
Setelah semua buku sudah di masukkan dan di tata rapih ke dalam tak barulah Han pun menurunkan Mala dengan keringat yang bercucuran di dahinya padahal dia hanya menggendong Mala beberapa menit saja.
"Hah...hah....kau ini ba*i atau apa sih?, Aishh berat sekali tubuhmu itu" ucap Han menggerutu sambil memijat lengannya yang pegal.
Mala hanya menahan senyum karena dia benar benar merasa ekspresi wajah Han sangat lucu ketika mengomelinya.
"Haha...dia lucu juga, padahal dia sendiri yang menawarkan bantuan sekarang dia sendiri yang menggerutu haha siap suruh mau menggendongku" gumam Mala salah hati kecilnya sambil menahan tawa.
Selesai membantu Mala, Han kembali duduk ke kursi kebesarannya sambil memegangi pinggangnya yang mulai terasa sakit olehnya karena menggendong Mala dengan waktu yang cukup lama, sedangkan Mala yang melihat itu dia pun langsung berjalan pergi keluar dari ruangan tersebut berniat untuk membuatkan minuman dingin untuk Han.
Saat Mala keluar Han hanya menggerutu kesal sebab dia pikir saat itu Mala pergi meninggalkannya begitu saja tanpa rasa terimakasih sama sekali.
"Hey.... Mau kemana kau...hey... Aishh aku menyesal membantunya" gerutu Han sambil berteriak memanggil Mala namun diabaikan.
Mala sebenarnya tidak berniat mengabaikan panggilan dari Han namun saat itu dia memang tidak mendengar panggilan itu karena berjalan terburu buru untuk keluar dengan membawa box dan beberapa dua bekas sebelumnya.
Han yang tadinya hendak melanjutkan pekerjaan dia justru malah memegangi dan mengurut pinggangnya yang terasa sakit dia juga hendak memakai koyo untuk memberikan kehangan pada pinggangnya namun saat hendak menempelkannya tangan Han tidak sampai sehingga dia kembali berdecak kesal.
"Cihh....kenapa se sulit ini sih, dasar obat sialan!" Bentak Han sambil melemparkan koyo di tangannya karena tak kunjung bisa dia gunakan.
Saat itu Mala juga baru masuk dengan membawa segelas minuman dingin di tangannya saat melihat Han yang berdiri di belakang meja sambil membuka pakaiannya Mala refleks langsung berbalik dan bertanya pada Han dengan gugup.
"P...p...pp... Pak apa yang sedang kau lakukan?" Ucap Mala bertanya sangat gugup,
Han yang membelakangi Mala saat itu, dia kaget dan langsung membalikkan badan sambil membentak Mala cukup kuat.
"Heh, sejak kapan kau berdiri di sana?" Bentak Han sambil bertanya,
__ADS_1
"S..saya baru saja tiba pak" jawab Mala jujur dengan berdiri membalikkan badannya membelakangi Han.
Han pun segera memakai kembali kemejanya dan dia langsung menyuruh Mala untuk berbalik karena dia sudah selesai memakai kembali pakaiannya dengan rapih.
"Kemari. Ada apa kau kembali lagi setelah pergi begitu saja?" Perintah Han dengan tegas,
"Ini saya hanya ingin memberikan minuman ini untuk anda sebagai tanda terimakasih karena anda sudah mau membantu saya" balas Mala sambil menaruh segelas minuman dingin yang segar di atas meja Han.
Han menatap minuman itu yang nampak begitu menggoda tenggorokannya bahkan saat pertama kali melihat minuman itu Han tidak bisa menahan untuk menelan salivanya dia pun memalingkan pandangan ke wajah Mala karena dia masih belum bisa mempercayai Mala sepenuhnya sehingga Han lebih memilih untuk memastikan dulu keamanan minuman itu.
"Hey, apa kau yakin di minuman itu tidak ada zat yang berbahaya untuk kesehatanku?" Ucapnya membuat Mala kesal karena serasa di curigai.
Sesungguhnya Han bertanya begitu hanya untuk memastikan sebab dia masih takut jika Mala memiliki ide yang jahat kepadanya, karena sebelumnya Mala sangat membenci dia dan mereka selalu bertengkar sehingga cukup sulit untuk Han mempercayai Mala yang tiba tiba bersikap baik seperti itu.
Sedangkan Mala yang diberikan pertanyaan seperti itu dia langsung merasa kesal dan mengambil minuman itu lalu meminumnya tanpa basa basi untuk membuktikan pada Han bahwa minuman itu sungguh aman.
