PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Bersama Oma


__ADS_3

"Tidak papa kak Ratu, apa yang diucapkan Oma juga benar dan mulai sekarang karena sudah ada Oma yang baik hati, aku akan banyak datang ke sini untuk menumpang makan, boleh kan Oma hehe" ucap Mala sedikit bercanda,


"Itu bagus, datanglah ke sini setiap kali kamu ingin, ayo....ayo makan yang banyak Oma suka gadis gembul sepertimu" ucap Oma Rika sambil mengisi piring Mala dengan nasi dan banyak lauk.


Mala seperti mendapatkan berkah yang luar biasa dia langsung menyantap makanan itu dengan lahat, dan Ratu juga mulai makan seperti biasa, mereka juga banyak berbincang dan bercanda karena melihat Mala yang makan begitu banyak bahkan lebih banyak dari porsi orang gemuk padahal badannya tidak sebesar itu dan dilihat dari wajahnya dia cukup imut tidak terlihat seperti orang yang akan makan dengan banyak.


"Mala makan pelan pelan, tidak akan ada yang mencuri makananmu, makanlah dengan sopan dihadapan Oma" ucap Ratu menasehatinya,


Oma Rika hanya tersenyum dia begitu senang melihat Ratu yang bisa merawat dan mengurusi Mala dengan penuh kasih sayang dia sungguh semakin menyayangi Ratu dan sangat ingin menjadikan Ratu menantunya.


"Andai Ratu bisa bersama dengan Zidan aku tidak perlu khawatir lagi dengan kehidupan Zidan di masa depan dia anak yang baik dan begitu telaten, dia sempurna untuk Zidan tidak peduli apapun asal usulnya selama dia anak yang baik aku menyukainya" gumam Oma Rika sambil menatap Ratu dengan dalam.


Di sisi lain Zidan yang sampai di perusahaan dia nampak begitu panik dan sibuk mengurus banyak hal karena dia pikir akan ada masalah yang dia timbulkan karena datang ke siangan dan sudah terlambat untuk menghadiri rapat pagi dengan perusahaan Atmaja, namun saat seorang atap departemen datang dan menunjukkan keuangan perusahaan pada Zidan dengan wajah yang senang, Zidan begitu heran, bingung juga tidak mengerti.


"Heh...kenapa kau begitu senang pagi ini, saya kesiangan dan perusahaan mungkin akan di blacklist hari ini" ucap Zidan yang masih belum mengetahui apapun,


"Tuan apa anda belum tahu jika perusahaan kita sudah membaik bahkan semua penyuntikan dana dari perusahaan Atmaja sudah dikembalikan sepenuhnya dan kontrak sudah berakhir, bukahkan anda yang sudah melakukannya di belakang kami?" Tanya Bali seorang staf itu yang membuat Zidan semakin bingung.


"HAH?, apa yang kau bicarakan sini saya lihat datanya" ucap Zidan merampas berkas berisi data dari tangan seorang staf tersebut.


Zidan memeriksanya dengan terburu buru dan dia masih belum.bisa percaya mengapa semua permasalah di perusahaan bisa terselesaikan begitu saja dalam satu malam bahkan tanpa campur tangan darinya sedikit pun.


"Tuan anda sudah bekerja keras untuk perusahaan dan semua karyawan kini perusahaan ini akan menjadi perusahaan saingan keluarga Atmaja, apa anda mau ikut merayakannya dengan kami, semua staf sudah membuat acara perayaan nanti malam" ucap staf itu kembali membuat Zidan kebingungan.


"Ahh...tidak...tidak...silahkan kalian rayakan saja saya masih banyak yang harus dikerjakan, sekarang kau boleh pergi" ucap Zidan dengan linglung.


Zidan duduk termenung dan mengurut dahinya dengan perlahan dia memekirkan apa yang sudah terjadi dengan perusahaan nya dan siapa yang sudah membayarkan semua itu pada perusahaan Atmaja dengan mengatas namakan dirinya.


"Bagaimana semua ini terjadi, pasti ada seseorang yang membantuku tadi malam, tapi siapa?, Kenapa seakan hanya aku yang terlihat bingung di sini" gerutu Zidan merasa frustasi.


Zidan tidak bisa fokus dengan pekerjaannya dia terus memikirkan kejanggalan yang terjadi, hingga sebuah nama terngiang dalam kepalanya dan dia sangat yakin bahwa orang tersebut yang telah membantunya secara diam diam.


