PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MAKAN MALAM BERSAMA


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat saat Ratu sudah sampai di tengah danau mereka lantas menghentikan mengayuh perahu itu, Ratu menatap ke ujung danau yang tak tau di mana ujungnya itu namun yang terlihat hanyalah sinar matahari yang berwarna jingga menyejukkan mata yang melihatnya, sinar itu perlahan meredup dan semakin meredup hingga akhirnya tenggelam dan cahayanya digantikan oleh bintang bintang kecil yang bertebaran di langit malam, Ratu dan Zidan segera kembali ke tepi danau dan mereka segera bergegas dari sana sebab tempat itu juga akan segera tutup saat malam semakin larut.


Ratu menatap Zidan di sepanjang jalan menuju mobil dia merasa seperti menemukan Steven yang dulu dalam diri kak Zidan.


"Kak...kenapa kau harus sama persis seperti kak Steven sih," gumam Ratu.


Zidan yang sadar bahwa dia sedari tadi di perhatikan oleh Ratu dia pun langsung menyiduk Ratu secara tiba tiba.


"Hey....apa yang kau lihat dariku sejak tadi?, apa jangan jangan....kau mulai menyukaiku yah hayooi ngakulah," ucap Zidan sambil tersenyum dan mengangkat kedua alisnya berkali kali.


"Ishh...kak Zidan apaan sih, aku cuman aneh aja kenapa kakak baik banget sama aku, makanya aku merhatiin karena heran," jawab Ratu.


"Yakin hanya karena itu, bukan karena pesona dan ketampananku ini?," ucap Zidan yang sengaja menggoda Ratu.


"Apaan sih, gantengan juga tuan Ran....," ucap Ratu tertahan.


Ratu langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan secepat kilat karena hampir saja dia akan keceplosan mengatakan tuan Randi lebih tampan dari kak Zidan.


"Aduhhh......dasar ini mulut lemes bener sih ahhhhh, sialan," gumam Ratu.


"Tuan siapa, apa kau punya tuan?," tanya Zidan.


"A..a..ahhh...tidak..hahaha.....yang benar saja memangnya kakak pikir aku wanita seperti apa yang punya tuan, aku ini bebas, hanya saja di tempat aku bekerja mereka semua menyebut dia tuan karena dia pemilik bisnis itu," jawab Ratu menjelaskan.


"Lalu menurutmu bosmu itu lebih tampan dariku iya?," tanya kak Zidan menyelidik.


"Hehe...enggak kok masih tampan kak Zidan wohhhh...iya tampanan kakak kok," ucap Ratu sambil tersenyum.


Zidan pun melupakan masalah tadi karena sudah mendengar pengakuan dan pujian dari Ratu barusan, merekapun langsung masuk ke dalam mobil dan Zidan melajukan mobil itu menuju sebuah restoran yang lumayan besar dan ramai pengunjung, mereka masuk ke dalam resto tersebut dan Zidan langsung memesan makanan begitu juga dengan Ratu yang tak perlu ditawari dan sudah ikut memesan lebih dulu.


"Ternyata kau tidak sepemalu dugaanku," ucap kak Zidan.

__ADS_1


"Memangnya siapa yang bilang aku pemalu," jawab Ratu.


"Tidak ada itu hanya dugaanku dulu," jawab kak Zidan sambil tersenyum simpul.


Saat makanan pesanan mereka tiba Ratu dan Zidan pun segera menikmatinya dan tak disangka saat mereka tengah asyik menikmati makanan tersebut Ratu melihat sekretaris Han berjalan masuk dengan tuan Randi ke dalam restoran itu juga dan mereka menempati kursi tepat di belakang kak Zidan.


"Waduh....apa itu beneran tuan Randi, ahhh kayanya ia, itukan sekretaris Han,......gawat bagaimana kalau mereka melihatku dengan kak Zidan ahhhh bisa berabe nih," gumam Ratu yang panik tak menentu.


Karena panik Ratu pun malah makan dengan terburu buru dan tidak fokus sebab dia terus saja memperhatikan sekretaris Han juga tuan Randi dan tak lupa Ratu juga makan dengan menunduk supaya dia tidak terlihat oleh tuan Randi yang ada di belakang kak Zidan.


