
Alhasil dengan berat hati panitia di sana memberikan sebuah perahu dan sepasang dayung pada Ratu lalu mereka membantu Ratu mendorong perahu tersebut sedikit ke tengah hingga Ratu bisa mulai mendayungnya sendiri.
Ratu bersih keras ingin pergi seorang diri karena dia ingin mengulang kembali kenangan paling indah masa masa dia bersama Zidan di mana pertama kalinya Zidan mengungkapkan perasaan dia kepadanya.
Meskipun kali ini Ratu mengulangnya seorang diri tanpa ada Zidan di sampingnya namun hanya itu yang bisa dia lakukan di saat dia sangat merindukan Zidan saat ini.
Setelah beberapa saat mengayuh dayung seorang diri hingga akhirnya Ratu sampai di tengah danau dan ada beberapa perahu lain yang juga tengah menunggu matahari terbenam, melihat beberapa pasangan yang nampak bahagia di sana rasanya Ratu begitu sakit dan semakin teringat dengan Zidan.
Dia memalingkan pandangannya dan menatap ke arah matahari yang perlahan semakin turun lalu seakan terbenam di ujung danau, setelah hari mulai gelap dan beberapa perahu lain sudah mulai kembali Ratu pun ikut kembali dengan perasaan yang jauh lebih lega dari sebelumnya.
Dia mulai membalikkan perahu dan kembali mengayuh dayung dengan perlahan serta semua tenaganya.
"Haahh....setidaknya aku merasa jauh lebih baik setelah melakukan ini" gerutu Ratu sambil terus mendayung.
Beberapa saat kemudian dia sudah sampai ke tepian dan Ratu segera kembali ke rumahnya karena dia takut Mala mengkhawatirkan dirinya, hingga sesampainya di rumah saat Ratu baru saja hendak mengetuk pintu tiba tiba suara seseorang dari belakang membuat Ratu segera membalikkan badannya.
"Ratu.." teriak Steven yang baru keluar dari mobilnya,
Ratu kaget melihat Steven yang berada di rumahnya sebab dia sama sekali tidak pernah memberitahu alamat rumahnya kepada Steven, Ratu berdiri mematung saking kagetnya sedangkan Steven segera berlari menghampiri Ratu dan tanpa aba aba dia memeluk Ratu dengan erat.
"Ratu akhirnya aku menemukanmu" ujar Steven sambil memeluknya,
Mala keluar dari rumah dan dia langsung mendorong Steven sampai membuatnya hampir terpental ke belakang.
"Ehh, dasar pria ini lepaskan kakakku" bentak Mala sambil mendorong Steven yang hampir terjatuh,
__ADS_1
Ratu menghentikan Mala agar tidak bertindak lebih jauh lagi terhadap Steven sebab Ratu mengerti Steven memeluknya seperti tadi karena dia mencemaskan dirinya.
"Mala tunggu, itu Steven dia hanya mengkhawatirkan kakak" ujar Ratu menghentikan Mala.
Mala juga kaget saat tahu bahwa pria yang baru saja dia dorong dan hampir dia pukuli adalah kak Steven pria yang sangat dia idolakan, Mala merasa sangat bersalah dan malu dia segera membantu Steven berdiri dengan benar dan meminta maaf saat itu juga.
"A..apa?, aduh maafkan aku kak tadi ku pikir kakak orang asing, maafkan aku yah" ucap Mala meminta maaf dengan gugup,
"Tidak masalah aku juga minta maaf karena memeluk kakakmu tiba tiba" balas Steven yang baik meminta maaf,
"Ohh...kalau itu aku tidak keberatan mungkin kakak juga tidak iya kan?" Ujar Mala membuat suasana menjadi sedikit canggung,
"Mala apa yang kamu bicarakan, kakak membiarkannya tadi karena kakak cukup kaget dengan kedatangan kak Steven, dan lain kali jangan pernah menyentuhku tanpa persetujuan dariku" ungkap Ratu dan memperingati Steven,
"Iya aku mengerti, tapi Ratu kemana saja kau aku sudah mencarinya ke mana mana sedari tadi?" Ucap Steven bertanya penuh penasaran,
Steven sadar saat melihat sorot mata Ratu yang terlihat dingin ketika melihatnya bahkan saat tadi dia memeluk Ratu, Ratu memang tidak mendorong atau menolaknya namun dia juga tidak membalas pelukan darinya.