"Ahhh...iya Oma bagaimana mungkin aku melupakannya, Oma baru sampai di durah tadi malam dan semua masalah terselesaikan begitu saja, pasti Oma yang melakukannya, aku harus menanyakannya" ucap Zidan yang mulai menduga.


Dia segera menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat agar dia bisa pulang lebih awal dan menanyakan penjelasan pada Oma mengapa Oma membantunya untuk perusahaan padahal dulu Oma sendiri yang meminta dia agar belajar mandiri, Zidan juga sudah tidak mau merepotkan Oma ataupun ibunya dalam urusan perusahaan yang sudah menjadi tanggung jawab dirinya.


Di saat Zidan sudah bisa kembali bangkit dengan bantuan Oma Rika dan Ratu yang hendak membangun kembali toko bunganya juga Mala yang tengah berjuang mendapatkan pekerjaan yang layak bagi dirinya, nyonya Wulan yang berada di luar negeri sama sekali tidak melepaskan pengawasan putranya Randi kepada sekretaris Han saja.


Nyonya Wulan tau sekretaris Han telah bekerja dengan putranya jauh sebelum perusahaan itu tumbuh dengan pesan dan dia tau bahwa sekretaris Han akan terus bersikap condong pada putranya apapun yang terjadi namun alasannya membuat sekretaris Han untuk mengawasi Randi demi.dirinya hanyalah agar membuat mereka berdua salah paham dan bermusuhan.


Terlebih sekretaris Han yang membenci Ratu dan tidak senang ketika Ratu dekat dengan Randi menjadi sebuah keuntungan tersendiri baginya karena dengan itu dia bisa dengan mudah membuat sekretaris Han berada di pihaknya untuk memisahkan Ratu dari putranya tuan Randi.


Semua rencana yang sudah dia siapkan sejak lama sudah berjalan dengan lancar sedikit demi sedikit, bahkan kematian tuan Atmaja juga termasuk ke dalam bagian dari rencananya.


#Flashback Kematian tuan Atmaja


Saat itu ketika mereka sampai di kediaman rumah tuan Randi ibu Wulan sengaja menyiapkan sebuah kopi yang dia sedih dan sudah dicampurkan dengan beberapa racun rempah yang bisa membuat orang yang meminumnya mati dengan perlahan tanpa meninggalkan jejak racun sedikitpun.

__ADS_1


Dia sudah bekerja sama dengan sekretaris Dian karena saat itu mereka tak sengaja bertemu dan memiliki tujuan yang sama yaitu menghancurkan Ratu, sekretaris Diah yang memiliki dendam tersendiri kepada Ratu karena dia pernah di pecat oleh Zidan karena Ratu tentu saja dendam itu masih belum terbalaskan olehnya.


Dengan memanfaatkan nyonya Wulan bahkan dia sudah berhasil mendapatkan banyak uang dan keuntungan lainnya, maka dari itu dia juga bersedia membantu nyonya Wulan untuk menguasai seluruh harta tuan Atmaja, nyonya Wulan adalah wanita yang gila akan harta berbeda dengan suaminya tuan Atmaja yang terkenal dengan kedermawanannya.


Nyonya Wulan diam diam sudah memfitnah Ratu dan menjelek jelekkan namanya pada tuan Atmaja sehingga dia juga mulai membenci Ratu hanya karena semua karangan yang dibuat oleh sekretaris Diah dan nyonya Wulan, dan orang yang berada di balik sebuah panggilan telpon misterius yang mengatakan kebangkrutan saham pusat perusahaan adalah orang suruhan sekretaris Diah yang tentunya sesuai dengan perintah nyonya Wulan.


Mereka sengaja merekayasa kematian tuan Atmaja hingga nampak terlihat seakan akan bahwa dia meninggal karena serangan jantung biasa, padahal saat itu masalah utama yang menyebabkan kematian adalah racun yang sudah menyebar luas di seluruh tubuhnya lewat semua makanan dan minuman yang diberikan oleh nyonya Wulan pada tuan Atmaja.


Dokter juga sudah di suap oleh sekretaris Diah yang menyamar sebagai seorang suster, semau penyamarannya berjalan dengan lancar dan tuan Randi sama sekali tidak mengenali wajah sekretaris Diah sedikitpun.


Itu juga yang menjadi alasan mengapa nyonya Wulan langsung mengambil alih perusahaan yang dulu di pimpin suaminya oleh dirinya dan menjadikan sekretaris Diah sebagai orang kepercayaannya secara tiba tiba.


