PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
KETAKUTAN


__ADS_3

Ratu kesal karena sekretaris Han mengabaikannya dan dia terus berjalan menunduk sampai masuk ke dalam mobil karena malu dan tidak percaya diri dengan penampilannya, hingga di dalam mobil Ratu hanya diam membisu dan terus membelakangkan rambutnya yang membuat dia merasa resah dan ribet tidak nyamab dengan rambut panjangnya yang terurai seperti itu.


"Dasar sekretaris kurang ngajar lihat saja nanti aku akan membalasnya," gumam Ratu dengan kesalnya.


Ratu saat itu tidak tau tuan Randi dan sekretaris Han akan membawanya kemana namun hanya satu hal yang dia tau kemanapun mereka pergi Ratu harus selalu mengikutinya karena itulah tugasnya, dam tiba tiba saja mereka sampai di sebuah gedung besar yang menjulang tinggi dan nampak juga banyak wartawan dan orang orang berjas rapih yang berjajar menyambut kedatangan mereka, Ratu pun merasa kaget dan bingung.


"Hah....apa yang terjadi di sini apa ada penyambutan presiden?," ucap Ratu bertanya keceplosan.


"Iya dan presidennya adalah aku," jawab tuan Randi sambil tersenyum.


"Aiiihhh....tuankan CEO bukan presiden kenapa harus disambut oleh banyak media yang membawa kamera dan sangat rusuh begitu," ucap Ratu bertanya lagi.


"Aku memang bukan presiden yang selalu menjadi sorotan aku juga buka selebritis tapi aku salah satu orang yang penting keberadaannya di negri ini, apa kau paham?," jawab tuan Randi menjelaskan.


"Hmmm iya iya deh, aku juga tidak peduli mau kau terkenal mau kau miliader atau apapun aku tak perduli yang pasti hutangku harus segera lunas itu saja yang aku pedulikan," jawab Ratu karena dia pusing dan tak mengerti dengan penjelasan yang diberikan oleh tuan Randi padanya.


Tuan Randi bukannya marah mendapatkan jawaban seperti itu dari Ratu justru dia malah semakin tersenyum lebar dan jauh di dalam lubuk hatinya dia sungguh ingin tertawa melihat kepolosan Ratu yang tak tau apapun mengenai bisnis di negri ini tali dia justru malah harus menjadi asisten pribadinya.


"Saat aku turun nanti kau harus menjagaku, menjadi pengawalku dengan beberapa penjaga dan sekretaris Han, apa kau bisa?," ucap tuan Randi bertanya.

__ADS_1


"Tentu saja aku akan menghadang mereka agar tidak menyentuhmu sedikitpun tenang saja aku bisa diandalkan," ucap Ratu dengan percaya dirinya.


Padahal dia sendiri merasa takut dan ragu apalagi saat melihat kerumunan orang yang sangat bersemangat dan antusias di luar sana untuk menyambut kedatangan tuan Randi bak selebritis.


Sesaat sebelum keluar dari mobil Ratu menarik nafas dalam dan mengeluarkannya sekaligus dia oun mengangguk mengatakan bahwa dia pasti bisa untuk menguatkan juga menyemangati dirinya sendiri.


Saat Ratu baru turun dari mobil bersama sekretaris Han, para awak media langsung saja berjalan mengerubuni mereka dan Ratu langsung menyuruh tuan Randi segera berjalan dengan menarik lengannya sekretaris Han juga menghadang mereka begitu juga dengan Ratu yang sampai membuka high hilsnya dan menodongkan kedua high hisl itu pada awak media yang berani mendekati dia juga tuan Randi.


