PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Sama sama lesu


__ADS_3

Di saat anak kecil itu sudah pergi dan tak nampak di lihat mata lagi, Ratu pun kembali mengalihkan pandangannya kepada tuan Randi dan tidak sengaja dia memergoki tuan Randi yang tengah tersenyum menatapnya secara diam diam.


Di saat Ratu memergokinya tuan Randi langsung memalingkan pandangan ke arah lain dan Ratu hanya tersenyum tipis menanggapi kelakuan tuan Randi barusan.


"Tuan...ayo kita pergi, sampai kapan anda mau tetap di sini?" Ujar Ratu yang menyadarkan tuan Randi,


"A..ahhh iya ayo biar aku bantu" balas tuan Randi sambil memapah Ratu membantunya berjalan dengan perlahan.


Merekapun kembali masuk ke mobil dan tuan Randi segera mengantarkan Ratu pulang sampai di kediamannya, sesampainya di sana nampak rumah masih terlihat sepi dan sepertinya Mala belum kembali, tuan Randi membantu Ratu lagi hingga sampai di depan pintu.


"Tuan terimakasih sudah membantuku, dan mengobati lukaku" ucap Ratu berterimakasih,


Tuan Randi pun segera berpamitan pergi dan Ratu segera masuk ke dalam rumah dengan perlahan sementara barang miliknya dia biarkan di luar begitu saja sebab tak kuat mengangkatnya seorang diri sebab kakinya masih sangat nyeri.


Ratu mempersiapkan makan malam untuk dirinya dan Mala sampai beberapa saat kemudian Mala tiba di rumah dengan wajah cemberut dan dia kebingungan melihat sebuah box berisi barang barang ada di depan pintu rumah.


"Ehh...barang siapa ini, apa milik kakak" ucap Mala sambil mengangkatnya dan membawanya masuk ke dalam.


Mala bersusah payah sambil berjalan perlahan mengangkat box berisi barang barang Ratu dan dia melihat sang kakak tengah menyajikan makanan di atas meja untuk menu makan malam, Mala yang sedari tadi kehilangan selera dan mood nya yang rusak karena sekretaris Han dia seketika berubah ceria dan segera menghampiri Ratu.


"Ehh kakak ternyata memang kakak sudah pulang, eummm....wah wah wangi apa ini sepertinya enak sekali aku jadi semakin lapar" ucap Mala segera duduk di depan meja dan siap untuk menyantap makanan,


Ratu tak sengaja melihat box barangnya yang sudah berada di ruang tengah dan dia tersenyum pada Mala karena sudah mengira jika Mala lah yang telah membawanya masuk.


"Ini silahkan maka adikku tersayang" kata Ratu sambil menuangkan lauk ke sukaan Mala pada piringnya.

__ADS_1


Mala tersenyum dan tak lupa berterimakasih kepada kakaknya yang sudah menyajikan makanan kesukaan dia, lalu mereka pun mulai menikmati makana malam bersama dengan penuh kehangatan, hingg setelah selesai makan Mala justru malah kembali murung dan wajahnya sudah ditekuk sejak lama.


Ratu yang merasa heran dia pun langsung mengajak Mala bicara karena dia juga merasa cemas melihat adiknya yang terus memasang wajah kusut sejak pertama kali pulang bekerja, padahal saat tengah makan Ratu sudah melihat ekspresi pada wajah Mala berubah ceria namun kini malah kembali berubah murung bahkan lebih murung dari sebelumnya.


"Ekhm....Mala apa yang kamu pikirkan?" Tanya Ratu mengungkapkan pertanyaan yang sangat membuatnya penasaran,


Mala yang tadinya cemberut dan menatap kosong ke depan dia mulai tersadar.


"A..ahh..tidak kak aku tidak papa" ucap Mala mencoba menyembunyikan perasaannya.


Padahal saat itu Mala sangat kesal dan penasaran dengan sekretaris Han yang membuat dia kesal sebelumnya bahkan setelah kejadian di lift saat itu kini Mala tidak memiliki posisi yang kuat lagi di perusahaan, Mala hanya merasa cemas dia takut akan kehilangan pekerjaannya, sehingga itu sangat mengganggu pikiran Mala sampai dia tiba di rumah.


Ratu menggeser kursinya dan menghampiri Mala lalu menggenggam lembut kedua lengan Mala secara perlahan.