#Flashback off


Saat ini nyonya Wulan tengah merayakan semua keberhasilannya bersama sekretaris Diah di sebuah rumah mewah kediaman nyonya Wulan, mereka bahkan meminum banyak alkohol dan merokok layaknya wanita jahat dan tak bermoral lainnya.


"Ahahaha....sekretaris Diah mati kita bersulan untuk merayakan kemenangan ini" ucap nyonya Wulan dengan bangganya,


"Tentu saja nyonya kau wanita paling licik yang pernah saya temui" jawab sekretaris Diah dan mendendangkan gelasnya dengan gelas nyonya Wulan.


Ruangan itu dipenuhi dengan tawa menyeramkan yang menggelegar dari dua wanita berhati iblis tanpa perasaan, mereka telah berhasil menipu banyak orang dengan perangai yang begitu menawan, tanpa nyonya Wulan sadari sebenarnya dia sudah menggali kuburannya sendiri karena berani bermain main dengan seorang sekretaris Diah.


Tatapan sekretaris Diah begitu sinis dan tajam mulutnya yang terangkat sedikit menandakan sebuah perangai licik yang terisak di sebalik wajahnya yang nampak bersahaja.


"Dasar wanita bodoh!" Gumam sekretaris Diah dalam hati kecilnya dengan tatapan misterius dan sinis pada nyonya Wulan.


"Ratu...Zidan...." Ucap mereka bersamaan,


"Kenapa kamu ada di sini?" Tanya mereka bersamaan lagi.


Mala dan Oma Rika hanya bisa saling tatap satu sama lain karena merasa heran mengapa Ratu dan Zidan bisa berbicara dengan kalimat yang sama dan dalam waktu bersamaan bahkan tanpa jeda sedikitpun.


"Astaga apa kakak memang berjodoh dengan tuan Randi kenapa bicara saja kalian harus sekompak ini aku sangat iri" ucap Mala mencairkan ketegangan.


"Ahh...aku hanya terburu buru dan itu mungkin kebetulan, hal seperti tadi bisa terjadi pada siapa saja bukan" ucap Zidan menimpali karena dia tau Ratu tidak nyaman,


"Iya, Mala kamu jangan bicara sebarangan itu tidak baik" ucap Ratu menegur Mala dan ditanggapi dengan anggukan patuh dari Mala.


Karena kejadian itu Zidan hampir saja lupa dengan niat awalnya pulang lebih awal dan terburu buru menemui Oma Rika.


"Zidan kenapa kamu sudah pulang?" Tanya Oma Rika,


"Ahh...aku hampir saja lupa, Oma ayo masuk ke dalam ada yang ingin aku bicarakan pada Oma ini soal perusahaan" jawab Zidan dan membawa Oma Rika ke dalam bersamanya.


Sebelum itu Ratu menghentikan Zidan karena dia ingin berpamitan terlebih dahulu pada Oma Rika.


"Ehh...Zidan tunggu, aku mau berpamitan pada Oma. Oma Ratu dan Mala pulang yah, jaga kesehatan Oma nanti kalau ada waktu Ratu pasti menjenguk Oma lagi, Mala ayo salim pada Oma" ucap Ratu berpamitan.

__ADS_1


Mala pun mencium tangan Oma Rika dan mereka segera pergi dari sana, Ratu tau pasti ada sesuatu yang terjadi diantara Zidan dan Oma Rika dan Ratu paham urusan itu pasti sangat penting juga mendesak sehingga di memutuskan untuk pergi karena tidak ingin mengganggu pembicaraan mereka.


Ratu segera pergi dari sana padahal saat itu Mala masih ingin tinggal di sana bersama Oma Rika karena di sana banyak makanan yang bisa diam makan sepuasnya.


"Kakak...kenapa kita cepat kembali, padahal Oma Rika belum memberikan hadiah yang dia janjikan untukmu" ucap Mala merasa sedikit kecewa,


"Heh...Mala kamu ini taunya makan saja, apa kamu tidak lihat tuan Zidan datang dengan terburu buru dan mereka harus bicara dengan serius tidak mungkin kita tetap di sana kan" jawab Ratu memberikan pengertian.


Mala pun memahami dan dia ikut pergi dengan Ratu, mereka kembali ke rumah dan mulai mengurusi kebun bunganya lalu mulai membereskan toko kecilnya yang sempat terbengkalai, nampak Ratu dan Mala begitu rajin membersihkan semuanya sampai toko itu kembali bersih dan tertata.


"Ahhh...akhirnya selesai juga, ternyata jika di bereskan bagus juga yah" ucap Mala sambil berkacak pinggang di depan toko yang sudah bersih,


"Iya terimakasih ya, Mala sudah mau membantu kakak" ucap Ratu sambil tersenyum dengan lembut.