Steven tahu perbuatannya di masa lalu memang tidak pantas dimaafkan jadi baginya wajar jika Ratu masih tidak bisa melupakan kejadian itu, Steven akhirnya memilih untuk pergi dari sana karena dia sudah memastikan bahwa Ratu pulang dengan selamat.
"E..eumm...kalau begitu aku pulang dulu, Mala jaga kakakmu dengan baik selagi aku tidak ada" ungkap Steven berpamitan.
Mala membelalakkan matanya dan dia pergi mengantar Steven sampai ke mobil sedangkan Ratu langsung masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang masih tak menentu, dia langsung membersihkan diri dan berusaha untuk beristirahat lebih awal agar Mala tidak banyak bertanya kepadanya.
Saat itu sebenarnya Mala sangat penasaran dengan keadaan Ratu yang ulang dengan baju setengah basah di tambah wajahnya yang bengkak dan matanya yang merah seperti habis menangis, namun melihat kakaknya yang tidak keluar dari kamar semenjak pulang.
__ADS_1
Mala tidak bisa memaksa kakaknya untuk berbagi cerita dengannya, karena Mala pikir jika kakaknya ingin berbicara dia akan memulainya lebih dulu tanpa dia menanyakannya.
"Kak semoga kamu baik baik saja" gumam Mala sambil duduk di sofa dan menonton tv seperti biasa.
Saat tengah memindahkan cenel tv tiba tiba tak sengaja sebuah berita muncul dan Mala menghentikannya.
"Eh...bukankah itu sekretaris Diah?, Kakak harus melihat ini" ucap Mala dan langsung berlari mengetuk pintu kamar kakaknya.
"Tok...tok...tok kak...tok..tok...kakak cepat keluar ada berita besar di tv kak...cepat" teriak Mala terburu buru,
Ratu saat itu baru saja mau tidur namun karena mendengar Mala yang begitu memaksanya Ratu pun terpaksa keluar dan saat dia baru saja ingin bertanya pada Mala, tangannya sudah lebih dulu di tarik oleh Mala yang membawanya ke depan televisi.
"Sebuah kecelakaan tunggal yang terjadi di jalan xx telah menewaskan seorang perempuan dengan inisial D yang di duga mantan seorang sekretaris di perusahaan Atmaja group, dengan kondisi mobil yang hancur parah akibat kecepatan yang terlalu tinggi hingga menyebabkan mobil kehilangan kendali dan tergelincir pada pembatas jalan" ucap seorang reporter yang meliput berita tersebut.
Saat tayangannya di perlihatkan Ratu bisa melihat dengan jelas bahwa kecelakaan itu adalah kecelakaan yang terjadi tepat saat dia berlari hendak menyusul Zidan ke bandara pagi tadi, dan Ratu masih sangat mengingat bahwa dia juga sempat melihat korban tersebut memang itu mirip dengan sekretaris Diah.
Tapi karena Ratu terburu buru sebelumnya dia memutuskan untuk mengabaikan kecelakaan tersebut hingga sampai saat ini dia melihat berita dan itu memang sekretaris Diah dia sangat kaget dan kakinya mendadak menjadi lemas sampai Ratu terjatuh sendiri di lantai.
"Eh..kak...kak kau kenapa?" Tanya Mala cemas melihat kakaknya yang tiba tiba saja jatuh dengan mata berkaca kaca.
"Kak ayo bangun, duduk dulu di sofa" ujar Mala sambil membantu Ratu berdiri dan mendudukkannya di sofa.
Ratu masih belum bisa menyadari jika sekretaris Diah akan pergi secepat itu dan dia meninggal karena kecelakaan setelah sekian lama Ratu tidak mendengar kabarnya.
"Kak kenapa kau menangisi wanita yang selalu berbuat jahat kepadamu, harusnya kakak merasa senang dengan begitu tidak akan ada yang mengganggu kakak lagi di masa depan" ujar Mala kepada Ratu,
__ADS_1
"Mala sejahat apapun dia, dia tetaplah seorang teman yang pernah menjadi partner kerja bersama kakak, kakak tahu dia sebenarnya tidak jahat dia hanya terlalu terobsesi pada Zidan sebelumnya, dan sekarang dia pergi dengan cara yang begitu tragis, terlebih saat kejadian itu tadi pagi kakak ada di sana bagaimana kakak bisa mengabaikannya" ungkap Ratu merasa menyesal.