"Mala katakan apa yang mengganggu pikiranmu, aku ini kakakmu apa kau tidak mempercayaiku?" Ucap Ratu sambil menatap Mala dengan tulus dan tersenyum memberikan kehangatan pada Mala.


"Kak....sebenarnya aku merasa khawatir" ucap Mala dengan wajah yang sendu.


Dari ekspresi yang di perlihatkan oleh Mala Ratu seperti sudah bisa menebak bahwa ini bukanlah masalah yang ringan bagi Mala, sebab Ratu tahu betul kalau Mala bukanlah anak yang pemurung atau pun mudah menyerah, Mala adalah anak yang selalu ceria dan dia selalu tidak perduli dengan gangguan di luar sana.


Sehingga Ratu bisa menebaknya permasalahan itu pasti sangatlah berat sampai bisa mengganggu pikiran Mala hingga dia sampai di rumah dan masalah itu tidak hilang bahkan setelah Mala menyantap banyak makanan lezat buatannya.


Biasanya setiap kali mood Mala rusak itu akan segera pulih ketika dia memakan masakan yang dibuat oleh Ratu untuknya, namun kali ini rupanya semua itu tidak memberikan pengaruh.


"Khawatir tentang apa Mala, ayo katakan saja jangan ragu seperti itu" balas Ratu meyakinkan Mala agar Mala mau segera mengeluarkan pembicaraan mengenai masalah yang dia hadapi di luar sana,

__ADS_1


"Kak aku dengar dari sekretaris Han, tuan Randi akan segera kembali dan dia..." Ucap Mala terpotong karena Ratu langsung kaget sampai tersedak,


"Ohok...ohok...a..apa katamu?, kamu sudah tahu kalau tuan Randi sudah kembali?" Balas Ratu kaget,


"HAH?, jadi tuan Randi sungguh sudah kembali?" Tanya balik Mala yang tak kalah kaget dengan Ratu.


Mereka berdua sama sama kaget tak karuan dan menatap satu sama lain membelalakkan matanya seakan tak percaya.


Lalu setelah sepersekian detik barulah mereka berdua refleks menjadi lesu dan menundukkan kepalanya ke atas meja secara bersamaan.


"Haaahhh ternyata masalahnya memang bersumber dari orang yang sama" gerutu Ratu sambil mengurut keningnya yang terasa pusing.


Mala juga kembali menghembuskan nafas dengan lesu dan dia semakin lemas ketika mendengar bahwa tuan Randi sungguh sudah kembali di negara ini.


Kedua kakak beradik itupun hanya bisa meratapi nasib masing masing yang memang tidak bisa berkutik lagi dan tidak bisa melawan kehendak seorang tuan Randi.


"Kak....lalu bagaimana kalau aku benar benar di pecat karena dia sudah kembali dan sekretaris Han menempati tempatnya lagi, huaaa aku harus bekerja kemana lagi" ujar Mala merasa sedih dan frustasi.


Melihat Mala secemas itu tentang pekerjaannya Ratu juga ikut sedih dan dia segera berusaha meyakinkan Mala untuk menjadi lebih tenang dan berhenti mencemaskan sesuatu yang belum jelas terjadi.


"Mala sudah kamu tenang saja, tidak mungkin tuan Randi memecat karyawannya tanpa sebab, dia akan terus mempekerjakan kamu karena dia sudah berjanji sebelumnya kan bahwa kamu akan bekerja sebagai asisten sekretaris Han jadi kamu akan tetap aman" ungkap Ratu menjelaskan.


"Hmmm...semoga saja begitu ya kak, tapi apa aku akan sanggup berdampingan bersama orang seperti sekretaris Han" ujar Mala kembali lesu,


"Kamu yang sabar saja ya, kakak yakin tuan Randi tidak akan membiarkan sekretaris Han semena mena terhadapmu apalagi kakak, aku juga tidak akan diam saja jika sekretaris Han mengganggumu" ucap Ratu memberikan semangat.

__ADS_1


Ratu terus menyemangati Mala agar dia bisa kembali semangat lagi, akhirnya setelah melihat Ratu sangat mendukungnya, Mala pun kembali menjadi semangat.


"Aahhh iya, kakak benar jika kakak saja berani melawannya aku juga akan menghajar dia jika dia berani menghempas posisiku di perusahaan apalagi menggangguku aku akan melawan dia seperti sebelumnya haha" ungkap Mala semakin bersemangat.


__ADS_2