"Kak berhenti bersikap sungkan begitu padaku, aku kan adikmu tentu aku akan selalu membantumu dan memihak kakak apapun yang terjadi" jawab Mala membuat Ratu terharu.


Setelah membereskan semuanya dan mengeluarkan banyak energi untuk merapihkan dan mengangkat banyak barang, perut Mala mulai terasa lapar lagi dan dia segera meminta Ratu untuk memasak menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, Ratu pun menurutinya sebagai hadiah dan perayaan pembukaan tokonya lagi.


Ratu sengaja memasak banyak makanan kesukaan Mala bahkan hampir seluruh menu yang dia masak untuk makan malah adalah kesukaan Mala,.memang Mala tidak pernah pilih pilih dalam urusan makanan sehingga tidak sulit untuk membahagiakan dia dalam urusan makanan.


Nampak Mala begitu menikmati sekali semua makanan yang disajikan oleh Ratu dia sangat senang dan makan dengan lahap meski sebelumnya sudah makan begitu banyak di kediaman Oma Rika.


"Eummm...masakan kakak tetap yang terbaik sepanjang masa, aku ingin terus makan masakan kakak ini enak sekali, bagaimana aku bisa berhenti makan kalau begini" ucap Mala dengan mulut yang dipenuhi makanan,


"Ehh....Mala habiskan dulu makananmu kalau ingin bicara, kamu ini kebiasaan" ucap Ratu menasehati,


Maha hanya menanggapinya dengan tersenyum dan menghabiskan makanan yang ada di mulutnya dengan cepat, saat selesai makan Mala membantu Ratu mencuci semua piring kotor lalu mereka segera beristirahat.


Sedang Zidan yang berbicara begitu serius dengan Oma Rika dia bahkan tidak dihiraukan sedikitpun, Oma Rika masih enggan memberi tau Zidan atau mengaku padanya kalau memang semua itu dilakukan oleh dirinya.


"Oma ayolah mengaku saja, aku tau semua ini pasti Oma yang melakukannya, aku hanya ingin tau kenapa Oma melakukan ini, apa alasannya Oma?" Tanya Zidan yang terus memaksa meminta penjelasan,


"Aishh....kau ini dasar anak keras kepala, apa Oma sebagai nenekmu harus memiliki alasan ketika membantu cucunya yang dalam kesulitan!" Bentak Oma Rika menjawab dengan geram,


"Tentu saja harus Oma, aku ini kah sudah dewasa, dan perusahaan itu tanggung jawabku aku tidak bisa terus bergantung dengan Oma dan ibu, jika seperti ini terus bagaimana aku akan berkembang" ucap Zidan yang membuat Oma Rika melengkungkan senyum lebar,


Oma Rika senang Zidan memiliki pemikiran yang begitu dewasa dia sekarang semakin yakin bahwa telah memberikan perusahaan itu kepada tangan yang tepat.


"Ya...baguslah kalau kamu berpikir begitu, lagi pula ini kan pertama kalinya Oma membantumu jadi tidak ada salahnya, sekarang kamu hanya perlu buktikan pada Oma dan ibumu bahkan kamu bisa membesarkan perusahaan itu, jika nanti sudah sebesar keluarga Atmaja dan setara dengan mereka, saat itulah kamu bisa mengganti uang yang sudah Oma berikan padamu kemarin" jawab Oma menjelaskan,


"Tapi Oma...." Ucap Zidan terpotong,


"Apa lagi...sudahlah anggap saja itu hutangmu pada Oma, jangan terlalu dipikirkan semua orang sukses juga butuh modal" ucap Oma Rika dan dia meninggalkan Zidan masuk ke dalam kamarnya.


Oma Rika melakukan semua itu hanya karena dia tidak mau perusahaan peninggalan menantunya tersebut dikendalikan oleh orang seperti nyonya Wulan yang terkenal licik dalam berbisnis sejak dulu, alapagi setelah Oma Rika mendapatkan kabar bahwa tuan Atmaja sudah tiada, Oma sudah mengenal dekat nenek dan kakak tuan Randi karena sejak dulu mereka juga bersahabat sangat dekat.


Ada sebuah sejarah dan rahasia besar di balik keluarga Atmaja juga keluarga Oma Rika dan hanya tuan Atmaja juga Oma Rika dan ibunya Zidan yang mengetahui rahasia besar tersebut.

__ADS_1


__ADS_2