hari sebagai asisten pribadi seorang CEO perusahaan ternama, sudah hampir semua pakaian Ratu keluarkan dari lemari dan dia sudah memilihnya satu persatu namun rasanya tidak ada yang cocok dia hanya punya beberapa dres, gaun, rok mini dan kebanyakan celana jeans atau overoll celana yang biasa dia gunakan, Ratu memang sudah tebiasa memakai celana jeans atau katun kemanapun makanya tidak ada satu kemeja kantor ataupun pakaian rapih lainnya yang cocok untuk dia bekerja.
"Arghhh.....semuanya tidak ada yang bagus....hiks....bagaimana ini, tidak mungkin besok aku harus memakai pakaian ini lagi, mana sudah bau apek lagi arghhhh," ucap Ratu sambil mengacak ngacak rambutnya frustasi.
Lelah karena mencari pakaian yang dia inginkan namun tak menemukan yang cocok satupun, Ratu pun malah membaringkan tubuhnya keatas ranjang yang sebagian sudah tertutup dengan pakaiannya yang berserakan kesana kemari, Ratu sudah tidak peduli lagi dan dia sangat lelah saat ini apalagi besok hari ada presentasi yang harus dia lakukan walaupun seharusnya itu adalah presentasi kelompok dirinya dengan Dita namun karena kini Dita tak lagi bersamanya Ratu jadi harus menyiapkan semuanya sendiri, dan dia menjadi lebih ekstra dalam mengerjakannya, niat hati pulang ke rumah ingin segera beristirahat namun malah semua pekerjaan menumpuk yang dia dapatkan.
"Ahhh....aku sangat malas membereskan semua pakaian ini, sungguh menyebalkan," ucap Ratu yang kesal namun tetap memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai.
__ADS_1
Setelah menaruh pakaiannya yang berserakan di lantai ke atas ranjang Ratu segera mengambil buku reperensi juga buku tulisnya karena Ratu tidak punya ponsel dan laptop jadi dia harus mengerjakan semuanya dengan manual atau dengan cara menulis semua hal hal penting yang hendak dia jelaskan di depan dosen dan para teman teman kelasnya nanti.
Waktu terus berlalu dan semakin larut kini jam sudah menunjukkan pukul 12.00 tepat tengah malam, Ratu masih belum bisa menutup matanya dengan tenang karena pekerjaannya masih menumpuk, berkali kali Ratu menguap dan sudah tak terhitung lagi berapa kali dia meregangkan otot otot tangannya dan menggerakan kepalanya yang pegal.
Sampai tiba tiba dia ketiduran dan membiarkan semua pakaian menumpuk di ranjang juga buku bukunya termasuk tulisan tangannya untuk besok, Ratu baru saja menghafal sebagian materi yang hendak dia presentasikan dan dia baru selesai menulisnya sebagian juga, karena kantuknya semakin menjadi dan tidak bisa ditahan lagi makanya dia ketiduran begitu saja.
Pagi pagi buta mamah Diva selalu bangun awal seperti bisanya dan menyiapkan adonan kue untuk dia jajakan di daerah sekitar rumahnya, saat mamah Diva hendak membangunkan Ratu karena ini sudah pukul 7 namun Ratu belum keluar juga dari kamarnya.
Dan saat mamah Diva membuka pintu kamar Ratu, dia langsung berteriak.
Ratu yang masih mengantuk seakan dia tidak peduli dengan ocehan mamah Diva dan seruannya yang menyuruh dia cepat bangun Ratu justru malah menutup kepalanya dengan bantal tanpa membuka matanya, mamah Diva yang melihat Ratu malas malasan dan sulit dibangunkan seperti ini untuk pertama kalinya diapun mulai bertindak tegas layaknya seorang ibu, mamah Diva membuka gordeng kamar Ratu agar sinar matahari bisa masuk mencahayai kamar Ratu dan tak lupa mamah Diva menarik selimut yang membungkus badan Ratu tak karuan lalu mamah Diva terus menarik lengan Ratu dan membangunkan tubuhnya untuk bangkit.
__ADS_1
"Eummm...mah, aku masih ngantuk...," ucap Ratu dengan mata setengah terpejam.
"Bagaimana kamu bisa bangun sesiang ini," ucap mamah Diva tak habis pikir.
"Ini masih pagi kok mah tenang saja," jawab Ratu santai yang rupanya dia belum menyadari sudah jam berasa sekarang.
"Pagi matamu, lihat ini sudah pukul 7 tau," ucap mamah Diva sambil menunjukkan jam beker pada Ratu.
"Apa?, ahhh......mamah aku harus segera ke kampus," teriak Ratu langsung membuka matanya sempurna.
Ratu terperanjat dari tempat tidur dan langsung mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi terburu buru, mamah Diva tersenyum melihat Ratu sangat kacau namun masih terlihat lucu, mamah Diva pun membereskan semua kekacawan di kamar itu yang dibuat oleh Ratu sebelumnya, hingga saat Ratu selesai membersihkan dirinya dan dia kembali ke kamar semuanya sudah rapih kembali termasuk buku bukunya yang sudah tertata diatas meja.
__ADS_1
Ratu merasa lega dengan begitu dia masih punya banyak waktu untuk bersiap siap, Ratu pun segera memasukan semua buku bukunya ke dalam tas termasuk ponselnya yang rusak itu, Ratu berniat ingin menanyakan ke konter apakah ponselnya masih bisa diperbaiki atau tidak walaupun dia merasa ponselnya sudah sangat hancur tapi Ratu masih penasaran jika dia tidak mencoba menanyakannya dahulu.
Melihat ponsel itu rusak rasanya sakit dan dia harus kembali mengingat kejadian buruk itu, namun untung saja mamah Diva datang ke kamarnya dan mengajak Ratu agar segera keluar dan sarapan bersama, Ratu yang sudah kesiangan diapun tidak sempat sarapan sehingga mamah Diva membuatkan bekal untuknya dan memasukkan bekal itu ke dalam tas Ratu, sungguh senang sekali rasanya Ratu bisa kembali merasakan rasanya dibuatkan bekal makanan oleh sang sosok ibu baginya rasanya mamah Diva sudah hampir seperti bundanya sendiri walau sikap dan wajah mereka memang berbeda tapi kasih sayang dan perhatian mereka pada Ratu sama dan itu yang Ratu rasakan dari keduanya, kebahagiaan yang tak terbatas juga ketulusan.