Tuan Randi yang melihat cara Ratu melindunginya sangat unik dan berbeda dari penjaga lain dia sungguh tersenyum lebar dan bahkan ingin tertawa apalagi saat melihat ekfresi Ratu yang membelototkan matanya sempurna membuat para awak media itu mundur karena mereka takut terkena pukulan high hils dari Ratu, melihat wajahnya saja mungkin mereka sudah takut, apalagi dengan banyak pertanyaat yang mereka lontarkan pada tuan Randi Ratu terus saja menarik tuan Randi hingga dia berhasil masuk ke dalam gedung itu dengan selamat begitu juga dengan tuan Randi dan sekretaris Bay yang berdiri di sampingnya.


Ratu buru buru kembali mengenakan high hilsnya dan dia berjongkok memegangi lututnya yang lemas dan pegal.


Ratu tak sadar bahwa di belakang mereka sudah ada staf di tempat itu yang berjajar rapih menyambut kedatangan CEO mereka karena gedung itu adalah gedung perhotelan yang baru di buka hari ini oleh tuan Randi dan kedatangannya ke sana tentu saja untuk acara pengguntingan pita atau pengesahan pembukaan gedung perhotelan itu, tadi saat Ratu masuk dengan sekretaris Han juga tuan Randi memang para staf sengaja bersembunyi karena hendak membuat kejutan bagi tuan Randi, dan saat mereka bertiga berbalik.


"Selamat datang tuan," ucap para stef serempak yang mengagetkan Ratu.


Mereka juga membawa balon berwarna unggu dan putih yang melambangkan logo hotel mereka, salah satu staf yang di ketahui pimpinan hotel itu mendekati ke arah tuan Randi dengan membawa 2 balon berwarna unggu dan putih itu juga 3 buah kalung bunga di atas nampak yang di bawa oleh asistennya di samping dirinya.


Ratu yang takut dengan balon dia langsung berjalan mundur perlahan dan dia sungguh tidak tahan lagi hingga saat mereka semakin mendekat Ratu terus saja berjalan semakin cepat mundur menjauhi pimpinan itu.

__ADS_1


"Ah...ti..tidak bagaimana ini, bagaimana kalau balonnya meletup aaahhh....," gumam Ratu dengan paniknya dan terus berjalan mundur.


Karena panik dan berjalan mundur tanpa tau di belakang ada apa dan apa yang dia injak Ratu akhirnya tersandung dan jatuh, otomatis refleks pihak staf langsung mendekati Ratu dan hendak membantunya berdiri namun Ratu malah berteriak keras dan ketakutan sambil menutup kedua matanya dengan salah satu tangannya.


"Arghhh....tidak .....menjauh...pergi....jangan dekati aku...berhenti di situ aku mohon," teriak Ratu.


Tuan Randi dan sekretaris Han menatap heran dan tuan Randi langsung meminta para staf menjauh dan biarkan dia yang membantu Ratu.


"Hey...hey...Ratu ada apa?, ayo buka matamu kenapa kau ketakutan dan histeris seperti itu ada apa mereka bukan orang orang jahat," ucap tuan Randi sambil berjongkok di hadapan Ratu.


"Balon....itu balonnya....jauhkan balonnya aku pobia balon...aku takut balon...jauhkan dariku....," ucap Ratu dengan ketakutan.


Sekretaris Han oun langsung memerintahkan semua staf untuk menjauhkan balon yang mereka bawa dan mereka pun langsung membawa balon itu kedalam dan menjauhkannya dari Ratu, hingga saat semua staf sudah tak membawa balon lagi tuan Randi langsung membantu Ratu segera berdiri.


Walaupun semua balon sudah tidak ada namun tetap saja Ratu merasa ketakutan dan dia gemetar hebat sekujur tubuhnya.


Tuan Randi langsung membawa Ratu ke ruangannya dan dia menunda pembukaan hotel barunya itu beberapa jam kedepan.


"Hah...hah...hah...," suara Ratu yang ngos ngosan ketakutan dan gemetar.

__ADS_1


Tuan Randi langsung mendudukan Ratu di sofa dan dia segera menyuruh salah satu staf untuk membawakan air mineral ke sana, setelah itu Ratu langsung meminum minuman dari tuan Randi.


__ADS_2