Zidan yang melihat sikap dan tingkah Ratu berubah dia pun merasa heran.


"Hey...kau kenapa jadi aneh begini?," tanya kak Zidan.


"Eummm...enggak papa kok kak aku cuma lapar aja," jawab Ratu asal.


Dengan cepat Ratu menghabiskan makanannya dan dia terus menyuruh kak Zidan agar cepat menghabiskan makanannya juga dan segera pergi dari tempat itu.


"Kau ini kenapa sih, aneh deh," jawab kak Zidan yang tak perduli dan meneruskan makannya dengan santai.


"Astaga kenapa kau malah makan seperti bangsawan sih....ayolah kak dipercepat sedikit," ucap Ratu tak sabaran.


"Iya iya....," jawab kak Zidan sambil mempercepat makannya.


Selesai makan kak Zidan langsung memanggil pelayan untuk membayar makanan mereka dan dia pun segera pergi menyusul Ratu yang sudah keluar lebih dulu tadi.


Tanpa Ratu sadari sebenarnya sekretaris Han sempat merasa curiga padanya karena melihat geak gerik Ratu yang mencurigakan namun saat kak Zidan berlari menyusulnya sekretaris Han pun mengubur kecurigaannya pada Ratu.


"Ahh..mana mungkin itu dia, tidak akan ada pria yang mau mengajaknya kemari kan," gumam sekretaris Han.


Saat sudah berada di dalam mobil Ratu merasa sangat lega dan dia terus mengusap dadanya berkali kali sampai masuklah kak Zidan dan langsung membentak Ratu.

__ADS_1


"Ratu apa kau gila hah, bisa bisanya pergi meninggalkanku begitu saja buat malu tau gak," bentak kak Zidan.


"Siapa suruh kakak makannya lama akukan sudah mau pulang," jawab Ratu.


"Ya sudah kalau mau pulang, sana pulang sendiri," ucap kak Zidan dengan teganya.


"Kak apa kau sungguh menyuruhku untuk turun dan pulang sendiri?," tanya Ratu seakan tak percaya.


"Ya iyalah siapa suruh juga kau buat aku malu di dalam tadi," jawab kak Zidan.


"Ayolah kak aku kan hanya bercanda menjawabmu begitu," jawab Ratu berusaha membujuk.


"Tapi aku sungguh sungguh menyuruhmu turun dari mobilku, cepatlah aku harus pergi sekarang," jawab kak Zidan terburu buru.


Ratu pun turun dan membanting pintu mobil Zidan dengan sekuat tenaga bahkan sampai membuat Zidan kaget dibuatnya.


"Maaf yah Ratu ada hal penting yang harus aku urus dahulu, nanti akan aku telpon," ucap kak Zidan lalu pergi meninggalkan Ratu begitu saja.


"Aishhh ..menyebalkan pria macam apa dia tega sekali menurunkan aku di sini arghhh....sekarang bagaimana aku tidak membawa uang sepeserpun," ucap Ratu uring uringan sambil menunduk lesu.


Saat tengah bingung harus bagaimana tiba tiba saja sebuah tangan menghampirinya.


"Ayo aku akan mengantarmu," ucap tuan Randi.


Ratu kaget saat menaikan kepalanya dan melihat ternyata yang menyapanya tuan Randi dan ada sekretaris Han juga di sana.


"Astaga..bu..bukannya tadi tu..tuan ada di dalam kenapa sekarang ada di sini?," tanya Ratu kaget dan heran.


"Aku baru selesai dan melihatmu turun dari mobil tadi dengan kondisi seperti ini, ayo masuk ke mobil, sekretaris Han akan mengantarkanmu," jawab tuan Randi yang bak seorang pahlawan.


Ratu pun tersenyum sambil mengangguk lalu masuk ke dalam mobil bersama tuan Randi, sedangkan sekretaris Han yang melihat tuan Randi menolong Ratu dengan baik dia nampak kesal dan berwajah masam.

__ADS_1


__ADS_2