"Eh...eh...sudah aku sudah percaya, aishh minumannya tinggal sedikit lagi, sana kau buatkan lagi untukku" katanya menjengkelkan,
"Tidak mau, bukankah Anda bahkan tidak mempercayai saya jadi untuk apa lagi saya bersikap baik jika terus dicurigai seperti itu, hah!" Balas Mala sambil segera pergi dari sana.
Han tidak perduli dan dia langsung meneguk minuman yang dibuatkan oleh Mala sebelumnya namun baru saja Han meneguknya satu tegukan, Mala tiba tiba datang kembali dengan berjalan cepat dan mata yang menatap tajam ke arah Han.
"Apa lagi hah?" Tanya nya dengan penuh keheranan,
"Kemari, minuman ini tidak sehat untuk orang yang selalu mencurigai semua orang!" Balas Mala sambil langsung merampas minuman itu dari tangan Han yang saat itu hendak dia nikmati lagi.
Tentu saja saat itu Han berdecak kesal namun dia tidak bisa berbuat apapun dia hanya bisa membiarkan Mala membawa kembali minuman untuknya dan Han hanya terdiam mematung sambil terperangah sebab tidak habis pikir dengan kelakuan Mala yang berani beraninya mengambil minuman yang sudah dia pegang.
__ADS_1
Mala merotasikan matanya dan mengibaskan rambutnya sampai rambut panjangnya itu mengenai wajah Han dan dia langsung pergi dengan penuh kekesalan sedangkan Han lagi lagi hanya bisa terperangah tidak menyangka dengan kepribadian Mala yang begitu berani pada dirinya.
"Eughhh.... Dasar cewek keras kepala itu, aishhh dia bahkan lebih berbahaya dari kakaknya hah" gerutu Han sambil memegangi mejanya dengan kuat.
*****
Di sisi lain tuan Randi yang sudah beberapa hari ini bekerja lembur bahkan sampai rela tidak tidur ketika malam dan sibuk rafat ketika siang, dia melakukan semua pekerjaannya seorang diri bahkan nyonya Wulan yang berniat membantunya pun dia larang sebab saat itu nyonya Wulan juga belum sembuh total.
Malam ini tuan Randi juga belum mendapatkan laporan masalah sekretaris Diah sehingga dia mengira bahwa untuk saat ini sekretaris Diah tidak melakukan masalah apapun dan setidaknya Randi bisa sedikit lebih fokus untuk mengerjakan masalah perusahaan.
Dia selalu bekerja keras setia hari sampai malam, semua itu dia lakukan semata mata hanya karena ingin segera kembali ke negara tempatnya tinggal untuk bisa menemui Ratu dan menanyakan jawaban darinya.
"Ahhh ..aku sudah sangat tidak sabar mendengar jawaban dari Ratu" gerutu tuan Randi di sela sela pekerjaannya yang menumpuk.
Rasa rindu itu semakin menumpuk dan membuat tuan Randi semakin bersemangat untuk menyelesaikan semua pekerjaannya, dia juga ingin menghubungi Ratu namun tidak ada cukup waktu luang untuk melakukannya dia juga terkadang menyempatkan waktu khusus untuk bisa menelpon Ratu namun tetap saja banyak hal yang dilakukan secara tiba tiba sehingga tuan Randi begitu sulit untuk sekedar menghubungi Ratu lewat telpon.
Berbeda dengan Randi yang begitu serius dan berusaha keras agar bisa segera menemui Ratu, Zidan yang sudah dekat dengan Ratu justru kini malah menghindarinya.
Setelah keluar dari kantor Zidan tidak langsung kembali ke rumahnya karena dia tau jika pulang ke kediamannya pasti Oma Rika akan mengintrogasi dirinya sebab pulang sangat awal dari biasanya, apalagi permintaan Oma Rika yang selalu meminta agar Zidan membawa Ratu pulang ke rumah.
Zidan pun memutuskan untuk pergi menemui Steven ke kantornya, sesampainya di sana sama seperti dugaan Zidan sebelumnya Steven begitu sibuk akhir akhir ini karena dia baru memulai perusahaannya dari titik nol lagi.
Melihat Steven yang sibuk bekerja alhasil Zidan pun lebih memilih untuk menyaksikan Steven bekerja dan dia hanya duduk bersantai di sofa tamu yang ada di ruangan Steven saat itu.
"Eh ..Han tumben sekali kau datang kemari ada apa?" Tanya Steven sedikit heran,
"Tidak ada aku hanya bosan saja" balasnya sambil menyilangkan kaki dan menyandarkan tubuhnya ke belakang.
__ADS_1
Steven yang sedang fokus dengan pekerjaannya dia pun tidak terlalu memperdulikan Zidan sehingga dia membiarkan Zidan begitu saja.